
"Suruh sekertaris baru itu keruangan saya !" Rizal menyuruh seseorang untuk memanggil sekertaris barunya.
"Baik pak !" orang itu pergi memanggilnya
Tak lama kemudian sekertaris itu datang dan mengetuk ruangan Rizal... Tok.. Tok...
"Masuk !" Rizal masih fokus menghadap Laptopnya.. Sekertaris itu sudah berdiri didepannya
"Siang pak, ada yang bisa saya bantu ?" tanya sekertaris bernama Alice itu
"Kamu kerjain semua ini yah, besok kamu harus presentasikan ini semua dengan baikk !" ucap Rizal, dia memberikan sebuah Map padanya.
"Baik Pak nanti saya pelajari lagi !" ucap Alice
"Oke kalau gitu kamu ikut saya sekarang makan siang, saya tunggu dibawah !" Rizal berencana mengajak nya makan siang
"Baik pak, terimakasih !" Ucap Alice
Rizal turun ke bawah terlebih dahulu, sedangkan Alice sedang bersiap. Dia dandan terlebih dahulu, pakainnya yang ketat, dangdanannya yang menor membuatnya terlihat tua.
"Hemm sedikit sedikit.. Nanti aku bisa jadi bos dikantor ini, bodo amat dia udah punya istri juga !" gumam Alice. Setelah berdandan, dia turun ke bawah mencari keberadaan Rizal..
"Ayo pak !" ucap Alice. Mereka berangkat menuju salah satu Restoran favorite Rizal.
"Istriku lagi ngapain yah ?" ucapnya dalam hati. Rizal berniat menelpon istrinya setelah mereka sampai diRestoran.
Setelah beberapa menit mereka akhirnya tiba diRestoran itu, mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran itu.
"Mba saya mau pesan!" ucap Alice
Mereka memesan beberapa hidangan, dan berbincang bincang.
Tiba tiba Ariana keluar dari toilet dan menemukan suaminya sedang makan bersama seorang wanita.
"Ekhemm.... Lagi makan siang yah Bro !" Sapa Ariana
"Ehhh sayangg.. Kok kamu ada disini ? Sayang kenalin sskertaris baru aku !" Rizal bangkit dari duduknya dan langsung mendekati Ariana.
"Emm.. Pantesan telpon,Chat semua gak dibaless. Udah gak inget istri yahh.. !" Ucap Ariana, dia masih memasang wajah tenang.
"Kamu makan dulu aja ya Mas, aku juga lagi makan. Makan dengan tenang yah !" Ariana memegang kedua bahu suaminya dan mendudukan dia kembali
Sementara Ariana kembali ke meja dan duduk kembali bersama kedua sahabatnya itu
__ADS_1
"Rin bukannya itu suami lo. Sama siapa dia ?" tanya Lina penasaran saat dia melihat suami sahabatnya dengan wanita lain
"Paling juga Ulet Bulu, Udahlah biarin aja Lin . Lagian kalau gue jadi janda juga gakaakan jadi miskin toh, orang gue nyari duit sendiri hahaha !" Ariana tertawa meskipun hatinya sedikit tersayat
Rizal melihat Handphone nya, dan melihat 5 panggilan tak terjawab dan beberapa pesan masuk.
"Itu siapa pak ?" tanya Alice penasaran
"Itu istri saya !" ucapnya dengan jelas
"Oh istrinya ya pak !" ucapnya lagi..
Tak lama kemudian makanan mereka datang, Rizal dan Alice kemudian makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan berbincang.
***
"Rin, lagian kamu ini aneh banget deh. Padahal banyak banget cowok baik yang mau sama kamu,tapi kamu mau aja dijodohin sama dia !" Lina ikut kesal dengan kelakuan Rizal yang tak berubah.
"Sudahlah, semoga aja ini yang terakhir kalinya. Oh iya Lin, gimana Alex? "Ariana mencoba mengalihkan pembicaraan
"Alex baru gue anter ke Bandara tadi, katanya sih cuman seminggu doang kesanannya !" ucap Lina tidak bersemangat
"benntarr dehh.. Alex itu siapa ?"tanya Rangga penasaran
"Kan kita baru ketemunya juga sekarang Rin !"Ucap Rangga
Ariana hanya terkekeh, mereka semua bercerita dan tertawa.
Rizal melihat ke arah Ariana yang sedang tertawa, dia merasa dirinya seringkali menyakiti hati sang istri.
