JODOH PILIHAN IBUKU

JODOH PILIHAN IBUKU
Episode 132. DiGendong


__ADS_3

Pagi hari nya Selena bangun..


"Hoammm !" Dia menggeliat mengumpulkan kesadarannya untuk pergi mandi..


"Ehh bentar dehh.. Semalem aku ketiduran dimobil, tapi kenapa aku sekarang ada dikamar. Jangan jangan, huftt... " Selena menutup mulutnya dengan kedua tangannya...


Dia langsung beranjak mencari keberadaan Adisti, dia melihat ke sekeliling ruangan itu sepi. Hanya satu tempat yang belum dia kunjungi yaitu dapur, karena biasanya Adisti akan memasak sarapan..


Selena berjalan menuju dapur, namun langkahnya terhenti saat dia mendengar suara deheman


"Ekhemm" Adisti yang sedang tiduran disofa tidak diketahui keberadaannya oleh Selena.


"Ehhh hehe kamu disini !" Ucap Selena sambil menggaruk tengkuknya seraya menutupi malu.


"Iya kamu nyariin aku ?" tanya Adisti


"Enggak, aku mau ngambil minum ke dapur !" Selena berjalan kembali menuju dapur, dia tiba tiba merasa malu berhadapan dengan Adisti.


Selena mengambil gelas, dan menuangkan air. Tiba tiba terbesit dalam pikirannya untuk membuatkan Adisti sarapan, pemikirannya itu sempat ia tepis. Tapi tetap saja dia mencari bahan bahan di kulkas untuk memasak.


Selena mulai memasak sarapan, dia membuat roti panggang dan beberapa makanan lainnya.


Adisti menghampiri Selena yang sedang membuat sarapan didapur, dia terheran heran karena jarang sekali Selena membuat sarapan

__ADS_1


"Tumben banget kamu bikin sarapan !" ucap Adisti, dia mengambil gelas dan menuangkan Air


"Lagi pengen aja. Semalem kamu yang gendong aku ke kamar ?" tanya Selena, dia sedikit gugup bertanya seperti itu..


"Enggakko, kamu ngigau kali jalan sendiri. Hahaha !" Adisti tertawa


"Ihh kamu ini, tadinya aku mau bilang makasih. Tapi gak jadi, karena aku ngigau !" ucap Selena, dia nampak bette dengan Adisti.


"Iya aku yang gendong kamu, sampe satu Apartemen ini ngeliatin. Udah gtu pinggang aku encok, kamu kecil kecil tapi badanya berat banget !" ucap Adisti.


"Emm.. Makasihh ,!" Ucap Selena, dia memasang wajah datarnya


"Kalau gak ikhlas ngucapin mendingan jangan deh !" Adisti berjalan menuju meja makan dia menunggu sarapan yang dimasak Selena.


"Kalau gak ikhlas jangan ngucapin ,!" ucap Selena, dia membalas perkataan Adisti tadi. Dia tersenyum, sementara Adisti terdiam karena ucapan Selena.


Setelah itu mereka makan tanpa pembicaraan lagi, mereka hanya saling diam saja.


***


"Pagi sayang, baju kamu udah aku siapin !" ucap Ariana, dia menyapa suaminya yang baru bangun


"Jam berapa sekarang sayang ?" tanya Rizal setengah sadar

__ADS_1


"Emm jam 06.30 mas, kenapa emangnya ?" tanya Ariana bingung dengan pertanyan suaminya itu


"Masih pagi, kamu ko udah bangun aja sih sayang. Kamu harus banyak istirahat loh !" ucap Rizal


" Aku bosen rebahan terus mas, aku mau ikut kamu ke kantor boleh yah !" ucap Ariana, dia merengek ingin ikut ke kenator bersama Rizal


"Enggak boleh, kamu harus istirahat sayang. Badan kamu itu masih lemah, kamu nurut ya sayang !" ucap Rizal


Ariana ngambek seperti anak kecil, dia duduk dipinggir ranjang sambil cemberut, membuat Rizal bingung harus bagaimana.


"Sayang, aku janji nanti kalau kamu udah sehat kamu boleh ke kantor kok, sekarang kamu harus banyak istirahat dulu !" ucap Rizal, sebenarnya bukan karena kesehatan Ariana, tetapi karena dikantor dia akan bertemu Alice. Rizal takut kalau Alice merencanakan seseuatu untuk Ariana nantinya.


"Kamu mah gitu mas ahh !" ucap Ariana, dia masih cemberut karena permintaannya tidak dituruti.


"Mas janji nanti kalau kamu udah sehat kamu boleh ikut, kamu mau dimarahin mamah ?" ucap Rizal, dia menakuti Ariana dengan nama mamahnya..


"Enggak mau lahh, aku gak salah kok. Kenapa harus dimarahin ?" ucap Ariana


"Iya bisa dong karena kamu gak nurut sama suami. Makannya kamu harus nurut yah !" ucap Rizal.


Ariana terdiam sejenak memikirkan sesuatu


"Yasudah aku gak ikut. Ayo kamu mandi dulu sana !" ucap Ariana.

__ADS_1


Rizal bangkit dari duduknya dia mencium kening sang istri dan berlari menuju kamar mandi.


__ADS_2