
Kening Ningsih pun terlihat berkerut melihat sesosok lelaki yang kini berdiri di hadapan nya dengan di gandeng oleh wanita yang masih terlihat segar di sebelahnya.
Terihat lelaki dan wanita yang bergandengan itu tak kalah terkejut nya melihat Ningsih bediri di hadapan Mereka.
" Ma, mama kenapa ?" tanya Randi penasaran.
" Tante kenalin ini orang tua Mita " jelasnya
" Mah, pah kenalin ini orang tua Randi " jelas nya lagi.
" Randi kita pulang sekarang !! "
Ningsih bergegas melangkahkan kakinya dan keluar dari rumah mewah itu untuk menuju ke mobil nya
Randi yang bingung melihat tingkah ibunya mulai bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi sehingga muka ibu nya itu terlihat merah padam.
Randi mengikuti Ningsih dan masuk kedalam mobil untuk segera pulang. diperjalanan Randi tidak berani bertanya apa yang terjadi pada ibunya, karna dia sangat kecewa atas apa yang di lakukan Ningsih.
__ADS_1
Sesampainya dirumah Ningsih masih tidak mengucapkan satu patah katapun, terhadap Randi, dia bergegas turun di mobil dan langsung masuk kekamar nya. mbok Mina pun sepertinya paham kalau majikan nya itu sedang tidak enak hati.
Randi menghempaskan tubuh nya di sofa dengan TV dan mulai memijit mijit pelipis nya.mbok Mina pun tidak berani menanyakan apa yang terjadi kepada Randi.
" tok tok tok, Nyonya, makan malam nya sudah siap " suara Mina terdengar dari luar pintu kamar Ningsih.
" iya mbok, panggil Randi untuk makan malam "
" siap nyonya "
Saat Ningsih turun untuk makan malam, ternyata Randi sudah duduk di meja makan.
" Randi, maafkan mama nak " Ningsih memegang tangan Randi saat hendak meninggalkan makan malam.
" Randi kecewa sama mama "
" Mama tau, mama paham kamu kecewa " bulir bening mulai menghiasi mata yang mulai keriput itu.
__ADS_1
" Mama jelasin ke Randi apa yang sebenarnya mama sembunyikan dari Randi mah " wajah Randi mulai murung mengatakan hal itu.
" Baiklah, mama akan menjelaskan sama kamu, apa yang membuat mama bersikap seperti itu "
" Apa kamu sebelumnya pernah bertemu orang tua Mita " tanya Ningsih pada putranya.
" Belom pernah mah " jelas Randi dengan penasaran yang memuncak .
" Apa kamu tau nama ayah Mita ? "
" Iya Randi tau nama ayah Mita, om ardi "
Semakin bingung dan penasaran atas pertanyaan ibunya, Randi pun mulai memperlihatkan wajah tak enak nya pada Ningsih.
" Randi, mama akan memberi tahu apa yang saat ini mama rasakan, mama merasa hancur, mama merasa sakit, dan mama merasakan luka itu kembali tergores nak " sambil berjatuhan bulir bening dari pipi putih nya.
" Mama kenapa nangis, apa yang sebenarnya mama katakan, Randi gak paham mah " sambil memegang tangan ibunya.
__ADS_1
" Ayah Mita itu... Ayah kamu juga Randi, dia lelaki yang telah meninggalkan kita dan telah mencampakkan kamu, dia lah Ardiansyah ayah kamu " Ningsih mengatakan itu sambil menundukkan pandangan nya karna tak sanggup melihat wajah Randi.
Bak di sambar petir di malam hari, Randi melepaskan genggaman nya terhadap ibunya, dia sangat syok dan terkejut atas penjelasan ibunya, Wanita yang dia cintai, ternyata adalah adik tirinya sendiri, dan yang di anggap akan menjadi mertuanya dia adalah ayah kandung nya.