JODOH PILIHAN IBUKU

JODOH PILIHAN IBUKU
Part 9


__ADS_3

Randi yang baru bangun mencium aroma kopi susu jahe yang baunya membuat Randi segera meminum nya.


" Enak banget kopinya, rasanya pas, manis nya juga pas, jahe nya enak banget " gumam Randi dalam hati


Setelah selesai menyeruput kopinya, Randi langsung membuka piring yang di tutup dengan tisue, terlihat ada nasi goreng daging yang membuat perut Randi merasa lapar dan mulai menyantap nasi goreng itu, tak pernah rasanya Randi merasakan nasi goreng seenak itu.


" mbok... nanti besok bikinin lagi nasi goreng sama kopi susu jahe nya ya " ucap Randi sambil menaruh piring dan gelas kotor.


" Maaf den, itu non Winda yang buat semuanya, bibi cuman bantu menyiapkan saja " sahut wanita gempal itu.


Randi terdiam dan tanpa sadar tersenyum mendengar Winda yang membuat kan kopi dan sarapan untuk nya. tapi lekas lekas Randi menyadarkan diri, dan mengucapkan dalam hati hanya Mita adik tirinya yang dia cintai.


Sementara Ningsih dan Winda pun asik melakukan aksi mereka, berburu make up dan berbelanja pakaian untuk Winda. Winda sangat bahagia mempunyai mertua seperti Ningsih, karna tak banyak wanita seberuntung dirinya.meski suaminya sangat cuek dan mengabaikan nya, Winda yakin bahwa suatu saat nanti Randi akan dapat mencintai dan menerimanya.

__ADS_1


Tak terasa sudah hampir 3 bulan Randi dan Winda menikah, tapi keadaan masih tetap sama, perlakuan Randi ke winda pun tak banyak berubah. hanya saja Winda yang terus berusaha melakukan yang terbaik untuk suaminya.


Pagi itu, Ningsih memberi tahu Randi dan Winda bahwa dia akan pergi berlibur bersama teman teman arisan nya selama kurang lebih hampir 2 bulan lamanya.


Winda yang mengetahui mertuanya akan pergi cukup lama, iapun merasa sedih, sedangkan Randi terlihat biasa biasa saja, karna hal itu sudah sering dilakukan ibunya.


Kini tinggalkan mereka ber2 di rumah itu, mbok Mina memutuskan untuk pulang kampung karna ada saudaranya yang meninggal dunia. dan mang Udin pun libur, karna majikan nya pergi dan dia tidak ada pekerjaan disana, kadang sesekali Randi memanggilnya hanya untuk memberikan sedikit rejeki pada mang Udin.


Malam itu, entah setan apa yang merasuki Winda, dia memberanikan diri untuk berbicara pada Randi.


" emmhhh " jawab Randi sambil memainkan game di ponsel nya.


" Apa kamu sampai sekarang belum ada perasaan apa apa sama aku ? " tanya Winda

__ADS_1


Randi langsung menghentikan game nya, dan mulai menyaring pertanyaan Winda, rasa kasihan terhadap istrinya pun mulai muncul pada hatinya.


" Kamu kenapa tanya seperti itu ? " tanya Randi balik.


" Yah gapapa, aku cuman nanya, udah hampir 4 bulan pernikahan kita , tapi mas belum memberikan hak ku sebagai istri " terang nya lagi.


Randi hanya diam tak menjawab satu patah katapun. Winda yang melihat tingkah Randi mencoba mengalah dan tak ingin mengungkit hal itu lagi, ada perasaan kecewa dalam hatinya.


" Yasudah gausah di jawab mas, aku mau ijin, Minggu depan aku mau ke Kalimantan nengokin nenek, udah kangen banget rasanya " Winda meminta ijin pada Randi.


" Iya kamu boleh pergi, tapi aku gabisa ikut, karna kerjaan aku dikantor masih banyak " jawab Randi tanpa menatap Winda.


Winda belalu dan merebahkan tubuh nya di sofa dimana tempat dia tidur selama menikah dengan Randi.Entah mengapa Randi mulai merasakan kasihan pada istrinya itu.

__ADS_1


" Kamu malam ini tidur di kasur saja " pinta Randi sambil melirik ke arah Winda.


" Gausah gapapa mas, aku udah nyaman tidur disini " Winda menjawab dengan lembut.


__ADS_2