Jodoh Masa Kecil

Jodoh Masa Kecil
Mencari Gendhis


__ADS_3

Di halaman rumah mewah nan luas itu, Gala memarkirkan mobilnya. Ia segera turun lantas masuk ke dalam rumah. Ia berharap, dari balik pintu Gendhis akan tersenyum manis sambil memcium tangannya seperti yang mereka lakukan setiap harinya.


"Assalamu'alaikum..." Gala mengucapkan salam tapi tak ada yang menjawab. Ia lantas pergi ke kamarnya, tapi Gendhis juga tak terlihat ada di sana.


"Gendhis... Gendhis... kamu di mana?" Gala mulai penasaran. Dia kemudian turun dan mencari istrinya siapa tahu ada di sana. Bahkan seluruh rumah sudah ia kelilingi namun tak jua menemukan pujaan hatinya.


Gala kemudian melihat Si Embak yang sedang menyetrika pakaiannya.


"Mbak... Gendhis di mana ya? Aku panggil dari tadi nggak ada jawaban." Tanya Gala.


"Oh... iya Pak, tadi Ibu pesan kalau Bapak cari Ibu lagi pergi keluar sebentar." jawab Si Embak.


"Pergi??? Pergi ke mana?" Gala penasaran.


"Saya ndak tahu, Pak. Ibu ndak bilang mau pergi kemana." jelas Si Embak.


Gala segera menelpon Gendhis tapi tak ada jawaban. Dia mulai panik. Tidak biasanya Gendhis pergi tanpa meninggalkan pesan. Ia lalu teringat saat pagi tadi ada panggilan tak terjawab. Waktu itu Gala sedang memimpin rapat penting. Mungkin tadi Gendhis ingin meminta izin. Gala menyesal, kenapa seusai rapat ia tidak langsung menelpon balik.


Gala sempat berfikir, apa mungkin Gendhis pulang ke Merangi? Tapi mana mungkin Gendhis pulang ke sana sendirian, bahkan tanpa memberi tahu Gala. Ia lalu mencoba menepikan rasa khawatinya. Ia tak ingin buru-buru menghubungi Bu Sari. Iya kalau Gendhis ada di sana, kalau tidak? Hal itu justru akan membuat keluarga Merangi jadi khawatir.


Hampir satu jam Gala menghabiskan waktu di rumah dengan segala aktifitasnya sambil menunggu kabar dari Gendhis. Tapi ponselnya belum aktif juga. Ia lalu memutuskan untuk mencari dengan mobilnya.


"Gendhis... sebenarnya kamu kemana? Kenapa kamu buat aku khawatir seperti ini?" ucap Gala sambil melajukan mobilnya dengan pelan.


Saat berada dalam kepanikannya, tiba-tiba terdengar ponselnya berdering


"Assalamu'alaikum... Kak Gala, ini aku Shaza."


๐Ÿ‘‡Gala


"Waalaikumsalam... Shaza? Ada apa?"


๐Ÿ‘‡Shaza


"Bisakah Kak Gala menemui ku sekarang juga?"


Shaza pun bicara panjang lebar di telepon.


๐Ÿ‘‡Gala


"Oke... okey... aku ke sana sekarang juga! Makasih ya Sha... Assalamu'alaikum..."


๐Ÿ‘‡Shaza


"Iya, Kak. Waalaikumsalam..."


Usai menutup teleponnya, Gala segera putar balik arah menuju tempat yang di katakan oleh Shaza. Kali ini ia melajukan mobilnya dengan sangat cepat agar ia bisa segera sampai.


Setelah sampai, Gala memarkirkan mobilnya. Ia bergegas mencari Shaza dan tak lama kemudian ia menemukannya.

__ADS_1


"Shaza... di mana Gendhis sekarang?" tanya Gala panik.


"Kak Gala... jangan panik. Aku antar Kak Gala bertemu dengan Kak Gendhis sekarang." jawab Shaza.


Gala pun ikut saja kemana Shaza membawanya.


"Kak Gala... Kak Gendhis sedang beristirahat. Kakak tak perlu khawatir, dia baik-baik saja." jawab Shaza.


Gala ahirnya menemukan Gendhis sedang terbaring di atas kamar di sebuah ruangan VIP di RSUD Tidar Kota Magelang. Ia berjalan mendekati Gendhis lantas duduk di atas kursi samping tempat tidur sambil memegang jemarinya dan membelai lembut keningnya yang sedikit tertutup hijab.


"Gendhis... apa sebenarnya yang sudah terjadi?" ucap Gala lirih takut membangunkan istrinya.


