Jodoh Masa Kecil

Jodoh Masa Kecil
Cinderella dari Puncak Sumbing


__ADS_3

Lintang kini tengah sibuk memamerkan kemesraannya dengan gadis cantik yang ada di sampingnya dihadapan teman-temannya. Apalagi Lintang yang sekarang sudah resmi jadi prajurit TNI dan tinggal menunggu pelantikan untuk tugas barunya. Hal itu seolah membuat Lintang semakin besar kepala. Tak ada satupun yang bertanya siapa identitas Gabby, tapi seolah mereka tahu hubungan yang terjalin di antara mereka cukup dekat.


Di saat semua orang sedang sibuk membicarakan kemesraan Lintang dengan Gabby, tiba-tiba Riko datang menghampiri Gendhis bak pangeran dalam dongeng Cinderella. Riko datang menghampiri Gendhis yang saat itu memang berpenampilan cantik bagai Cinderella dengan menggunakan dress muslim warna merah marun dan hijab warna pink muda serta make up sederhana tapi terlihat mempesona. Dengan sigap dan tanpa ragu sedikitpun, Riko memegang jemari Gendhis sangat kuat, hingga gadis itu merasa kesulitan untuk melepaskan genggaman Riko, seperti yang dulu pernah ia lakukan pada saat mereka berada di ruang perpus.


Riko menarik tangan Gendhis seolah tak peduli dengan puluhan pasang mata yang mulai mengamati keberadaan mereka. Ini membuat Gendhis dipenuhi pertanyaan, sebenarnya apa yang hendak dilakukan oleh pria tatampan yang sekarang mulai melangkah kan kaki.


"Mas Riko... kita mau kemana?" tanya Gendhis berbisik.


"Udah... kamu diem aja. Ikut aja apa yang aku bilang!" perintah Riko seolah Gendhis sekarang masih menjabat sebagai sekretaris OSIS seperti waktu dulu.


Riko berjalan pelan menuju depan panggung, lalu perlahan dia mulai naik ke atas panggung dengan tangan kirinya menggenggam erat jemari kanan Gendhis. Ahirnya, mereka berdua tepat berada di tengah panggung. Semua yang hadir lantas menatap pemandangan yang ada di hadapan mereka, tak terkecuali Lintang. Ia merasa hatinya mulai gerah melihat tingkah Riko.


Hingga detik itu, Gendhis masih belum juga mengerti apa yang hendak Riko lakukan dengan melibatkan dirinya menjadi pusat perhatian semua peserta reuni. Namun pada akhirnya teka teki itu terjawab ketika musik mulai berhenti lantas Riko memegang pengeras suara di tangan kanannya. Ia mulai melepaskan genggaman tangan Gendhis, tapi setelah itu... ia raih pundak kiri Gendhis sehingga posisi mereka berdiri berdampingan sangat dekat sekali.


Gendhis tak tahu harus berbuat apa di tengah-tengah keramaian dengan puluhan pasang mata yang menatap mereka. Ia seperti ingin berlari turun dari atas panggung. Namun tangan kiri Riko cukup kuat melingkar di bahunya, ahirnya tak ada yang bisa dilakukan kecuali mengikuti saja permainan Riko. Ia hanya berharap apa yang akan Riko lakukan tidak akan mengubah citra semua orang terhadapnya menjadi ber image negatif.


Semua peserta menjadi diam, ketika tiba-tiba Riko berbicara melalui mic yang ada di tangan kanannya.


"Terimakasih atas waktunya. Kami berdiri di sini untuk memberikan satu persembahan lagu untuk kalian semua dengan Judul "Jika" dari Melly Goeslaw. Selamat menikmati." kata Riko yang sebenarnya tidak cukup yakin dengan suaranya yang standar itu. Kalau Gendhis... jangan ditanya. Dia gadis multi talenta, seperti dulu saat acara pelepasan siswa Gendhis sempat ditunjuk untuk mempersembahkan lagu berjudul "Pantang Mundur", apa masih ingat? πŸ€”


Musik dari band sekolah pun mulai mengalun membuat Gendhis mau tidak mau mengikuti saja perkataan Riko yang cukup membuat kepalanya terasa pening itu.


🎼🎼🎼🎼


..."Jika teringat tentang dikau...


...Jauh di mata dekat di hati...


...Sempat terpikir tuk kembali...


...Walau beda akan kujalani...


...Tak ada niat untuk selamanya pergi...

__ADS_1


...Jika teringat tentang dikau...


...Jauh di mata dekat di hati...


...Apakah sama yang kurasa...


...Ingin jumpa walau ada segan...


...Tak ada niat untuk berpisah denganmu...


...Jika memang masih bisa mulutku berbicara...


...Santun kata yang ingin terucap...


...'Kan ku dengar caci dan puji dirimu padaku...


...Kita masih muda dalam mencari keputusan...


...Maafkan daku ingin kembali...


Mereka berhasil membuat takjub semua yang hadir. Apalagi chemistry mereka benar-benar dapet seolah mereka adalah pasangan duet paling romantis mengalahkan pasangan duet Anang-Ashanti.


Ekspresi wajah Lintang sudah amat masam waktu itu, seolah tidak rela Gendhis begitu dekat dengan rival abadinya itu. Tapi apa hendak dikata, kali ini dia sudah kehilangan hak atas Gendhis semenjak dia menikahi Gabby.


