Jodoh Masa Kecil

Jodoh Masa Kecil
Menyelamatkan


__ADS_3

"Help.... help me... please... !!!"


Dari sebuah gang yang tak terlalu jauh dari kampus Harvard University, terdengar suara orang meminta tolong.


Riko segera mencari dari mana sumber suara itu.


"Please....help me... please... is anyone there...." suara itu semakin dekat.


Setelah beberapa saat mencari, ahirnya ia melihat dua orang preman berwajah bule tengah mencoba mengganggu seorang gadis. Riko yang memang suka bertindak spontan itu pun lantas mendekati preman tersebut sambil berkata.


"Hey man... aren't you ashamed to bother a girl?"


"Hay bung... apa kamu tidak malu mengganggu seorang gadis?"


Mendengar ada suara laki-laki yang mengusik kesenangan mereka, salah satu dari preman itu segera menoleh ke arah Riko dan berkata.


"It's none of your business, snotty boy!!!"


"Bukan urusan kamu bocah ingusan!!! "


Rupanya Riko sudah bersiap jika dua preman itu akan menghajarnya. Tubuhnya yang kekar dan proporsional, cukup lah buat modal nakutin preman bule. Ia lalu makin mendekat dan kembali berkata,


"Of course now it's my business because that girl is my lover!"


"Tentu sekarang menjadi urusan ku karena gadis itu adalah kekasih saya! "


"Is that true?" tanya preman tersebut dengan nada terkejut karena pengakuan Riko.


"Apakah itu benar?"


"What's the point of me lying to you guys?" Riko Balik bertanya tanpa gentar sedikit pun.


"Apa untungnya aku bohong pada kalian?"


Kedua preman tersebut mencoba mengeroyok Riko. Satu pukuan tepat di sudut bibir Riko membuatnya sedikit lecet.


Gadis itu panik bukan main... ia berusaha pergi mencari bantuan tapi tak ada satu pun yang melintas di gang sepi itu. Saat si gadis kembali, ternyata Riko berhasil menghajar balik kedua preman sehingga mereka lari terbirit-birit. Selain jago basket, ternyata Riko juga merupakan atlet taekwondo di kampusnya dulu. Jangankan dua preman, lima sekaligus bakal dia hajar jika mereka menganggu seorang gadis yang lemah.


"Loh... mana premannya tadi, Kak?" tanya gadis itu terkejut melihat Riko sudah berada di sana sendirian.


"Sudah kabur. Makanya... jangan sok berani dengan lewat jalan kayak ini sendirian! Mau cari masalah? Coba kalau tadi nggak ada orang lewat? Kamu mau ngadepin preman itu sendirian?" ucap Riko ketus.


"Iya Kak... maaf..." ucap gadis cantik itu dengan wajah penyesalan juga terkesan dengan keberanian Riko.


"Maaf? Buat apa?" tanya Riko.


"Maaf sudah membuat Kakak jadi terluka, ini..." ucap sang gadis sambil mengulurkan sapu tangan miliknya untuk membersihkan luka di ujung bibir Riko.


Riko menerimanya tanpa bicara apa pun.

__ADS_1


"Sebenarnya... aku juga nggak pernah lewat sini, cuma tadi buru-buru karena sudah terlambat masuk kuliah. Terpaksa aku lewat sini, meski... daerah sini rawan untuk dilewati, tapi aku bisa lebih cepat sampai." lanjut sang gadis.


"Nah, kamu sendiri tahu tempat ini bahaya! Masih nekat aja lewat sini." jawab Riko sambil beranjak ingin pergi.


"Eh... Tunggu!!!" panggil gadis itu.


"Ada apa?" Riko berhenti tanpa berbalik arah.


"Terimakasih sudah menyelamatkan ku." ucap sang gadis.


"Terus? Udah kan? Aku pergi...!" lanjut Riko.


"Eh... Sebentar?" gadis itu menyusul dan tiba-tiba sudah ada di hadapan Riko.


"Kalau boleh tahu, nama Kakak siapa? Eeemmm... maksudnya, kita kan sama-sama dari Indonesia, mungkin... kita bisa berteman..." ucap Gadis itu.


"Riko..." ucapnya dingin lantas berlalu pergi.


"Kak Riko tunggu!" gadis itu kembali mengikuti Riko.


"Apa lagi sih? Kamu mau ikutin aku pergi?" tanya Riko.


"Maaf... sapu tangan saya..." kata gadis itu meminta kembali sapu tangannya.


"Oh... ini...!" jawab Riko sedikit malu karena mengira gadis itu hendak mengikutinya.


"Terimakasih.... Assalamu'alaikum..." gadis itu lantas pergi mendahului Riko.


