
Ariana bangun pagi pagi, dianmenyiapkan keperluan suaminya dan menyiapkan sarapannya juga. Ariana sibuk membuat sarapan karena mualnya sudah mulai mereda.
"Non , biar bibi aja yah ! Nanti bapak marah !" ucap Bi Sri
"Engga bii, bentar lagi juga beres kok !" Ariana masih tetap melanjutkan memasaknya.
Setelah selesai memasak Ariana meletakan semua masakannya dimeja, dia berniat membangunkan suaminya yang masih tidur.
Saat berjalan menaiki tangga Ariana kepeleset, Bi Sri langsung berlari menghampiri Ariana. "Yaampun non hati hati !" ucap Bi Sri. Dia langsung memanggil Rizal karena panik.
"Pak bangun pak !" ucap Bi Sri, Rizal keluar dari kamar dan panik saat melihat istrinya kesakitan..
"Aww, sakit mas !" Ariana meringus kesakitan. Rizal langsung mengambil kunci mobil dan membawa Ariana kerumah sakit.
"Bi telpon mamah sekarang, Bibi juga ikut ayo ,!" Bi Sri ikut panik, dia membawa tas majikannya dikamarnya. Sementara Rizal membawa Ariana masuk lebih dulu dan disusul Bi Sri.
"Aduhhh sakitt mas !" Ariana merintih menahan sakit, Rizal membawa mobil secepat mungkin agar sampai dirumah sakit.
Setelah beberapa menit, mereka sampai di rumah sakit. Rizal langsung menggendong Ariana keluar dari mobil, dan membawanya masuk kedalam.
Perawat yang menghampiri langsung menunjukan ke arah ruangan dokter, Rizal mengikuti arahan perawat itu. Rizal meletakan istrinya diatas bangsal untuk diperiksa dokter, dia menunggu diluar sementara Ariana diperiksa terlebih dulu.
"Bibi udah telpon mamah ?" tanya Rizal, dia menghampiri Bi Srinyang masih setengah panik..
"Udah pak ! Katanya sih barusan mau berangkat !" ucap Bi Sri
__ADS_1
"Kok bisa sih bi Ariana jatuh ?" tanya Rizal penasaran
"Kayaknya sih non Ariana nginjak tangga terlalu ujung jadinya kepeleset, soalnya bibi belum ngapa ngapain deh pak !" Bi Sri juga tidak tau kenapa penyebabnya, dia hanya menebak nebak..
"Yaudah bi, mudah mudahan aja kandungannya gapapa !" Rizal mengusap wajahnya kasar, bahkan dia belum sempat mencuci mukanya.
Dia berjalan kekamar mandi untuk mencuci mukanya, dan sejenak menenangkan diri. Dia terlalu khawatir dengan keadaan istri dan calon anaknya.
***
"Bi, gimana keadaan nya sekarang ?" tanya mamahnya Rizal, dia baru tiba dan langsung mencari keberadaan anaknya
"Sekarang sedang ditanganni nyonya!" ucap Bi Sri, dia masih panik karena dokternya belum juga keluar
"Rizal kemana bi ?" Mamahnya mencari keberadaan anaknya yang tak terlihat.
"Kita berdoa saja bayinya baik baik aja, begitu juga dengan Ariana !" ucap Mamahnya Rizal.
"Mah " Sapa Rizal saat dia kembali dari toilet
"Zal, Ariana gapapa kan ?" tanya mamah nya
"Tadi pendarahan mah ! Aku juga khawatir !" ucap Rizal.
Crlek... "Suami dari Ibu Ariana ?" ucap dokter wanita itu
__ADS_1
"Saya dok !" Ucap Rizal, dokter itu mendekat ke arah mereka, membuat mereka khawatir..
"Gimana keadaan istri saya ?" tanya Rizal
"Kandungannya baik baik saja, Bu Ariana juga baik. Hanya saja kandungannya melemah, Bu Ariana harus benar benar istirahat !" ucap dokter wanita itu
"Syukurlah ! Dia bisa pulang dok ? Atau harus menginap ?" tanya Rizal.
"Boleh pulang pak,Saya sarankan bu Ariana ikut senam ibu hamil !" ucap dokternya
"Iya dok terimakasih !" Ucap Rizal..
Dokter itu kembali keruangannya, mereka masuk untuk melihat Ariana yang masih terbaring lemas.
"Aww !" Ariana mengaduh karena kakinya yang masih sedikit sakit.
"Kamu gapapa sayang ?" tanya mamah mertuanya itu
"Gapapa mah, cuman sskit dikit kok !" ucap Ariana.
"Kita pulang yah, nanti ada mamah yang bakal jagain kamu dirumah yah !" Rizal menggendong Ariana kembali kemobil, sementara mamahnya dan Bi Sri menyelesaikan Administrasi terlebih dahulu.
Mereka pulang lebih dulu, karena Bi Sri ikut dengan mamahnya. "Maaf ya mas !" ucap Ariana
"Gapapa sayang, lain kali hati hati yah !" Rizal mengelus kepala istrinya agar dia merasa tenang dan nyaman.
__ADS_1
"Iya mas !" ucap Ariana.