Tepuk tangan para hadirin pun pecah membuat suara di aula semakin riuh. Sesaat kemudian, Riko kembali memberikan kejutan untuk semua orang. Tiba-tiba dengan mic yang masih ada di tangan kanannya, Riko berkata


"Terimakasih untuk tepuk tangan yang meriah ini. Tapi lebih dari itu, yang terpenting untuk kami berdua di sini adalah do'a restu kalian untuk kami karena sebentar lagi... kami akan bertunangan lalu menikah!" ucap Riko serentak membuat heboh, itu pun dilakukan tanpa memberi isyarat pada Gendhis terlebih dahulu. Ada yang bertepuk tangan turut berbahagia, ada pula yang terbakar hatinya seperti Lintang juga Trio Centil.


Gendhis amat terkejut dengan ucapan Riko. Mendengar kata tunangan dan menikah, membuat hatinya tersayat-sayat karena rasa trauma yang mendalam akibat kegagalannya bersama dengan Lintang.


Riko menoleh ke arah Gendhis dengan tatapan yang amat lembut. Ia rupanya cukup tahu apa yang akan Gendhis lakukan. Gendhis masih memegang pengeras suaranya dan hendak ia dekatkan di bibir manisnya untuk meluruskan perkataan Riko. Dia tidak ingin memberi informasi bohong pada semua yang hadir di sana. Karenanya Gendhis ingin berkata jujur.


Namun sebelum itu terjadi, segera Riko menarik tangan Gendhis, lalu melangkahkan kakinya sehingga dia berdiri berhadapan dengan Gendhis sehingga wajah mereka sangat dekat sekali, dengan jari telunjuk Riko tepat berada di bibir manis Gendhis, seolah melarang Gendhis untuk berkata sepatah katapun. Hal itu membuat Gendhis tak bisa berkutik. Apalagi posisi Riko berdiri membelakangi audiens di bawah panggung, dengan tubuh sedikit membungkuk karena tubuhnya lebih tinggi dari Gendhis. Sehingga jika nampak dari belakang, posisi mereka seperti pasangan yang sedang berciuman.

__ADS_1


"Haaaa..."


Semua yang hadir pun semakin melongo melihat tingkah nekat Riko. Terutama Lintang. Dia reflek seketika ingin berjalan ke atas panggung untuk menghentikan Riko, tapi segera Gabby menahan tangannya.


"Lintang... kamu mau kemana Sayang? Udah biarin aja!" pinta Gabby.


Lintang pun urung untuk pergi dan tetap berada pada posisinya dengan rasa dongkol yang luar biasa dalam hatinya. Ia tidak habis fikir kenapa mereka sampai bisa bercumbu mesra di hadapan semua orang? Padahal sejak kecil mereka dijodohkan, tak pernah sekalipun Gendhis memberinya kesempatan untuk menyentuh wajahnya. Hatinya semakin panas seperti api di dalam sekam.


Kejadian itu sempat terekam di mata semua orang sekitar beberapa menit, sehingga tak lama kemudian Gendhis tiba-tiba berlari turun dari panggung meninggalkan Riko bersama semua orang dengan kesalahpahaman mereka.


Gendhis berjalan cepat keluar dari ruang aula menuju samping ruang kelas, dengan wajah memerah menahan amarah pada Riko atas sikapnya. Riko pun dengan langkah cepat menyusul Gendhis. Dilihatnya Gendhis sedang duduk di kursi samping ruang kelas dengan kedua tangan menutupi wajahnya.


Dengan penuh rasa bersalah, Riko mendekatinya lalu duduk di samping Gendhis dan berkata,


"Dis, maafin aku...! Aku nggak bermaksud..." ucap Riko terputus.


"Cukup, Mas... percuma Mas Riko mau jelasin ke aku. Nggak ada gunanya! Tapi bagaimana dengan mereka yang sudah hidup dengan angan mereka dalam kesalahpahaman ini? Apakah Mas Riko sanggup, sekarang juga kembali ke aula lalu bilang kalau yang Mas Riko ucapkan tadi adalah bohong? Juga jelaskan pada semua orang tentang kesalahpahaman atas sikap Mas Riko tadi? Nggak kan? Jadi buat apa Mas Riko jelaskan padaku?" ucap Gendhis marah dan ingin pergi. Ia berjalan menuju tempat parkir dan hendak pergi sebelum acara berakhir.


"Tunggu, Dis... kamu mau kemana?" cegah Riko.


"Aku mau pulang!" jawab Gendhis marah sambil menyalakan mesin motornya.


"Gendhis... tunggu!" cegah Riko mamun tak dihiraukan.


Ahirnya dia ikhlaskan saja gadis pujaannya pergi dengan amarahnya.


"Huffftt..."


Riko menarik nafas panjang. Ia juga tidak menyangka kalau pertemuannya dengan Gendhis setelah beberapa tahun lamanya tidak bertemu akan berakhir seperti ini.


"Dis... andai saja kamu tahu, alasan kenapa aku berbuat seperti ini... aku rela kamu marah sama aku, tapi aku nggak rela kalau Lintang memperlakukan mu dengan tidak adil di hadapan semua orang." ucap Riko lirih sebelum akhirnya dia kembali masuk ke aula sekolah.


Namun satu hal penting yang tak Gendhis tahu, bahwa sikap Riko tadi benar-benar bisa membuat Lintang mati kutu. Dan Riko cukup bahagia untuk satu hal itu.

__ADS_1


*****


__ADS_2