JODOH PILIHAN IBUKU

JODOH PILIHAN IBUKU
part 7


__ADS_3

Di perjalanan menuju kerumah Randi, Winda hanya diam sambil melihat gedung gedung menjulang tinggi di tepi jalan. Tak sepatah katapun keluar dari mulut Randi, dan dia hanya fokus untuk melajukan mobil nya.


Setibanya dirumah Winda langsung disambut oleh Ningsih dengan pelukan hangat darinya.


" Aduh aduh cantik nya, udah lama banget Tante gak liat kamu " puji Ningsih pada Winda.


" Tante juga makin cantik, awet muda " puji Mita pada Ningsih sambil mencium punggung tangan Ningsih.


" Ini koper nya mau taroh dimana ? " tanya Randi datar.


" Taroh disini aja mas, makasih sudah di bawakan " jawab winda penuh lembut dan senyum.


" Eh eh eh, kenapa kamu kok nggak di layani, koper nya taroh di kamar tamu Randi " pinta Ningsih.


" Ga usah Tante, nanti winda bisa bawa sendiri "


" Gapapa, lagian kan berat, ayo sini Tante udah siapin makan malam buat kita " sambil menggandeng tangan Winda.

__ADS_1


" Mbok mina, kenalin ini Winda Ayu lestari, calon istri Randi " jelas nya pada wanita berbadan gempal itu


" Oalah, ayu tenan nyonya "


Winda hanya tersenyum dan tersipu malu.


" Ayo kita makan malam bareng, nanti kamu langsung istirahat, kan capek di perjalanan " tukas Ningsih.


Di acara makan malam itu, Ningsih dan Winda masing masing sibuk berbagi cerita dan mengenang, tentang orang tua Winda yang sudah almarhumah. Randi dengan cepat menyelesaikan makan malam nya, dan bergegas untuk kembali kekamarnya.


Ke esokan paginya Ningsih berniat untuk membicarakan tentang Randi dan Winda.


Langkah Randi lunglai dan lesu atas kejadian waktu itu, rasanya belum sanggup untuk menerima kenyataan seperti ini.


" Winda, apakah kamu siap untuk menjadi menantu Tante ?? " tanya Ningsih pada Winda.


" In syaa Allah Winda siap Tante " jawab winda sambil menundukkan pandangan nya.

__ADS_1


" Randi bagaimana ? apakah kamu siap mama nikah kan dengan Winda ? dan mulai membuka lembaran baru ? " tanya wanita itu pada puteranya.


" Randi terserah mama " jawab nya singkat.


Winda hanya tersenyum melihat tingkah Randi yang bahkan tidak memandangnya sedikitpun, dia paham dengan apa yang telah di alami Randi.


" Kalau begitu, acara pernikahan kalian akan segera kita laksanakan secepatnya " jelas Ningsih pada keduanya.


Winda hanya mengangguk sambil tersenyum dan Randi bergegas meninggalkan mereka untuk kembali kekamar nya.


Tak terasa 1 bulan setelah perbincangan serius itu, Hari pernikahan itu telah tiba, Mita dan Ardi ayah Randi mendengar kabar pernikahan Randi, Ardi merasa kecewa dengan perlakuan nya sewaktu dulu terhadap mantan istri dan puteranya itu. Sedangkan Mita menjadi hancur sehancur hancurnya. Dia hanya bisa menangis menerima kenyataan itu.


Dihari pernikahan Randi hanya menunjukkan muka masam, tidak ada rasa bahagia sedikitpun di sudut bibir nya, yang ada hanya kesedihan dan kekecewaan nya.


Winda yang menyadari hal itu tidak banyak berkomentar tentang suaminya.


Ningsih menghadiahkan 1 buah perhiasaan emas kepada menantunya itu. Ningsih tau, bahwa Winda lah yang terbaik untuk Randi, meski Randi belom dapat menerima Winda, tapi Ningsih yakin, bahwa Randi lambat laun akan mencintai dan menyayangi Winda sebagai istri dan belahan jiwanya.

__ADS_1


Setelah acara pernikahan selesai, mereka kembali kerumah Randi, Ningsih pun merasakan badan nya yang sudah tidak muda lagi mulai lelah, dan dia memutuskan untuk istirahat dikamar nya.


__ADS_2