
" Ya sudah, besok malam kita pergi kerumah Mita, tapi untuk kali ini saja mama memberi kesempatan kepada kamu .." jelas Ningsih pada Randi.
" Gitu dong mah, ini baru mamah nya Randi " kecup lelaki itu ke dahi Ningsih.
" Ya sudah mamah mau istirahat dulu "
" Siap surgaku " jawab Randi dengan senyum manis nya.
Ningsih pun menyetujui permintaan putranya karna ingin memberikan kesempatan kepada Randi, karna melihat keseriusan Randi kepada Mita, Ningsih pun melangkah menuju lantai atas untuk kekamar nya supaya bisa beristirahat.
" Kreengg,....kreengg " suara ponsel Randi.
" Halo sayang, kamu dimana ? " tanya gadis yang ada di telpon.
" Aku dirumah, ini mau kekamar " jawab Randi
" Gimana kamu udah ngomong sama mamah buat acara makan malam yang aku bilang ?" tanya Mita pada kekasih nya
" Iya sudah sayang, barusan aku ngomong sama mamah " jelas randi
" Oh ya sudah kalo gitu, besok ingat, jangan telat , aku juga mau istirahat, bye "
__ADS_1
" Loh, kamu nelpon cuman mau nanyain itu " tanya Randi pada kekasih nya.
" Terus ?" jawab Mita singkat
" Aku kira kamu nelpon karna kangen sama aku " Goda Randi pada mita.
" Ya ampun jangan geer deh kamu ran, udah ah aku mau istirahat" pinta minta sembari menutup telpon.
Randi hanya tersenyum sambil menatap layar ponsel nya mengingat tingkah lucu kekasihnya itu ketika Randi mulai menggodanya, Mita tipe cewek yang sedikit kasar dan ceplas ceplos, entah karena dia terlahir dari keluarga kaya atau memang sifat dari bawaan lahirnya, entah lah tapi Randi tidak pernah mempermasalahkan hal itu, karna menurut nya, sifat kekanak-kanakan Mita akn berubah seiring berjalan nya waktu.
" Pagi mbok Mina " sapa Randi pada mbok Mina
" Boleh mbok, tapi bikinkan 2 ya, sekalian buat mang Udin " pintanya pada mbok Mina.
" siap den " mbok Mina mengacungkan jempol nya.
Setelah 10 menit mbok Mina selesai membuatkan kopi pesanan nya.
" Aden, ini kopi susunya sudah siap, mau mbok bawakan ke teras ?" tawar nya pada Randi.
" Tidak usah mbok,aku bawa sendiri saja " sambil mengambil nampan itu dari mbok Mina.
__ADS_1
" Oiya mbok, aku lupa " Randi membalikkan badan nya.
" Iya den, ada yang bisa mbok bantu lagi ?"
" Makasih ya mbok Mina " senyum manis nya kepada pembantu rumah tangga itu.
" Hee..iya den sama sama " mbok Mina hanya tersenyum melihat tingkah majikan nya itu, yang selalu ramah dan berterima kasih setelah apa yang dia minta di penuhi oleh mbok Mina.
Sambil berjalan menuju teras rumah nya, Randi kelihatan sangat bahagia, karna akhirnya Ningsih mau untuk bertemu dengan orang tua Mita, berarti ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk meyakinkan hati Ningsih, supaya merestui hubungan nya dengan gadis itu.
" Mang Udin " panggil Randi pada supir pribadi Ningsih.
" Iya den , sebentar " bergegas mang Udin melepaskan selang air yang ia genggam sedari tadi untuk menyiram tanaman bunga didepan rumah.
" Sini mang, kita ngopi sama sama, ini 1 buat aku, dan ini buat mamang " sambil meletakkan gelas kopi berwarna putih itu ke atas meja.
" Waduh jadi repot den, " mang Udin duduk di lantai keramik.
" Apanya yang repot, orang yang bikin ini mbok mina kok mang " jelasnya.
" mang, sampean ngapain duduk dilantai, sini naik ke kursi, " menepuk kursi sembari menyuruh mang Udin untuk duduk bersebelahan dengan nya.
__ADS_1