"Kamu bawa mobil sendiri ?" tanya Rizal tiba tiba mendekatinya.
"Iya aku bawa mobil kok mas. Awas jangan lupa bekas duduknya cuci, atau buang aja sekalian mobilnya !" ucap Ariana karena merasa kesal
"Kamu jangan ngomong gitu dong Rin, dia kan baik kok kamu ngomongnya gitu !" Rizal malah membela Alice, membuat Ariana semakin kesal.
"Iya maaf !" ucap Ariana
"Aku berangkat ke kantor duluan yah, kamu hati hati dijalan !" ucap Rizal sambil melihat ke arah Rangga
"Oh iya kenalin mas, ini namanya Rangga. Kami bertiga berteman sejak lama, dia baru pulang dari Aus !" ucap Ariana memperkenalkan Rangga, Rangga hanya tersenyum ke arah Rizal.
"Yaudah. Mas pergi dulu yahh !" Ucap Rizal sambil mencium kening Ariana, namun Ariana tidak bereaksi apa apa.
__ADS_1
"Udahlah biarin aja, jarang jarang kan kita ngobrol yakan !" ucap Ariana, Akhirnya mereka mengobrol kembali dan bercerita tentang pekerjaan masing masing.
"Kapan kapan boleh dong buatin baju buat aku !" ucap Rangga
"Iya boleh, mungkin desain aku belum mendunia tapi paling bagus doh Brand lokal loh !" Ucap Ariana.
Setelah 2jam lebih mereka bercerita, mereka memutuskan untuk pulang dan bertemu dilain hari lagi. Rangga pamit lebih dulu, sedangkan Ariana dan Lina baru keluar dari Restoran.
"Lo Beneran gapapa Rin ?" tanya Lina khawatir
"Gapapako, gue udah biasa.. !" ucap Ariana tanpa menoleh ke arah Lina
"Jangan dibiasain, nanti rasa sayangnya jadi hilang. Sekarang lo mau kemana ?" tanya Lina
"Kerumah mamah mertua, mau ikut ?"tanya Ariana. "Emm mau dehh.. Gue dirumah bingung mau ngapain !" Lina memutuskan untukk ikut bersama Ariana kerumah mamahnya Rizal.
"Yaudah ayo !" Ariana masuk kedalam mobil, begitupun dengan Lina. Mereka membawa mobil masing masing dan berjalan menuju rumah mertuanya Ariana .
Handphone Ariana terus berbunyi, namun Ariana tau panggilan itu dari suaminya. Dia tidak mau mengangkat telponnya, Ariana masih merasa kesal pada suaminya itu.
"Awas aka kamu kalau pulang mas !"gumam Ariana..
***
"Angkat dong sayang... "Rizal terus mencoba menghubungi Ariana, dia cemas karena istrinya pasti akan marah padanya.
Adisti masuk tiba tiba membuat Rizal kaget "Huhh ketok pintu dulu kek !" Rizal memarahi Adisti yang barusaja masuk keruangannya.
"Kenapa muka bos pucet bangett.. Bos sakit yah ? Kedokter yah bos ?" Adisti mengeluarkan beberapa pertanyaan pada Bos nya yang sedang gelisah
"Gue gak sakit !" ucap Rizal.
"Terus kenapa?"tanya Adisti penasaran
"Tadi gue maka siang sama Alice, dan gak sengaja ketemu Ariana sama temen temennya, Ariana pasti marah banget sama gue, buktinya telpon gue aja gak diangkat angakt dong !" Rizal menjelaskan apa yang membuatnya menjadi cemas
"Kenapa bos gak ajak saya. Maunya berduan terus sih, sekarang udah ketauan istri baru sadar yah !" ucap Adisti, bukannya memberi solusi dia malah meledek nya dan membuat bosnya semakin bingung.
"Bukannya ngasih solusi malah ngeledekin, padahal kan gue cuma mau ngajak makan dia karena kinerja dia itu bagus !" ucap Rizal
"Yasudahlah bos, mau bagaiamana lagi sudsh terlanjur ketahuan..Bos juga gak jujur sih dari awal tentang sekertaris baru ini !" Ucap Adisti
Rizal teringat kalau dia belum memberitahu istrinya tentang dia memiliki sekertaris baru, dan lagi diRestoran dia malah membela sekertarisnya, wajar saja istrinya merasa begitu kesal.
__ADS_1