
Pagi itu Randi membuka mata nya karna terasa terik matahari pagi mulai menyinari seluruh wajah nya, sehingga dia terbangun dari tidurnya.
" Mah, mamah kenapa buka jendela sih, Kan Harini Randi nggak ngantor " ucap Randi sambil menarik selimut untuk menutupi seluruh wajah nya.
" Ayo bangun, mamah sudah atur kan jadwal kamu ketemu sama Winda " ucap Ningsih dengan senyum.
" Hah, hari ini mah ? mamah kok gak bilang bilang dulu sama Randi, ya ampun mah Randi udah gede " ucap Randi kesal.
" Ya kamu kan anak mamah, ya terserah mamah dong " senyum sumringah Ningsih yang memang selalu ikut andil dalam kehidupan Randi.
" Emang nya Randi ketemu dia dimana sih mah ?" tanya Randi sembari membuka selimut yang menutupi wajah nya.
" Nanti kamu jemput Winda di bandara, jam 2 siang " ucap Ningsih lagi sambil duduk di tepi ranjang Randi.
" Di bandara ? " dengan wajah keheranan Randi.
" Iya di bandara sayang " ucap Ningsih lagi mempertegas ucapan nya.
" Memang nya dia itu dari Paris apa dari Mana sih, pake di jemput segala, kenapa gak suruh naik taksi aja, atau gak suruh mang Udin yang jemput " jawab Randi dengan rasa malas.
" Pokok nya keputusan mamah gak bisa di ganggu gugat lagi Randi, cepat sana mandi, mamah sudah siapkan sarapan lalu kamu siap siap kebandara "
Ningsih lalu meninggalkan Randi yang masih merebahkan badan nya di ranjang kerajaan nya itu.
" Pagi mbok " sapa Randi pada mbok Mina pembantu rumah tangganya
__ADS_1
" pagi den Randi " sahut wanita bertubuh gempal pendek itu.
" mbok, buatkan aku kopi susu seperti biasa ya.. " pintanya dengan lembut.
" Baik den "
Meski pun Randi sering berselisih paham dengan Ningsih, tapi Randi termasuk anak yang penurut dan juga ramah terhadap pegawai di rumah nya, mbok Mina dulu nya seorang penjual gorengan langganan nya dikantor yang sekarang bekerja dirumahnya, sedangkan mang Udin adalah supir pribadi Ningsih kalau memang mau bepergian kemana mana.
" Mah, aku mau keluar dulu sebentar " jelas Randi pada Ningsih.
" Mau keluar kemana, kamu gak sarapan dulu ?"
" Nanti saja di luar, "
" kamu jangan lama lama, ingat hari ini harus kebandara jemput menantu mamah " jelas Ningsih pada Randi.
Kepergian Randi hanya untuk bertemu dengan kekasihnya Mita, dan berniat untuk sarapan bersama lagi itu.
" kreng...kreng " ponsel Randi berbunyi.
" Halo sayang, selamat pagi tuan putri " sapa Randi pada gadis yang ada di telpon itu.
" Kamu dimana sih, aku udah nungguin kamu nih Berjam jam, panas beb, " sahut gadis itu dengan nada kesal.
" Iya iya ini udah mau berangkat, "
__ADS_1
Mita ternyata yang menelpon, Mita adalah pacar Randi, mereka berpacaran sudah hamil 4 tahun. tapi entah kenapa, Ningsih tidak pernah suka kepada Mita, dari semenjak gadis cantik yang selalu berpenampilan seksi itu di kenalkan Dimas pada Ningsih.
setiap melihat mita, Ningsih selalu mengingat wajah Rika, yang telah merebut suaminya.
Dengan mobil Civic berwarna putih Randi mulai menginjak gas kendaraan nya untuk segera menjemput kekasih hatinya.
" Haii..." sapa Randi pada gadis yang telah menunggunya di halte bus.
" Ih kamu lama banget, aku Ampe keringetan kayak gini beb " tukas gadis itu.
" Iya iya maaf bawel, ayok masuk " pinta Randi
" Tanpa kamu suruh juga aku pasti masuk " dengan muka judes gadis itu menjawab.
" Aduh jangan marah dong, kan kamu tau jalanan macet, "
" iya ah udah, ayok cepetan panas "
Mita memang gadis yang sedikit angkuh dan sombong, karna dia juga anak orang berada, sama seperti Randi, semenjak 4 tahun berpacaran randi memang belum pernah kerumah Mita atau pun bertemu orang tua Mita, karna dia merasa belum siap.
" Jadi, tuan putri mau sarapan dimana nih ?" tanya Randi pada Mita
" Di Restaurant seperti biasa aja beb, aku pengen makan kerang deh " pinta Mita
" siap sayangku "
__ADS_1
Randi terus melajukan mobilnya membelah jalanan untuk menuju Restaurant biasa dimana dia makan dengan Mita.