
Masih tentang malam akrab di gedung Akmil.
Rekanita yang lolos pemeriksaan dibiarkan masuk saat pemeriksaan. Sedangkan rekanita yang pakaiannya dianggap tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang dibuat oleh Ibu persit, atau mereka yang salah kostum, maka mereka akan diminta untuk mengganti kostumnya. Pada saat kembali, juga harus diperiksa ulang. Jika bajunya sudah sesuai pun mereka juga tidak langsung diperbolehkan masuk. Sebagai hukumannya harus menunggu komandan memasuki gedung sekitar 30 menit barulah mereka dipersilakan masuk. Terdengar cukup rumit namun, itulah aturan yang berlaku.
Acara sudah hampir dimulai, tapi Lintang belum juga melihat Gabby ada di sana. Sedang rekan-rekan yang lain nampak sudah menyanding pasangannya masing-masing. Kecemasan Lintang semakin tak dapat disembunyikan ketika ditelpon berkali-kali tapi tak sekalipun mendapatkan jawaban dari Gabby.
Ternyata benar, 30 menit setelah komandan memasuki gedung, barulah ia melihat Gabby yang berjalan ke arahnya dengan terburu-buru.
"Sayang..., kamu dari mana aja sih? Dari tadi aku telepon juga nggak diangkat. Acara sudah hampir dimulai." tanya Lintang sedikit dengan nada tinggi.
"Sayang... bukan cuma kamu aja yang kesel. Kamu tau nggak, gara-gara pemeriksaan tadi di luar, hampir aja aku nggak bisa ikut acara ini." jawab Gabby juga dengan nada tinggi.
"Pemeriksaan? Pemeriksaan apa?" tanya Lintang sambil mengerutkan dahi.
"Iya... pemeriksaan tadi. Dan kamu tau nggak Sayang, susah-susah aku dandan, beli gaun baru, eh ternyata... sampai di sini aku disuruh pulang sama Ibu-ibu Persit, cuma gara-gara aku salah bberpakaian katanya. Padahal menurutku biasa aja dan nggak ada yang vulgar. Ahirnya mau nggak mau aku pulang dulu buat ganti baju." jelas Gabby.
"Ya... Tuhan... Yaudah, ayuuuk buruan masuk, acara bentar lagi di mulai." ucap Lintang sambil menggandeng tangan Gabby.
Lintang lupa kasih tahu Gabby soal pemeriksaan pakaian sebelum masuk di acara Makrab. Harusnya ia kasih tau sebelumnya, karena kekasih barunya ini memang gemar berpakaian seksi. Apalagi kalau ada acara-acara pesta semacam ini. Mereka segera mengisi buku tamu, lantas masuk ke dalam tempat di mana acara tersebut berlangsung.
Tepat pukul 7 malam acara dimulai, di salah satu gedung yang berada dalam Akmil. Gedung Lily Rochli merupakan gedung yang biasa digunakan untuk acara besar seperti malam akrab, malam pengantar tugas, dan kunjungan dari universitas lain. Ini adalah puncak acara malam keakraban Akademi Militer.
Diawali dengan komando dari Danmenkortar (Komandan Resimen Korps Taruna) bahwa acara akan segera dimulai. Pertama kalinya Gabby melihat sikap siap saat duduk yaitu, menghentakkan satu kaki sebanyak satu kali lalu diam tidak bergerak sedikit pun (membeku) selama kurang lebih satu menit lalu menghentakkan satu kaki sebanyak satu kali lagi untuk kembali beristirahat (sudah boleh diperkenankan bergerak). Acara dilanjutkan dengan hiburan oleh MC dan kata sambutan dari komandan militer.
__ADS_1
Angan para taruna tersebut seolah di ajak kembali menerawang ketika memori dari tingkat 1 sampai tingkat 4 kembali diulang melalui rekaman video dan foto-foto yang ditampilkan pada LCD. Tampk beberapa dari mereka ada yang meneteskan air mata tatkala mengingat masa-masa perjuangan dahulu yang cukup berat di mana mereka harus berenang sambil membawa senjata, menjelajahi hutan, menembak, mendaki lembah tidar, hingga terjun payung. Termasuk Lintang.
Sebenarnya dia ingat betul betapa tidak mudah mewujudkan impiannya itu. Ia juga sadar, atas berkat bantuan siapa dia bisa mewujudkan cita-citanya.
"Makasih, Dis... atas apa yang sudah kamu lakuin buatku selama ini. Dan maaf... banget aku nggak bisa bales semua yang udah kamu lakuin buatku. Aku nggak bisa menahan perasaan ku. Aku nggak bisa bohongin perasaan ku kalau aku mencintai Gabby. Semua terjadi gitu aja. Aku cuma bisa berdo'a buat kamu, agar kamu bisa mendapatkan pasangan hidup yang lebih baik dari ku." ucap Lintang dalam hati.
Malam semakin larut namun acara belum kunjung usai. Pembawa acara tiba-tiba mempersilakan seluruh sermatutar (Sersan Mayor Satu Taruna) untuk maju ke depan didampingi oleh rekanita masing-masing. Kisah romantis sedang dimulai. Untuk kali pertama Lintang berdansa dengan seorang gadis, seperti dalam cerita dongeng Cinderella.