"Kak Gala... bisa kita bicara sebentar?" tanya Shaza.


Gala hanya menganggukkan kepalanya. Ia lantas mengikuti Shaza berjalan menuju ruangannya.


"Silakan duduk, Kak..." ucap Shaza.


Usai keduanya duduk, Gala mulai bertanya pada Shaza.


"Shaza? Apa yang sebenarnya telah terjadi pada Gendhis? Dan... kenapa kamu bisa bersama dengannya? Apa tadi Gendhis memang pergi untuk menemuimu?" tanya Gala.


"Kak Gala... kebetulan... hampir dua bulan ini saya di tempatkan di rumah sakit ini sebagai dokter. Dan tadi siang... ada seorang ibu paruh baya bersama anaknya datang kesini untuk memeriksakan pasien. Katanya ia melihat pasien tersebut sangat lemah kemudian pinsan di sebuah masjid seusai sholat dzuhur. Ibu tersebut membawa pasien kemari, dan kebetulan saat saat saya berada di ruang IGD, saya melihat Kak Gendhis sedang menjalani pemeriksaan awal di sana. Saya lantas mencari siapa yang telah membawa Kak Gendhis ke sini, dan ternyata... Ibu itulah yang sudah membawa Kak Gendhis. Karenanya, usai menjalani pemeriksaan di IGD, saya meminta suster untuk membawanya ke ruang rawat inap dan saya langsung menghubungi Kak Gala. Saya dapat nomor Kak Gala dari Kak Riko karena saya lihat ponsel Kak Gendhis tidak aktif." jelas Shaza.


"Astaghfirullah hal adzim... kenapa Gendhis bisa pinsan Shaza? Lalu bagaimana kondisinya sekarang?" tanya Gala khawatir.


"Tunggu... tunggu... apa tadi kamu bilang? kandungan? Apa Gendhis sekarang sedang hamil?" ucap Gala dengan jantung berdebar kencang saat menanyakan bahwa Gendhis sedang hamil.


"Lho... jadi Kak Gala belum tahu kalau Kak Gendhis sedang hamil ya?" tanya Shaza.


"Aku benar-benar belum tahu kalau istriku sedang hamil Sha..." Gala seolah masih belum percaya kalau dirinya akan segera menjadi seorang ayah, tapi tak mungkin juga dokter memberikan diagnosa palsu pada pasiennya fikir Gala.


"Berarti... saya yang pertama kasih kabar bahagia ini sama Kak Gala ya? Wah... jadi tak enak hati, karena saya pikir Kak Gala sudah mengetahuinya. Maaf... dan juga... Selamat ya... Kak Gala akan menjadi seorang ayah." ucap Shaza.


Seketika itu juga Gala langsung bersujud di atas lantai ruangan Shaza untuk sujud syukur atas anugerah yang sudah diberikan padanya seraya mengucap,


ุณูŽุฌูŽุฏูŽ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‰ ู„ูู„ูŽู‘ุฐูู‰ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽู‡ู ูˆูŽุตูŽูˆูŽู‘ุฑูŽู‡ู ูˆูŽุดูŽู‚ูŽ ุณูŽู…ู’ุนูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽุตูŽุฑูŽู‡ู ุจูุญูŽูˆู’ู„ูู‡ู ูˆูŽู‚ููˆูŽู‘ุชูู‡ู ููŽุชูŽุจูŽุง ุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงูŽุญู’ุณูŽู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุงู„ูู‚ููŠู’ู†ูŽ


โ€œSajada wajhiya lilladzii kholaqohu washowwarohu wasyaqo samโ€™ahu wa bashorohu bihaulili wa quwwatihi fatabaa ro kallaahu ahsanul khooliqiin.โ€


Artinya:ย โ€œAku sujudkan wajahku kepada yang menciptakannya, membentuk rupanya, danย membuka pendengaran serta penglihatan. Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta.


Usai sujud syukur, Gala kembali duduk di kursinya dan berkata, "Makasih banyak Sha... kamu sudah menjaga Gendhis sampai aku datang."


"Sama-sama Kak Gala, itu memang sudah tugas saya. Oh... iya... tolong dipastikan kalau Kak Gendhis jangan terlalu lelah dan asupan gizi serta susu dan vitaminnya jangan sampai telat ya, Kak. Karena dari hasil analis, ada dua detak jantung dari dalam kandungan Kak Gendhis, dan insyaallah... kemungkinan besar, Kak Gendhis mengandung baby twins." kejutan berikutnya untuk Gala.


