
Ariana bangun dari tidurnya sebelum jam pulang kerja, dia merasa tubuhnya lebih fress. Dia. Menelpon suaminya untuk menjemput ke kantor.
"Hallo mas, kamu dimana ?" tanya Ariana pada suaminya
"Ini mas lagi dijalan sayang, bentar lagi mas jemput kamu yah !" ucap Rizal.
"Iya mas, aku nunggu didepan yah !" ucap Ariana, dia mematikan telponnya dan segera membereskan meja kerjanya.
"Sis saya pulang duluan yah, nanti kamu rapihin meja saya yang masih sedikit berantakan !" ucap Ariana, dia berpesan pada sekertarisnya untuk membereskan ruangannya
"Baik bu !" ucap Siska, Ariana berjalan menuju Lift, dia akan menunggu suaminya di Loby, sepanjang dia berjalan banyak karyawan yang menyapanya.
Saat sampai diLoby dia duduk disofa itu, dia menunggu suaminya. Setelah beberapa menit akhirnya Rizal sampai, dia turun dari mobil dan menjemput istrinya..
"Ayo sayang !" ajak Rizal dia mengulurkan tangannya membantu Ariana bangkit dari duduknya.
"Ehh mas ayo !" Ariana bangkit dari duduknya sambil memegang tangan suaminya, mereka berjalan menuju mobil. Dan saat sampai di dekat mobil, Rizal membukakan pintu untuk Ariana.
"Sayang kamu mau makan apa ,?" tanya Rizal saat mobil itu sudah melaju keluar dari perusahaan..
"Aku mau Bakso mas, boleh yah !" ucap Ariana, dia meminta izin pada suaminya untuk makan Bakso.
"Boleh sayang. Sekalian nanti kita kerumah Lina, bawain juga buat mereka !" ucap Rizal.
"Iya mas !" ucap Ariana.
__ADS_1
Mereka bercerita tentang pekerjaan dan beberapa kenangan, Ariana merasa moodnya sedang baik jadi dia bisa mengimbangi suaminya bercerita.
Mereka menepi sejenak untuk membeli Bakso, Ariana menunggu di mobil sedangkan Rizal turun untuk membeli Bakso
"Mas Baksonya 4 yah, pedesnya Pisah aja !" ucap Rizal, dia menunggu sejenak pesanannya dan sesekali melihat ke arah mobil. "Jadi berapa mas semuanya ?" tanya Rizal saat tukang bakso itu memberikan bungkusan keresek.
"Semuanya jadi 44rb bang !" ucap tukang baso itu. Rizal memgambil uang 100rb didompetnya. "Ambil aja kembaliannya bang. Makasih yah !" ucap Rizal sambil pergi
"Ehh bang makasih banyak!" ucap tukang bakso itu..
"Apa katanya mas ?" tanya Ariana saat suaminya masuk ke mobil
"Enggak sayang, itu karena tadi aku ngasih uang lebih. Jadinya suruh ambil aja uang kembaliannya !" ucap Rizal.
Ariana menganggukan kepalanya mengerti, dia melihat ke arah tas keresek itu dan mencium harum Bakso. "Eumm wangii bangett mas !" ucap Ariana, dia nampak kegirangan melihat bakso.
"Mau beli apa lagi sayang ?"tanya Rizal
"Enggak sayang, udah aja !" ucap Ariana sambil tersenyum membuat suaminya semakin gemas dengan istrinya.
"Mas aku gendutan gak sih ?" tanya Ariana tiba tiba
"Loh kok tiba tiba nanya gitu ? Kamu gak gendut kok masih tetap langsing tapi sexy, and cantik !" ucap Rizal dia berusaha menggoda istrinya itu
"Ahh kamu ini mas bisa aja, aku ngerasa pipi aku tuh makin caby deh mas !" Ariana melihat ke arah cermin
__ADS_1
"Itu perasaan kamu aja sayang, kamu kan sekarang makannya lumayan banyak !"ucap Rizal, dia memperhatikan istrinya dan memang sekarang tubuhnya agak berisi.
Mereka sampai di Apartemen Lina, mereka berdua turun dari mobil dan berjalan menuju Apartemennya. Sesampainya didepan pintu, Ariana menekan bell yang ada disana.
Cklek... Pintu itu dibuka oleh Alex.
"Ehh kalian.. Ayo bos masuk !" Alex mengajak mereka masuk dan menyuruhnya duduk terlebih dahulu di sofa. Sementara Alex memanggil Lina yang masih mandi.
"Kita mah boro boro ya yang diApartemen berduaan gini pas pacaran !" ucap Rizal dia menatap kesekeliling Apart itu.
"Apaan orang kita nikah kepaksa kan waktu itu !" ucap Ariana. Tapi dia benar, karena mereka nikah dijodohkan oleh orang tua mereka.
"Hhehe iya sih yang, tapi pacaran pas udah nikah tuh jadi lebih leluasa yakan ?" Rizal merasa dirinya masih tahap berpacaran dengan Ariana..
"Iyah mas, kemana mana juga bebas !" ucap Ariana, dia membenarkan perkataan suaminya.
Lina keluar dari kamar dengan handuk masih dikepalanya "Udah lama Rin ?" tanya Lina, dia berjalan menuju sahabatnya itu
"Belum, baru beberapa menit yang lalu !" ucap Ariana.
"Nih Bakso, tadi Ariana minta beli Bakso pinggir jalan. Biasanya juga beli dideket butik !" ucap Rizal. Lina hanya tersenyum sambil menerima bakso dari Rizal.
Mereka makan Bakso bersama, Ariana hanya memakannya sedikit karena perutnya merasa mual tiba tiba. Lina langsung memberinya air jeruk hangat supaya mualnya tidak terlalu terasa.
"Makasih yah Lin !" ucap Ariana, mereka berdua berada didapur.
__ADS_1
"Yakin lo gak mau ngasih tau dia sekarang ?" tanya Lina, dia merasa khawatir dengan sahabatnya itu.
"Jangan sekarang deh, gue masih belum siap !"ucap Ariana, setelah dia menghabiskan jeruk hangatnya mereka kembali menemui dua laki laki yang sedang berbincang setelah makan..