"Hhhuuffft... ada-ada aja!" Riko bicara sendiri sambil bersiap untuk pergi. Beberapa saat kemudian, ia melihat dompet warna merah muda tergeletak di jalan.


"Dompet siapa ini?" Riko mengambilnya.


"Nggak salah lagi, pasti milik gadis yang ku selamatkan tadi." ucap Riko sambil berlari mencari si gadis tapi rupanya Riko sudah kehilangan jejak. Ahirnya dia putuskan untuk membawa dompet itu lantas mengembalikannya saat dia tahu identitas pemilik dompet.


******


Malam harinya, Riko merebahkan badannya di atas ranjang.


"Astaghfirullah hal 'adzim... aku kan tadi bawa dompetnya cewek yang tadi aku tolong? Kenapa baru inget sih... kasihan cewek itu pasti nyariin." ucap Riko.


Ia lantas memgambil dompet warna merah muda yang tadi ia temukan. Berikutnya, ia keluarkan kartu identitas yang ada di dalamnya untuk mengetahui pemilik dompet tersebut. Di dalam dompet itu ada ATM, KTP, Paspor, Kartu mahasiswa, foto close up dan kartu nama bertuliskan "Amara Shaza Qamira (Shaza)".


"Oh... jadi gadis itu namanya, Shaza... kalau dilihat lumayan cantik juga sih..." ucap Riko.


"Husss... apaan sih kamu, Riko... nyari identitas malah ngelantur." ucap Riko saat memandang foto gadis yang ada dalam dompet tersebut.



Riko menemukan no whatsapp dalam kartu nama lantas segera menghubungi nomor Shaza dan mengirimkan foto dompet tersebut.

__ADS_1


^^^Riko -👨‍🦱^^^


^^^"Assalamu'alaikum... apakah dompet ini punya kamu?"^^^


^^^Shaza - 🧕^^^


^^^"Waalaikumsalam... Alhamdulillah... ini Kak Riko yang tadi nolongin aku ya? Makasih untuk yang ke dua kalinya ya Kak... Sudah sejak pagi tadi aku nyari, ternyata di temukan Kak Riko 🙏"^^^


^^^Riko -👨‍🦱^^^


^^^"Maaf, tadi pagi aku langsung kuliah sampai sore jadi lupa mau kasih tahu kamu."^^^


^^^Shaza - 🧕^^^


^^^"Nggak papa kok, Kak... malahan aku yang terimakasih banget karena Kak Riko udah nyelametin aku juga dompet ku."^^^


^^^Riko -👨‍🦱^^^


^^^"Okey... besok siang kalau kamu ke kampus aku bawakan."^^^


^^^Shaza - 🧕^^^


^^^"Bisa... Kak. Jam berapa?"^^^


^^^Riko -👨‍🦱^^^


^^^"Jam satu siang..."^^^


^^^Shaza - 🧕^^^


^^^"Baik, InsyaAllah pasti datang Kak..."^^^


^^^Riko -👨‍🦱^^^


^^^"Wassalamu'alaikum..."^^^


^^^Shaza - 🧕^^^


^^^"Waalaikumsalam..."^^^


Shaza yang sejak pagi tadi pusing mencari dompetnya yang hilang pun kini merasa lega setelah mendapat kabar dari Riko.


"Alhamdulilah... terimakasih Ya Allah... ahirnya... kalau rejeki memang nggak akan kemana." ucap Shaza di kamarnya.


"Jadi ini nomor Kak Riko? Baiklah aku simpan. Eeemm... lumayan ganteng juga sih tuh cowok, cuma... sayang... juteknya nggak ketulungan." kata Shaza setelah melihat profil Riko dalam whatsapp-nya.


Memang semenjak patah hati karena cintanya selalu ditolak untuk kesekian kalinya oleh Gendhis, Riko berubah jadi sosok yang dingin pada wanita. Mungkin jika alasan Gendhis menolak bukan karena kakaknya, Riko bakal rebut hingga bisa ia dapatkan Gendhis. Tapi demi kebahagiaan dua orang yang ia sayangi, ahirnya Riko mengalah. Sekarang bukannya dia coba membuka hati untuk gadis lain, justru malah dia menutup rapat pintu hatinya. Karenanya, sekarang Riko berubah jadi cowok cool dan cuek hingga bikin cewek gregetan dan berlomba-lomba mendapatkan hati Riko. Namun sayangnya, belum ada yang bisa menaklukkan hati yang dingin bak kutub utara itu.


Entah kapan Riko bisa moveon dari Gendhis. Sebenarnya bukan hal yang sulit asalkan Riko mau. Dia sebenarnya tahu, cuma tak mau.

__ADS_1


*****


__ADS_2