
"Mamah mertua gue tadi ada dibawah gak sih ?" tanya Ariana, dia baru ingat kalau mamah mertuanya ada dirumah
"Mertua lo lagi pergi Arisan dulu katanya. Kita suruh jagain lo dulu !" ucap Lina
"Emangnya gue bocah yah harus dijagain. Lin gue mau ngomong sesuatu tentang seseorang yang mungkin lo gak mau tau !" ucap Ariana
"Siapa ?" tanya Lina penasaran
"Emm.. Nantii aja dehh, gue belum siap ngasih tau lo !" Ariana tidak jadi membicarakan tentang seseorang itu..
"Kenapa gak jadi, arena ada aku ya mba ? Aku keluar dulu kalau gitu !" ucap Selena
"Bukan sel, kamu jangan keluar. Aku memang belum siap aja ngasih tau Lina, tapi nanti aku pasti kasih tau kok !" ucap Ariana, dia tidak mau membuat Selena tersinggung
"Kenapa sih, ko lo gak mau ngasih tau gue. Jadinya gue penasaran kan !" Ucap Lina, dia kecewa karena Ariana tidak jadi membicarana tentang seseorang itu.
Ariana mengalihkan pembicaraan mereka ke topik lain, agar Lina tidak terus mendesaknya membicaran tentang seseorang itu..
__ADS_1
***
"Dis, makan siang yuk !" Ajak Rizal, dia masuk keruangan Adisti. Sementara dia masih fokus dengan pekerjaanya, padahal ini sudah memasuki waktu makan siang.
"Tumben banget bos ! Biasanya juga sendiri sendiri kan !" Adisti merasa heran karena tidak biasanya bosnya itu mengajak dirinya, terkecuali saat meeting.
"Udah lama saya gak teraktir kamu, udah ayok buruan ikut saya !" Ucap Rizal. Adisti beranjak dari kursinya mengikuti langkah sang bos keluar dari ruangannya.
"Mau makan dimana kita bos ?" tanya Adisti saat mereka sudah berada dimobil.
"Kita mau mantau Alice, dia katanya makan siang di luar kantor !" ucap Rizal.
"Salah satu mata mata kita ada yang ngasih tau, dia juga udah kirim lokasinya dimana !" ucap Rizal
"Saya masih takut kalau dia melakukan sesuatu sama Ariana bos, soalnya mereka tidak mengusik kita !" Adisti berpikiran kalau mereka akan menyakiti istri bosnya.
"Saya juga merasa begitu, makannya keamanan dirumah saya perketat lagi !" Rizal juga berpikiran yang sama dengan Adisti.
__ADS_1
Setelah beberapa menit mereka sampai dititik lokasi yang dikirimkan anak buahnya itu, mereka turun dari mobil.
Sebelumnya Rizal sudah mereservasi ruangan VIP yang tak jauh dari tempat dimana Alice dan Anton bertemu.
Mereka masuk kedalam restoran itu, Rizal sudah menyiapkan perekam berukuran kecil. Rizal meletakannya di dekat pintu, ruangan mereka..
"Bos hati hati, jangan sampai mereka tau !" ucap Adisti. Rizal meletakannya perlahan, sampai pelayan yang mau membawa makanan itu masuk ditahannya.
"Kamu ikut saya dulu sebentar !" Ucap Rizal, mereka mengajak pelayan itu masuk keruangan nya terlebih dahulu.
"Ada apa pak ?" tanya pelayan itu, dia agak ketakutan..
"Saya sedang dapat tugas, kamu harus membantu saya. Kamu cuman cukup melempar benda kecil itu ke tempat yang tersembunyi !" Rizal menunjukan perekam yang diletakannya di dekat pintu
"Baik pak !" Karena tidak mau berurusan lebih panjang, pelayan itu mau membantu Rizal.
Dia masuk kedalam ruangan, dia memungut benda kecil itu sebelum masuk. Setelah dia masuk keruangan itu dia meletakan makanan terlebih dahulu, kemudian dia membawa pas bunga yang ada dimeja itu. Dia berpura pura akan membersihkannya terlebih dahulu dikamar mandi.
__ADS_1
Setelah itu dia melap pas bunga itu agar terlihat seperti benar dibersihkan, dia meletakan perekam suara itu didalam pas bunga yang terbuat dari kendi itu..