
"Alice semuanya sudah siap ?" tanya Rizal saat dia kembali keruang meeting dan diikuti oleh Adisti.
Sebelum masuk dia merasa curiga dengan wanita yang menjadi sekertaris bosnya itu, dia terus menyelidiki siapa dia sebenarnya.
"Oke meeting akan kita mulai !" ucap Rizal yang akan memulai meeting pagi ini.
***
Ariana merasa mual saat berada di mobil, dia menepi untuk sekedar muntah, padahal dirinya tidak sarapan hari ini.
Ariana mencoba menghubungi temannya "Hallo Lin, kamu sibuk gak ?" tanya Ariana.
"Enggak ini aku baru selesai sarapan, kamu kenapa ?" tanya Lina disebrang sana
"Lo kesini sekarang, gak usah bawa mobil yah. Nanti pakek mobil gue aja !" ucap Ariana
"Oke, gue kesitu sekarang !" Telpon dimatikan, Ariana kembali masuk kedalam mobil sambil menunggu Lina datang.
Ariana melihat ada pesan masuk dari suaminya.
Husband : Maaf sayang aku harus pergi ke kantor pagi pagi sekali
Ariana hanya tersenyum membaca pesan dari suaminya itu, dia tidak membalasnya sama sekali.
Taklama kemudian Lina datang dan mengetuk kaca mobil Ariana. Dia membuka pintu mobil dan membiarkan Lina masuk dan duduk dikursi kemudi.
"Lo gapapa kan ? Semalem lo pingsan, untung ada suami lo yang bawa !"Lina khawatir karena wajah sahabatnya terlihat pucat.
"Badan gue lemes banget, anterin gue ke dokter yah !" Ariana meminta Lina untuk mengantarnya ke dokter.
"Oke, lo masih kuat kan ?" tanya Lina khawatir.
__ADS_1
Lina menjalankan mobilnya menuju rumah sakit tempat temannya bekerja, sesekali dia melihat ke arah Ariana yang bersandar dan mukanya semakin pucat.
"Lo belum makan ya rin ?" tanya Lina khawatir
"Iyah, gak enak perut gue !" ucap Ariana
"Lo semalem minum gak sih ?" tanya Lina
"Gue gak minum Alkohol beneran deh, tapi baju gue emang ketumpahan Alkohol !" ucap Ariana, seingatnya dia hanya meminum Air Jus, mengingat dirinya mendekati datang bulan..
Tiba tiba Ariana ingat "Sekarang tanggal berapa ?" tiba tiba dia bertanya tanggal membuat Lina kaget
"Tanggal 15 !" ucap Lina dengan tenang
"Jangan jangan gue hamil ?" ucap Ariana merasa syok
"Apah hamil ? Tapi bener juga sih pernikahan lo kan udah hampir 3 bulan yakan ?" ucap Lina menebak
Ariana kembali terduduk lemas, dia tidak mau berpikir sebelum dirinya diperiksa.
"Iya gue ngerti kok maksud lo. Nanti kita ketemu dia dan mastiin kalau lo tuh bener apa enggak !" Ucap Lina yang masih fokus menyetir.
Tak lama kemudian mereka sampai didepan Rumah Sakit, mereka turun dari mobil dan berjalan mencari ruangan teman Lina..
***
Setelah meeting selesai, Rizal dan Adisti berjalan menuju ruangan Rizal untuk membahas sesuatu..
"Bos, emangnya kamu gak ngerasa aneh apa sama Alice ?" ucap Adisti
"Emangnya kenapa sama Alice ?" tanya Rizal penasaran
__ADS_1
"Ya enggak apa apa sih !" Adisti belum bisa memberitahukan sang bos, karena bukti yang dia kumpulkan belum cukup..
Mereka sampai diruangan dan duduk disofa sambil menyandarkan tubuhnya.
"Bos, Anto sudah kembali lagi ! Kita harus siap terhadap serangannya itu bos !" ucap Adisti memberi tahukan soal kedatangan musuhnya yang bernama Anto
"Belum cukup puas dia !" ucap Rizal , Anto sudah bersaing sebelumnya bersama Rizal dan sekarang dia kembali lagi.
"Semua data proyek sudah aku simpan baik baik, mungkin dia tidak akan bisa membocorkan ini !" ucap Rizal, Adisti merasa lebih tenang sekarang.
"Ariana masih marah yo bos ?" Adisti teringat saat istri bosnya cemburu dengan kehadiran Alice..
"Kayak nya dia masih marah, kalau sampe mamah sama papah tau bisa bahaya gue !" ucap Rizal, terlebih lagi orangtuanya sangat menyayangi menantunya itu.
"Salah sendiri sih, udah tau cewe itu cemburuan. Bos aja kemaren liat dia sama cowok lain panas, ya begitu juga dengan Ariana " Adisti bermaksud menyindir bosnya supaya menjaga batasan dengan Alice..
"Iyah bener sih, tapi aku sama Alice gak ada hubungan apa apa !" ucap Rizal
***
"Apah Hamil ?" Ariana syok saat mengetahui dirinya hamil, dia sangat bahagia namun disisi lain dia sedang bertengkar dengan suaminya.
"Akhirnya aku punya ponakan !" Lina memeluk Ariana, namun dia merasa aneh saat Ariana terdiam saja..
"Kamu kenapa ? Cerita sama aku ?" Lina merasa khawatir dengan sahabatnya itu
"Kamu jangan kasih tau dulu Mas Rizal atau siapapun yah. Kita selesaikan dulu tugas mencari tau tentang wanita itu !" ucap Ariana
Lina sempat ingin menolak namun dia tau sahabatnya ingin yang terbaik untuk rumah tangganya. .
"Okey, tapi kamu harus jaga kesehatan yah, harus sering cek up. !" Lina memeluk Ariana kembali.
__ADS_1
"Makasih ya Lin !" ucap Ariana, dia merasa senang karena dia akan segera mempunyai keturunan, namun disisi lain rumah tangganya masih diuji dengan ujian yang tak henti henti. Ariana harus kuat menahan semua ujian ini, agar rumah tangganya tetap utuh.
"Sabar ya nak, nanti kita bakal nemuin kebahagian kita !" ucap Ariana sambil mengelus perutnya yang masih rata.