JODOH PILIHAN IBUKU

JODOH PILIHAN IBUKU
Episode 138. Jatah


__ADS_3

Setelah makan malam Ariana dan Rizal kembali ke kamar untuk istirahat. Mereka menyandarkan tubuh mereka pada sandaran ranjang, sambil membuka Laptop.


"Aku udah ada proyek baru mas." ucap Ariana saat dia baru saja membuka email dari Siska


"Proyek apa lagi sayang ? Terus yang ke Paris itu gak jadi ya ?." tanya Rizal


"Oh iya ya mas, untung aja kamu ingetin aku, aku hampir lupa padahal bajunya udah selesai dibikin." ucap Ariana sambil memegang kepalanya, dia hampir saja lupa tentang acara pameran di Paris.


"Yaudah besok kamu obrolin lagi sama mamah mau gimna gimana nya yah, biar jelas." ucap Rizal sambil mengelus kepala Ariana


"Iya mas, hehe ." ucap Ariana sambil terkekeh.


"Sayang, boleh gak sih aku minta jatah sekarang ?." Celetuk Rizal tiba tiba


Ariana langsung menoleh ke arah suaminya, yang masih fokus dengan Laptopnya.


"Jatah apa mas ?." tanya Ariana pura pura tidak tau apa yang dimaksud suaminya itu.


"Kamu ini yah, ya jatah mas dari kamu lah." ucap Rizal.


"Kata dokter kandungan aku kan masih muda, jadi kamu sabar dulu lah untuk beberapa minggu." ucap Ariana menahan tawa, karena melihat muka suaminya yang nampak tertekan


"Yaampun sayang, beberapa minggu. Seminggu aja aku gak kuat, yaudah besok kita kedokter lagi yah." ucap Rizal tegasnya.


"Mau ngapain ke dokter lagi, kan baru kemaren." ucap Ariana bingung


"Ya kita tanyain kapan aku bisa dapet jatah." Ucap Rizal sambil tersenyum licik kearah Ariana

__ADS_1


"Yaudah kamu tinggal telpon aja bu dokternya, atau untuk saat ini aku bantuin kamu pake cara lain aja dulu yah." Ariana berinisiatif membantu suaminya menyalurkan hasrat dengan cara lain


"Pake cara apa ?" tanya Rizal


"Kamu maunya pake cara apa? Hehehe ." Ariana terkekeh membuat suaminya itu ceria lagi, suaminya sangat bersemangat.


"Yaudah ayo sayang cepetan." ucap Rizal tidak sabar


"Nanti yah, ini masih jam 8 malem. Aku beresin kerjaan aku dulu ya mas. Muachh." Ariana mencium pipi suaminya itu untuk menenangkannya.


***


Adisti barusaja pulang, dia melihat Adisti yang sedang menonton Tv sendirian dengan banyak cemilan dimejanya.


"Kamu udah makan ?." tanya Adisti tiba tiba.


"Ehh.. Bikin kaget aja. Baru pulang ya kak ?" tanya Selena


"Iya. Kamu udah makan ?" Adisti masih tetap dengan pertanyaan yang sama


"Udah, tadi pas pulang aku udah makan. kak udah makan ?" tanya Selena


"Syukurlah kalau kamu udah makan. Belum, saya mau cari makan dulu kalau gitu ." ucap Adisti


"Yaudah biar aku Grabfood aja yah biar kakak gak usah keluar." ucap Selena.


Adisti menganggukan kepalanya, setelah itu dia masuk kekamarnya untuk membersihkan badan yang sudah lengket oleh keringat.

__ADS_1


Selena memesan makanan dari Grab, dia memesan ayam bakar, tumis kangkung, dan seblak. Sambil menunggu dia membalas pesan dari Andri, mereka menjadu semakin akrab.


Setelah 30 menit makanan nya tiba didepan Apart, Selena turun untuk mengambil makanannya.


Adisti keluar dari kamar saat mendengar pintu Apartnya terbuka, dia mencari keberadaan Selena namun tidak ada. Dia duduk disofa dan menonton tv sambil menunggu Selena..


Tak lama Selena datang membawa keresek ditangannya, dia menaruhnya diatas meja makan.


"Ayo kak makan dulu." ucap Selena, dia menaruh ayam bakar dan tumis kangkungnya ke piring, sedangkan seblak untuk dirinya dia taroh ke dalam mangkok.


"Kamu jangan terus terusan makan pedas, nanti asam lambung kamu kumat lagi. Banyakin makan nasi, sama minum air putih." ucap Adisti


Selena terdiam sejenak, dia merasa heran dengan sikap Adisti hari ini. Tadi pagi dia meledek nya terus, sekarang berubah jadi perhatian.


"Iya, ini gak pedes kok." ucap Selena, dia membawa mangkok berisikan seblak itu kedepan televisi. Sementara Adisti makan dimeja makan sendirian .


Setelah selesai makan, Adisti ikut duduk disofa bersama Selena.


"Tadi kamu pulang sama siapa." tanya Adisti


"Sama temen kantor, kenapa emangnnya?" tanya Selena bingung


"Enggak nanya doang. Cewek apa cowok ?." tanya Adisti makin penasaran


"Cowok." ucap Selena.


Raut muka Adisti langsung berubah, dia pergi ke kamar tanpa berkata kata lagi.

__ADS_1


Selena heran dengan sikap Adisti "Kenapa sih tuh orang, aneh banget." gumamnya dalam hati


__ADS_2