
"Coba kita dengerin rekaman nya !" Adisti memutar rekaman nya
isi rekamannya
"Gimana kerja kamu, udah berapa persen ?" Suara Anton dalam rekaman
"Semuanya udah lumayan 85%, kita tinggal menunggu mereka hancur. Tapi jika kita gagal, kita bisa menculik istrinya Rizal !" ucap Alice yang ada didalam suara rekaman
"Baiklah, Kamu sekarang sedang berperan menjadi Alice, tapi ingat itu hanya identitas palsu kamu Alisa Suntoro !" Ucap Anton, dia menyebutkan nama Alice yang sebenarnya
"Iya tenang saja, semua proyek dan data penting sudah ada ditangan kita , kita hanya perlu menjalankan rencana sebaik mungkin !" ucap Alice
"Yasudah, kamu cepatlah nanti bos mu akan curiga kalau kamu terlalu lama disini !" ucap Anton..
Rekaman Off
 Setelah mendengar rekaman itu, kini mereka mempunya bukti yang sangat kuat dan mendapatkan petunjuk tentang Alice.
"Parah banget mereka !" ucap Adisti setelah dia mendengarkan isi rekamannnya.
"Ini gak bisa dibiarin, kita gak boleh lengah untuk jagain Ariana, Feeling kita memang benar !" Ucap Rizal.
"Iya bos, jangan sampai Ariana tau tentang ini itu akan mempengaruhi pikirannya, kalau dia stres bayinya juga akan ikut stres !" Ucap Adisti
"Suruh Alex memeriksa tentang Alice, beritahu dia informasi tentang nama yang sebenarnya. Biarkan dia menyelidikinya, nama belakangnya tidak asing !" Ucap Rizal..
"Baik bos !" Adisti mengambil ponsel dari sakunya, dia menghubungi Alex untuk memberikannya tugas sesuai perintah bosnya.
__ADS_1
"Gimana katanya ?" tanya Rizal saat Adisti selesai menelpon
"Siap katanya bos !" ucap Adisti.
Rizal menyandarkan tubuhnya di sofa, dia menghela nafas panjang seraya mengeluarkan beban yang dibawa nya.
"Kita santai dulu disini dis, udah lama juga kita jarang ngobrol santai !" ucap Rizal, Adisti duduk di sofa sebelah Rizal.
"Kenapa bos ? Mau ngobrol sesuatu kah ?" tanya Adisti bingung..
"Iya ini tentang hubungan kamu dis !" ucap Rizal
"Hubungan saya ? Dengan siapa ? Memangnya kenapa dengan hubungan saya ?" tanya Adisti yang semakin bingung.
"Tentang hubungan lo sama Selena, sebenernya lo masih sayang kan sama dia ? Kenapa lo gak jujur aja sih, mungkin dia berharap yang sama dari lo !" ucap Rizal
"Justru kalau dia sama lo dia ada yang jagain, sebelum terlambat mending lo gak usah bodohin hati lo sendiri ! Lo cuman pura pura seperti orang yang mengasihani, padahal lo masih ada rasa !" ucap Rizal, dia tau seperti apa Asisten sekaligus sahabatnya itu..
"Gue bakal coba pelan pelan buat ungkapin isi hati gue !"ucap Adisti
***
Sementara para wanita itu masih bergosip, mereka membicarakan kehidupan sehari hari mereka
"Selena, kamu betah tinggal dikantor mba ?" tanya Ariana pada Selena, karena sudah mau sebulan dia bekerja dikantornya.
"Aku betah mba, orangnya baik baik kok." ucap Selena, dia bersyukur karena masih ada orang yang peduli padanya setelah kematian orang tuanya.
__ADS_1
"Kamu gak perlu merasa sendiri, kamu kalau ada yang gangguin tinggal bilang aja yah. Lagian kamu udah aku anggep sebagai adik aku sendiri !" ucap Ariana.
"Iya Sel, kamu jangan sungkan sungkan sama kita yah. Kalau kamu ada apa apa cerita aja sama kita !" Ucap Lina.
"Makasih banget ya mba, kalian baik baik bangett deh sama aku !" Ucap Selena, dia terharu padahal mereka belum kenal lama tapi sudah menganggap dirinya saudara.
"Lina emang jutek orangnya, tapi hatinya baik kok sel. Sini pelukan !" Ucap Ariana, mereka bertiga berpelukan
Drt.. Drt..
Ponsel Lina berdering, sepertinya telpon dari Alex..
"Hallo sayang ? Kamu dimana ?" tanya Lina
"Aku diApart, kamu bisa pulang sekarang kan. Aku perlu bantuan kamu sayang !" ucap Alex disebrang telponn
"Okey bentar lagi aku pulang !" ucap Lina.
Dia mematikan sambungan telponnya.
"Ada apa Lin ?" tanya Ariana khawatir
"Aku juga gak tau, Alex nyuruh aku buat pulang sekarang !" ucap Lina
"Aku disini aja mba nemenin mba Ariana !" ucap Selena, dia tidak ikut pulang bersama Lina.
"Yaudah kalau gitu aku duluan yah Rin, besok gue kesini lagi. Sel duluan yah !" Lina pamit pulang lebih dulu. Sementara Selena masih duduk diranjang bersama Ariana..
__ADS_1
"Hati hati dijalan Lin, kabarin kalau ada apa apa !" ucap Ariana sebelum Lina menghilang dibalik pintu.