"Masya Allah... Subhanallah... terimakasih atas anugerah yang Kau berikan pada kami Ya Allah. Baik, Sha... InsyaAllah aku akan pastikan semua kebutuhan untuk Gendhis dan buah hati kami akan terpenuhi." lanjut Gala.


"Baiklah kalau begitu. Nanti ketika Kak Gendhis terbangun dari istirahatnya, Kak Gala bisa bawa Kak Gendhis pulang dan saya akan berikan resep vitamin juga suplemen makanan." kata Shaza.

__ADS_1


"Iya, Sha... Oh iya... aku minta data tentang ibu-ibu tadi yang membawa Gendhis ke rumah sakit ya! Aku akan suruh orang kepercayaan ku untuk memberikan imbalan sepantasnya karena sudah menolong istri ku." pinta Gala.


"Baik... saya hubungi lagi Kak Gala nanti lewat telepon." jawab Shaza.


Ahirnya setelah memastikan kondisi Gendhis memang sudah membaik, Gala membawa Gendhis pulang ke rumah mereka.


*****


Gala membawa Gendhis berjalan ke kamarnya dengan sangat hati-hati. Ia lalu meminta Gendhis untuk berbaring di atas ranjangnya.


"Eh... eh... tunggu... kamu mau kemana?" tanya Gala saat melihat Gendhis hendak bangun dari tidurnya.


"Mas Gala... aku cuma mau ambil air minum." jawab Gendhis.


"Tetap di situ dan jangan geser sedikitpun, okeyy... aku yang akan ambilkan." pinta Gala.


"Kan cuma ambil air minum, aku bisa ambil sendiri dan Mas Gala nggak perlu khawatir aku sehat kok." jawab Gendhis.


"Aku bilang enggak ya enggak pokoknya! Udah, deh... kalau dibilangin suaminya nggak boleh bandel." ucap Gala sambil berlalu pergi mengambil segelas air putih.


"Aduh... sepertinya rencana ku untuk bikin kejutan buat Mas Gala gagal. Dan sepertinya... dokter sudah memberi tahunya kalau aku sedang hamil." bathin Gendhis.


Cukup lama bagi Gala untuk sekedar mengambil air putih. Dan ternyata benar, ia datang ke kamar dengan membawa sepiring nasi lengkap dengan sayur, lauk, buah pisang dan juga susu.


"Mas Gala... aku kan tadi mintanya air putih, kenapa yang di bawa kesini malah makan segini banyak dan... iiihhh...." perut Gendhis tiba-tiba merasa mual saat mencium bau nasi dan lauk yang membuatnya hilang selera makan.


"Gendhis... kamu harus makan. Tadi di rumah sakit belum makan. Ayolah..." Gala coba menyuapi Gendhis.


"Nggak mau... tiba-tiba aku hilang selera makan." jawab Gendhis.


"Tapi kamu harus tetap makan Sayang... setidaknya makanlah sedikit untuk si umut yang ada dalam perut kamu. Ayo buka mulutnya..." paksa Gala.


"Jadi... Mas Gala sudah tahu kalau..." tanya Gendhis.


"Ya iya lah... aku tahu. Aku kan ayahnya." jawab Gala.


Wajah Gendhis menunduk. Ia merasa bersalah telah merahasiakan kehamilannya.


"Gendhis... kenapa kamu merahasiakan hal sebesar ini dari ku? Kau tahu... itu bisa membahayakan dirimu sendiri, juga calon bayi-bayi kita dalam kandungan mu. Alhamdulillah... Allah mengirim orang yang sangat baik dan membawa mu ke rumah sakit. Kalau enggak? Aku nggak tahu lagi harus berkata apa jika terjadi sesuatu dengan mu!" untuk pertama kalinya Gendhis melihat mantan dosennya itu benar-benar pasang wajah masam di hadapannya. Gendhis tak mengira, kalau rencananya untuk membuat kejutan di hari ulang tahun Gala akan berujung dengan menghawatirkan suaminya.


Tadinya Gendhis ingin memberi kejutan tentang kabar kehamilannya tepat di hari ulang tahun Gala yaitu hari ini. Ia tak menyadari karena terlalu lelah menyiapkan kejutan itu ahirnya ia jatuh pinsan.


*****


...Terimakasih kakak, sudah menunggu ๐Ÿค—...


...Buat yang kemarin request baby twins buat Gala Gendhis, udah terkabul ya... ๐Ÿฅฐ...


...Mohon maaf belum bisa balas komentarnya satu-satu ya kakak... dikarenakan othor sedang agak sibuk persiapan untuk pre tes sebentar lagi. Mudah-mudahan bisa up setiap hari yaaa... ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿ™๐Ÿ™...

__ADS_1


__ADS_2