
Adisti sampai dikantor lebih awal dari biasanya, dia membeli kopi terlebih dahulu setelah itu dia masuk keruangannya.
***
"Sayang mas berangkat dulu yah, kamu banyak banyak istirhat jangan banyak beraktivitas." Rizal mencium kening sang istri
"Iya mas kamu hati hati dijalan yah, jangan ngebut ngebut." ucap Ariana.
Setelah berpamitan Rizal berangkat ke kantor, sementara Ariana menonton tv sendirian karena Bi Sri masih sibuk beres beres.
Ariana menonton tv sambil memakan cemilan dan segelas susu, walaupun susu itu membuatnya mual tapi dia juga harus memikirkan bayinya.
"Non, mau sarapan apa ? Biar bibi bikinin yah. Non kan belum makan apa apa ?" tanya Bi Sri pada majikannya itu
"Nanti dulu deh ya bi, aku belum mau makan bi. Oh iya bi, nanti kalau bibi ke warung aku nitip ya bi." ucap Ariana
"Mau nitip apa non ?" tanya Bi Sri.
"Nanti aku kasih tulisannya ya bi." Ucap Ariana
Bi Sri mengangguk mengerti, kemudian dia berjalan kembali ke dapur, dan Ariana melanjutkan menonton tv.
***
__ADS_1
Rizal tiba dikantor, dia langsung mencari keberadaan Adisti karena ingin membicarakan hal yang sangat penting.
Rizal berjalan menuju ruangan Adisti, karena kata karyawan lainnya dia ada diruangannya.
Saat Rizal membuka pintu ruangan Adisti, terlihat dia sedang menikmati kopi dan rokok sambil melamun.
Adisti tidak sadar kalau Rizal sudah berada dibelakangnya. Dia masih melamun, sampai Rizal memegang pundaknya barulah dia tersadar.
"Ehh.. Boss. Maaf bos, kaget banget. Kirain siapa, sini bos duduk." Adisti menggeser duduknya memberi celah untuk sang bos duduk.
"Ngapain sih dis ngelamun terus ?" tanya Rizal
,"Iya nih bos, lagi pengen ngelamun aja sambil nikmatin kopi." Adisti mematikan rokoknya terlebih dahulu sebelum berbicara dengan Rizal..
"Oh iya saya mau ngomong penting sama kamu. Ini tentang Anton dan Alice, kemarin sore ada kabar dari mata mata kita kalau Anton udah mulai menjalankan proyek yang kita buat katanya." ucap Rizal
"Gapapa kita biarkan mereka jalankan proyek itu dulu, karena kan itu juga proyek palsu kita." ucap Rizal.
"Oh iya ya bos." Ucap Adisti.
"Tumben banget sih dis pagi pagi udah dikantor aja. Emangnya kamu gak nganterin dulu Selena." tanya Rizal merasa aneh, karena biasanya Adisti akan sedikit lebih lambat darinya.
"Enggak bos, tadi dia bareng sama temennya. Jadinya saya gak anterin dia." ucap Adisti dengan wajah melas tidak semangat
__ADS_1
"Lah terus kenapa mukanya gtu banget, ada masalah apa sih dis ? Kalau punya masalah cerita yang bener dong." ucap Rizal penasaran
"Gapapa bos, cuman lagi gaenak badan aja." ucap Adisti, badan nya lemas dan pikirannya pun tidak fokus.
"Yaudah kamu balik aja kerumah, istirahat. Aku kasih kamu cuti deh." Rizal merasa kasian pada Adisti, padahal dia belum tau cerita sebenarnya.
"Iya bos, nanti kalau gak kuat saya pulang deh." ucap Adisti
"Yaudah saya balik dulu keruangan saya, kamu kalau mau pulang bilang aja." ucap Rizal
Adisti menganggukan kepalanya mengerti, Bos nya keluar dari ruangannya meninggalkan Adisti yang masih terduduk lemas.
***
" Sel, nanti malem makan diluar yu. Aku udah lama nih gak makan diluar." Andri mengajak Selena makan diluar nanti malam
"Emm.. Ayo. Yaudah nanti kamu jemput aku yah, aku udah lama juga sih gak keluar malam." ucap Selena
"Yaudah, aku mau kerja dulu yah. Nanti makan siang, baru kita bahas . Oke." ucap Andri.
"Okeh." Ucap Selena, dia pergi menuju toilet setelah Andri pergi dari hadapannya.
Saat ke toilet dia bertemu dengan Siska
__ADS_1
"Sel, nanti keruangan saya yah. Ada sesuatu yang harus saya obrolin sama kamu." ucap Siska, setelah itu dia pergi lagi.
Setelah selesai dari toilet, Selena pergi keruangan Siska. Karena tadi dia sudah berpesan untuk menemuinya diruangannya.