JODOH PILIHAN IBUKU

JODOH PILIHAN IBUKU
Episode 125. Perekam


__ADS_3

Setelah pelayan itu keluar dari ruangan Alice, kini dia masuk keruangan Rizal.


"Terimakasih sudah membantu, kamu bisa dibipang menyelamatkan nyawa seseorang. Ohh iya, ini upah kamu !" Ucap Rizal pada pelayan itu sambil meyodorkan sejumlah tips


"Terimakasih tuan !" ucap pelayan itu, dia pergi meninggalkan ruangan itu setelah menerima tips dari Rizal.


Kini Rizal dan Adisti masih menunggu Alice dan Anton keluar dari ruangan itu. Sambil menikmati makanan yang ada, Adisti dan Rizal berbicara sangat pelan.


***


"Ayo makan siang dulu Non !" Ucap Bi Sri, dia membawa makan siang Ariana ke kamarnya, karena dia tidak diperbolehkan turun dari ranjang kalah bukan ke kamar mandi.


"Makasih bi, ohh iya ajakin mereka makan ya bi. Aku gak papa makan disini aja, kalian makan siang dulu sana !" ucap Ariana, memerintahkan sahabatnya untuk makan siang.


"Mending gantian aja, Selena makan duluan, terus nanti aku yang makan kebawah gantian. Biar Ariana ada temennya !" ucap Lina


"Iyaudah mba kalau gitu saya kebawah duluan yah !" ucap Selena, dia mengikuti langkah Bi Sri ke meja makan.


"Ayo mba makan dulu, saya mau siapain dulu jus jeruk buat non Ariana!" ucap Bi Sri, dia meninggalkan Selena agar tidak sungkan saat makan.


Walau agak canggung tapi Selena tetap makan karena dari pagi dia belum makan apa apa..


***

__ADS_1


"Rin lo jujur dong sama gue, lo mau ngomongin siapa sih ? Seseorang siapa ? Kok lo gak mau cerita sih, jahat banget." Lina masih penasaran dengan seseorang yang dimaksud Ariana tadi.


"Gue gak enak ngomong sama lo, nanti aja ya Lin !" ucap Ariana, dia masih ragu untuk memberitahunya..


"Ayolah, atau kamu mau nanya apa gituh ?" Lina masih memaksa Ariana.


"Emm.. Okey nanti gue cerita dehh. Sekarang gue mau makan dulu yah !" Ariana menyuapkan nasi kemulutnya karena Lina terus mengoceh.


"Hehehe. Iya makan yang banyak yah biar lo makin kuat, menghadapi kenyataan. Hahaha !" ucap Lina


"Huh dasar lo tukang ledek... " ucap Ariana.


Tak lama kemudian Selena masuk kedalam kamar, dia sudah selesai makan. Kini giliran Lina yang turun ke meja makan untuk makan siang.


"Gapapa mba, aku udah kenyang banget. Masakannnya enak banget, katanya buatan mba Ariana yah !" Selena memuji masakan Ariana


"Iya Sel, tadi aku kepeleset juga karena habis masak didapur, niatnya aku mau bangunin mas Rizal, ehh malah kepeleset deh !" Ucap Ariana


"Hati hati mba lain kali, untung mba gak kenapa kenapa. Beruntung banget pak Rizal bisa dapetin mba Ariana yang bisa semuanya !" Ucap Selena yang masih memuji Ariana


"Ahh kamu ini bisa aja, jangan gitu ah. Aku juga punya kelemahan kok !" Ariana merasa tidak enak difuji fuji


"Kelemahannya apa mba ? Emang mba punya kelemahan yah. Hahaha !" Selena tertawa, karena setaunya Ariana sosok yang kuat dan sabar.

__ADS_1


"Ada dongg, pasti semua orang punya kelemahan Sel, kamu malah ngetawain aku yah !" Ucap Ariana


"Maaf mba, agak aneh aja gitu mba !" Selena meminta maaf karena meledek Ariana


***


"Mereka udah keluar bos ?" Tanya Adisti pada Rizal


"Udah kayaknya, kita tunggu beberapa menit. Setelah mereka bener bener pergi baru aku masuk, kamu jagain diluar !" ucap Rizal


"Baik bos !" Adisti menganggukan kepalanya mengerti.


Setelah sepuluh menit berlalu, Adisti memastikan kalau Alice dan Anton sudah pergi dari restoran itu.


"Aman bos !" ucap Adisti, Rizal langsung beraksi. Dia masuk kedalam ruangan itu, dan mencari keberadaan perekam suara itu.


Dia mengangkat bunga yang berada dipas bunga itu, setelah menemukan barang yang dicari dia segera keluar.


"Udah dapet bos ?" tanya Adisti saat bosnya keluar dari ruangan itu


"Udah, ayo kita balik ke Apartemen lo dulu. Kalau ke kantor takutnya nanti Alice denger rekamannya !" Rizal mengajak Adisti ke Apartemennya.


"Yaudah ayo bos ! Kita berangkat sekarang !" Ucap Adisti, mereka pergi meninggalkan restoran itu setelah membayar makanan mereka.

__ADS_1


__ADS_2