
Bagaikan pasangan suami istri yang baruu kemarin sore menyelesaikan pernikahan, Randi sangat memperhatikan keadaan winda, pagi itu Randi dengan sengaja tak pergi bekerja, karna tak tega meninggalkan Winda sendirian dirumah.
" Maafin aku ya win " ulang Randi lagi.
" Kamu gak usah minta maaf terus mas, aku udah maafin kamu "
" Aku akan memberikan yang terbaik untuk kamu win, tapi maaf untuk saat ini aku belum siap memberikan hak mu sebagai istri "
" Gapapa mas, kamu sudah berubah saja aku sudah sangat bahagia "
Randi semakin hari semakin menyadari perasaan nya terhadap Winda.
" Mas, ayo bangun, aku udah siapin kopi dan nasi goreng kesukaan kamu " bisik Winda pelan.
" Iya win, aku bentar lagi turun " Randi melemparkankan senyum nya pada Winda.
__ADS_1
Kebahagiaan yang sempurna kini di rasakan Winda. dia sekarang tak banyak berharap dan menuntut macam macam pada Randi, karna Randi berubah segini saja sudah membuat dirinya bahagia luar biasa. Terlihat Randi mulai menuruni anak tangga dengan mengenakan kemeja biru muda kesukaan nya, terlihat Winda mengenakan daster masih menata piring di atas meja makan, rambut nya di kuncir tinggi, dan dia memoles sedikit lipstik di bibir nya, tampilan tak biasa yang Randi lihat kini mulai menambah cinta Randi pada Winda, selama mereka bersama, baru kali ini Winda menguncir rambut panjang nya, dan menggunakan make up. di perhatikan nya lekuk tubuh istrinya itu yang mengenakan daster rumah selutut, pikiran nya menjadi melayang.
" Mas, kenapa bengong sih, ayo turun sarapan dulu baru ngantor " pinta Winda dengan senyum termanis nya.
Randi baru menyadari, bahwa wanita pilihan ibunya memang yang terbaik, sabar, cantik, pengertian dan menerima Randi apa adanya. Sambil memasukkan makanan nya kemulut, Randi sesekali mulai mencuri pandang pada Winda, Winda yang menyadari hal itu mulai tersipu malu dan tak menentu perasaan nya.
" Ayo mas cepetan, nanti kamu telat loh ngantor nya, " tukas Winda berusaha menutupi rasa tak karuan yang ia rasakan.
" kamu kenapa sih, kan aku mau lama lama mandang kamu " ucap Randi yang membuat Winda makin tak karuan.
" Hehe.. iya iyaa " jawab Randi puas karena membuat Winda tersipu malu.
" Ya sudah aku berangkat dulu, kayak nya aku nanti pulang agak cepet win " Randi beranjak sambil mengecup kening Winda.
Setelah suaminya itu berangkat untuk bekerja, Winda mulai melakukan aktivitas nya dirumah, karna mbok Mina belum juga kembali bekerja, jadi dia harus melakukan aktivitas itu sendiri.
__ADS_1
Tak terasa hari mulai agak sore, Winda bergegas menyeselaikan acara setrikanya. dan akan melakukan aktivitas memasak, karna takut suaminya akan segera pulang tapi dia belum memasak 1 hidangan pun.
" Tok tok tok "
Dan benar saja, Randi sudah pulang dari kantor nya, tanpa di duga dia membawa bingkisan kecil di tangan nya, Winda bergegas menyalami suaminya itu dan Randi pun mengecup kening Winda.
" Kok udah pulang mas, aku belum sempat masak "
" Kan udah aku bilang, hari ini aku pulang cepat , udah gak usah masak, nanti aku beli diluar "
" ya sudah kalau itu maunya mas " jawab winda sambil mengangkat bahunya.
" Ini Hadiah buat kamu, nanti aja di bukanya, setelah kamu selesai mandi " ucap Randi.
Winda menerima hadiah itu dan Randi langsung menuju kamar untuk mandi dan berangkat membeli makan untuk nanti malam.
__ADS_1