
Winda yang merasa kecewa pun menolak tawaran Randi untuk tidur di kasur bersama Randi , Randi yang tak enak hati pun merasa bersalah pada istrinya. Randi mulai mengenang perlakuan dirinya pada Winda, kekasaran,kecuekan dirinya dan ketidak pedulian nya membuat Randi menyesal.
" uhuk..uhuk.." suara Winda terbatuk ditengah tidur nya, dan membuat Randi terbangun.
Dilihat nya dari atas kasur, Winda yang membolak balikkan badan nya di sofa terlihat gelisah, Randi mulai mendekati Winda dan mulai menyentuh dahi istrinya, ternyata Winda demam tinggi. Bergegas Randi turun dan mengambil sebaksom air berisi es batu, perasaan Randi panik, campur aduk dan ia merasa bersalah, Digendong nya Winda dalam keadaan setengah sadar untuk di pindahkan nya di atas kasur, Randi bergegas mengambil sapu tangan milik nya mulai mengompres Winda, entah perasaan apa yang dirasakan Randi, dia bingung dan tak mengerti, betapa takut nya dirinya kalau sampai Winda kenapa kenapa.
Tanpa sadar Randi tertidur sambil memegang tangan Winda, pagi itu, Winda yang mulai sadar melihat keadaan Randi yang tertidur disampingnya , Winda bersyukur, bahwa suaminya mulai mengkhawatirkan dan mulai memperhatikan dirinya. di pandanginya dengan lekat wajah suaminya itu, Winda tersenyum bahagia lagu itu. Randi yang mulai terbangun segera menanyakan bagaimana keadaan winda.
" Kamu gimana keadaan nya ? "
" Gapapa mas, aku udah baikan " jawab winda sambil melemparkan senyum.
__ADS_1
Randi membalas senyuman itu dengan tulus, dan mulai menyadari bahwa dirinya kini mencintai Winda, wanita yang tak pernah dia inginkan.
Terlihat sendu pelupuk mata Winda ketika memandang lekat wajah Randi, pandangan itu membuat dada Randi berdegup kencang.
" Makasih ya mas " tukas Winda.
" Maafin aku win, aku merasa bersalah sama kamu, aku janji, aku bakal menjadi suami yang baik buat kamu, aku bakal mencintai kamu dan menyayangi kamu dengan sepenuh hati " Ucap Randi sambil memegang tangan Winda erat.
Winda yang mendengar hal itu tak kuasa menahan air matanya yang ketika jatuh dari sudut matanya. Randi memeluk tubuh Winda untuk pertama kalinya, dada Winda terasa bergemuruh, lelaki yang selama ini tak pernah berlaku lembut kepadanya, yang selalu berkata kasar kepadanya, tak pernah memuji atau menghargai dirinya, kini seakan akan dia adalah makhluk yang paling menyayangi Winda, Randi mengecup kening Winda dan memberikan senyum manis kepada istrinya itu.
" Krengg.. krengg " ponsel Winda berbunyi.
__ADS_1
Dia bergegas bangun dan akn melihat siapa yang memanggil nya pagi pagi begini. Tapi Randi segera melarang Winda untuk bangun dan segera mengambilkan ponsel Winda. Terlihat panggilan dari ibu Randi mengejutkan keduanya. Dan Randi pun segera mengangkat telpon itu.
" Halo Winda, " ucap Ningsih pada panggilan itu
" Halo ma, ini Randi, "
" Loh kok kamu yang ngangkat, Winda mana ran " tanya Ningsih penasaran, karna tak biasanya Randi yang mengangkat telpon melalui ponsel Winda.
" Iya ma, Winda ada kok, lagi mandi " Randi terpaksa berbohong karena tak ingin mamanya khawatir dengan keadaan winda.
" Oh gitu, yaudah mama cuman mau bilang, mama bakal tinggal 1 bulan lagi disini karna ada acara pernikahan anak temen mama, kamu baik baik disana, mama titip Winda ya "
__ADS_1
" Siap ma, mama gak usah khawatir "
Mendengar jawaban randi, Ningsih mulai tersenyum mendengar suara bahagia Randi sepertinya Ningsih sengaja meninggalkan mereka dan memberikan mereka waktu luang.