
"Bos hari ini ada ketemu klien penting direstoran sebelah !" ucap Adisti, bosnya nampak sedang melamunkan sesuatu
"Bos !" Panggil Adisti, dia mendekati bosnya yang tak kunjung menyahut saat dipanggil.
"Bos, lagi sakit yah ?" Adisti menepak pundak nya sampai dia kaget.
"Ehhh .. Apa ?" tanya Rizal saat dia tersadar. Adisti mengehela nafas panjang, karena bosnya baru tersadar "Bos sakit, mau ke dokter ?" tanya Adisti mengulangi peerkataannya
"Enggak, gue gak sakit kok dis. Oh iya siang ini jam berapa ketemu kliennya ?" tanya Rizal, dia ingat kalau ada pertemuan klien.
"Bentar lagi bos, mending cuci muka dulu sana biar lebih fress !" Adisti keluar dari ruangan Rizal, Adisti berjalan keluar melewati ruangan Alice. Dia tidak melihat Alice dimejanya, dia mendekat ke arah meja Alice, sepertinya wanita itu sedangbke toilet.
Ponselnya tergeletak dimeja, Adisti melihat ponselnya terus berdering. Adisti sedikit terkejut saat melihat nama di ponselnya tertulis huruf ANTON.
Adisti merekam saat ponsel itu bergetar, dia juga menuliskan no telpon itu untuk melacak keberadaannya. Saat Adisti selesai memindahkan no telponnya, dia bergegas menuju ruangannya dan mengumpulkan semua bukti itu dalam brangkas.
__ADS_1
"Sialan ! Berani sekali dia masuk kesini !" gumam Adisti, dia harus lebih banyak lagi mengumpulkan bukti bukti ini untuk menangkap Anto.
"Gue harus kasih tau Ariana untuk lebih hati hati lagi. Bisa saja dia menyerang Ariana !" gumam Adisti, dia khawatir kalau Anton akan menyerang orang orang terdekatnya.
***
"Kamu udah periksa ke dokter Rin ?" tanya papah mertuanya, dia tidak langsung ke kantor lagi malah berbincang dengan Ariana.
"Udah pah, katanya bayinya baru dua minggu pah. Nanti aku bakalan sering chekup lagi pah !" ucap Ariana, dia pasti akan melindungi terus bayinya ini
"Iya, kamu jangan banyak bekerja, kamu serahin aja semuanya ke tangan kanan kamu. Dengan begitu kamu bisa banya istirahat !" ucap papah mertuanya.
"Rizal udah tau kan kehamilan kamu Rin ?" tanya papah mertuanya
"Udah kok pah. Yang belum aku kasih tau cuman Ayah, aku udah lama juga gak ketemu Ayah !" ucap Ariana, tiba tiba dia rindu dengan Ayahnya.
__ADS_1
"Kenapa kamu gak kesana aja ? Kan kamu bisa mengunjunginya kapan aja !" ucap papah mertuanya, karena beberapa minggu ini Ariana sangat sibuk jadi dia belum sempat menemui Ayahnya itu.
"Iya Pah, nanti aku kesana !" Ariana berbincang banyak dengan mertuanya, mereka semakin akrab karena Ariana memang sangat pandai berbaur denga banyak orang.
***
"Dis, gue lagi marahan sama Ariana. Dia hamil tapi dia nyembunyiin kehamilan nya dari gue ?" ucap Rizal tiba tiba saat mereka sedang di dalam mobil.
Adisti merasa tersentak dengan ucapan Rizal itu, Adisti tau alasan bosnya hanya melamun dari tadi.
"Bos lebih baik tanya langsung istrimu itu, kalau ngomong sama Ibu hamil harus baik baik gak boleh kasar, mereka itu sensitif !" ucap Adisti, dia pernah belajar dari teman perempuanya yang sedang hamil
" Kenapa yah ? Apa dia gak mau punya anak dari lelaki seperti gue ?" ucap Rizal, dia terus berpikiran negatif.
"Menurut saya sih, Ariana ada alasannya nyembunyiin kemilannya. Atau enggak dia mau ngasih kejutan, kan kalian selalu bertengkar terus mungkin dia mau ngasih tau diwaktu yang tepat !" ucap Adisti, dia mencoba membuat bosnya bsrpikir positif.
__ADS_1
"Gue pagi pagi udah marahin dia karena emosi gue. Gue seneng banget dia hamil dis !" ucap Rizal, dia masih memikirkan istrinya yang tak memberikannya penjelasan.
Adisti harus menannyakan tentang hal ini pada Ariana, karena menyembunyikan kehamilannya juga adalah termasuk bahaya kalau dirinya tidak tau..