
Selena duduk bersama Siska diruangannya, mereka sedang fokus membicarakan hal yang penting tentang pekerjaan.
Setelah beberapa menit berlalu, mereka sudah selesai bicara. Selena keluar dari ruangan Siska, untuk kembali keruangannya.
Dia nampak bahagia, sepertinya Siska memberikan berita baik pada Selena. Dia duduk kembali dibangku kerjanya, dia mengecek apakah ada email lain yang masuk atau tidak.
***
Ariana tertidur di sofa saat dia sedang menonton tv, Bi Sri yang menghampiri Ariana melihat dulu apakah bos nya itu tidur atau tidak.
Saat dilihatnya, matanya terpejam bahkan tidak ada pergerakan sama sekali dari Ariana. Bi Sri mengurungkan niatnya untuk membangunkan Ariana, dia akan menunggu bos nya bangun dan berangkat ke mini market..
Sebelum kembali ke dapur, Bi Sri mematikan dulu Tv nya kemudian dia pergi lagi ke dapur.
Bi Sri menulis belanjaan apa saja yang akan dibelinya, karena takut terlewatkan jadi Bi Sri menulisnya. Tadinya dia ingin menanyakan pada Ariana apa saja barang titipannya.
Dan Saat dipihat Ariana sedang tertidur, jadi Bi Sri mengurungkan niatnya untuk berangkat sekarang. Dia akan menunggu bosnya bangun, karena biasanya tidurnya tak lama.
Bi Sri terus menunggu, sampai setengah jam lewat Ariana bangun.
"Hoamm... Bi aku ketiduran di Sofa yah." ucap Ariana saat bangun, dia masih mengumpulkan kesadarannya.
"Iya tadi non ketiduran pas bibi mau tanya non mau nitip apa, ehh nonnya tidur pules banget." ucap Bi Sri.
__ADS_1
"Heheh maaf ya Bi, aku suka gitu kalau nonton Tv. Ujung ujungnya pasti ketiduran bi." Ucap Ariana.
Setelah kesadarannya terkumpul, Ariana bangun mengambil kertas dan pena untuk menuliskan pesanannya. Dia menulis dengan rinci kebutuhan dirinya yang habis.
Setelah ditulis, Ariana memberikan kertas yang lumayan panjang itu kepada Bi Sri. Dia juga tidak lupa memberikan uang untuk belanjaannya.
"Bi ini pesenan aku yah. Oh iya bi, nanti kalau gak kebawa minta dijemput pak supir aja." ucap Ariana
"Gapapa non, nanti bibi naik becak saja. Lagian kan deket non, gak jauh jauh amat." ucap Bi Sri
"Yaudah bi gimana bibi aja. Makasih ya bi. Hehe." ucap Ariana
"Iya sama sama. Bibi berangkat dulu yah, keburu panas banget nih dijalannya." Bi Sri pamit terlebih dulu.
Ariana mengambil Ponselnya, dia berniat menelpon suaminya karena jenuh. " Aku telpon mas Rizal aja deh, atau aku nyuruh Lina kesini yah." .
Ariana ingin menelpon suaminya, namun dia takut mengganggu sang suami. Jadi dia memutuskan untuk menelpon sahabatnya saja, Ariana mencari kontak Lina.
"Hallo Lin." Ucap Ariana
"Hallo, ada apa Rin ?" tanya Lina dari sebrang telpon
"Lo temenin gue sini, gue bette banget dirumah gak ada temen ngobrol." ucap Ariana.
__ADS_1
"Yaudah bentar lagi gue kesitu, barusan gue habis dari butik tuh. Lo mau nitip apa ?" tanya Lina
"Eummm nitip Rujak mangga aja deh yah, kayaknya enak banget tuh. Sama satu lagi es cendol yah. Hehhe." ucap Ariana sambil terkekeh
"Iya iya, yaudah gue matiin dulu telponnya." Ucap Lina.
Setelah menelpon, Ariana meletakan kembali Ponselnya dia fokus kembali menonton tv sambil menunggu sahabatnya itu datang.
***
"Dis kamu udah mengumpulkan semua bukti kan ? Alex juga udah ngasih informasi yang dia dapat." Rizal dan Adisti sedang membicarkan tentang rencana mereka selanjutnya menghadapi Anton.
"Iya bos, semuanya udah siap. Alice udah mulai juriga bos, karena kita belum melancarkan proyek kita." Adisti mendengar Alice menelpon seseorang kemarin
"Kamu tau dari mana ?" tanya Rizal penasaran
"Kemarin saya denger dia nelpon seseorang, dan ya begitulah dia membahas tentang proyek, dan dia bertanya tanya kenapa proyek disini belum juga dilancarkan." ucap Adisti. .
"Eummm. Kita harus cari cara agar mereka tidak mudah curiga, kita harus minta bantuan Alex lagi." ucap Rizal.
"Yasudah, kalau gitu saya mau beli makan siang dulu. Bos mau nitip ?" tanya Adisti.
"Enggak saya sudah bawa makanan dari rumah, ini juga saya mau makan." Ucap Rizal.
__ADS_1
Adisti pamit, dia keluar dari ruangan Rizal. Dia berjalan keluar dari kantor untuk mencari makan, dan menenangkan pikirannya yang kacau.