Semua taruna mulai berdansa dengan pasangan masing-masing, begitu halnya dengan Lintang dan Gabby. Lintang merasa jantungnya berdebar-debar saat tangan kirinya melingkar di tubuh seksi Gabby, sambil tangan kanan memegang lembut tangan kanan Gabby. Dengan posisi berdiri berhadapan, bahkan sangat dekat sekali, Lintang terus memandangi wajah cantik Gabby yang mempesona. Ingin rasanya Lintang mendekap erat kekasihnya itu namun ia sadar bahwa di situ bukanlah tempat yang tepat untuk memadu kasih.
Acara dansa selesai, semua peserta dansa diminta kembali ke tempat duduknya. Ketika hendak duduk, Lintang terkejut ketika ada yang memegang tangan kirinya lantas menariknya beberapa langkah. Ternyata dia adalah Arnold teman dekatnya.
Lintang lalu berkata pada Gabby, "Bentar Sayang... kamu duduk dulu. Aku ada perlu sama Arnold bentar. Nanti aku nyusul. Okeyy..." bisik Lintang lirih karena khawatir Arnold mendengar ucapannya.
Lintang dan Arnold pergi menjauh dari keramaian. Setelah mereka berdua sampai di tempat yang tidak begitu ramai, Arnold pun segera memulai topik pembicaraan. Ia seolah tidak sabar lagi mendengarkan penjelasan dari Lintang.
"Lintang... apa-apaan kamu? Kenapa kamu bisa ngajak Gabby ke acara ini? Di mana Gendhis?" tanya Arnold.
Wajah Lintang gusar tak menentu. Ia sadar, cepat atau lambat Arnold pasti tahu tentang sandiwara cinta Lintang dengan Gabby.
"Jawab gue, Bro! Di mana Gendhis? Jangan bilang kalau Loe ninggalin Gendhis cuma untuk wanita murahan itu ya?" lanjut Arnold.
Mendengar ucapan Arnold yang menyudutkan Gabby, serentak emosinya seakan memuncak.
__ADS_1
"Eh, Bro... jaga mulut kamu ya? Siapa yang kau bilang cewek murahan? Gabby? Kamu nggak berhak bicara soal Gabby, apalagi sampai menjelekkan dia." jawab Lintang seolah tak terima mantan tunangan Gabby itu menjelek-jelekkan nama Gabby.
"Oh... jadi benar! Gue cukup tau sekarang. Loe udah ninggalin Gendhis untuk Gabby." kata Arnold.
Lintang hanya terdiam seolah mengiyakan perkataan sahabatnya itu.
"Lintang... Lintang... Loe benar-benar udah tertutup oleh bujuk rayuan Gabby. Sampai-sampai Loe ninggalin permata cuma untuk mendapatkan bunga yang kelihatannya mekar tapi baunya busuk." lanjut Arnold yang merasa geram dengan sikap Lintang.
"Eh... eh... eh... Bro. Kamu udah kelewat bates ya! Siapa yang kasih kamu hak untuk bicara seburuk itu soal Gabby. Kamu nggak tau seperti apa Gabby sebenarnya." ucap Lintang.
"Loe yang nggak tahu Gabby sebenarnya. Gue kurang tahu apa? Dia mantan tunangan Gue. Apa Loe lupa? Siapa yang udah ngenalin Loe sama Gabby? Gue bener-bener nggak nyangka kalau ahirnya bakalan kayak gini... Oh.. Tuhan... ampuni aku... Gendhis... maafin aku. Kalau dari awal gue tahu bakal kayak gini, nggak akan pernah gue minta bantuan Loe buat pura-pura pacaran sama Gabby." ucap Arnold penuh penyesalan dan rasa bersalah. Dia seolah kehabisan kata-kata untuk menggambarkan betapa tidak pantasnya Gabby untuk Lintang.
"Sorry Bro... awalnya aku emang pura-pura suka sama Gabby, tapi sekarang cinta ku untuk Gabby tulus. Meski harus mengorbankan perasaan Gendhis." ahirnya Lintang mau mengakui di hadapan Arnold.
"Oh... Tuhan... Gabby bahkan bukan rival yang seimbang jika disandingkan dengan gadis sebaik Gendhis." kata Arnold.
"Makasih Bro, buat sarannya, tapi maaf... aku punya penilaian sendiri tentang Gabby itu gadis seperti apa. Dan makasih juga, berkat kamu... aku bisa jadian sama Gabby. Aku nggak mau persahabatan kita hancur cuma karena masalah cewek. Aku pergi dulu, Gabby udah lama nunggu." ucap Lintang sambil berlalu pergi begitu saja meninggalkan Arnold seolah tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Oh... Tuhan... gimana caranya Gue bisa mengembalikan Lintang pada tunangannya? Lintang belum tahu Gabby itu gadis seperti apa. Gue khawatir... Lintang akan terjerumus pada pergaulan Gabby yang bebas itu." Arnold bica sendiri.
Sesaat kemudian, dia pun pergi menemui rekanitanya, yang tidak lain adalah tunangannya yang sekarang seusai putus dengan Gabby.
*****
__ADS_1
Cuplikan episode berikutnya... ahirnya benar terjadi yang dikhawatirkan Arnold... Lintang terjebak dalam pergaulan bebas Gabby 🥰🥰🥰