
Adisti sekarang sudah berada di Rumahsakit mencari keberadaan Selena. Mata Adisti pada seorang wanita yang sedang menangis dengan luka luka disekujur tubuhnya
"Selena?" ucap Adisti, Selena yang sedang menangis langsung berbalik dan memeluk Adisti dengan erat
"kamu tenang yah ada aku disini!" ucap Adisti sambil menenangkan Selena
Setelah beberapa jam akhirnya Jenazah sang mamahnya bisa dibawa pulang untuk ditempatkan di tempat peristirahatan terakhirnya. Adisti terus berada disamping Selena
"Mah lihatlah sekarang Adisti selalu disisiku, tapi kenapa mamah yang harus pergi ? Kenapa kita tidak tinggal bersama mah!" ucap Selena sambil menangis
Adisti sangat merasa kasihan pada mamahnya Selena, walaupun mereka pernah dipisahkan oleh sang mamahnya tapi Adisti tak memiliki dendam sedikitpun.
***
Drtt.. Drt...
Rizal terbangun saat Hp nya bergetar, Dia mencoba menetralkan dirinya untuk menganggkat telpon
"Hallo bos, kami dapat informasi bahwa Adisti sedang menemani mantak kekasihnya yang bernama Selena, Dia mengalami kecelakaan bersama sang Ibu, namun ibunya meninggal. Adisti juga yang membayar Administrasinya dan semua kebutuhannya!" Sambungan telpon langsung dimatikan
"Hem ternyata Selena kembali, namun sayangnya sang ibu mati dalam kecelakaan. Ini bukan seperti kecelakaan, mereka orang kaya tapi kenapa tidak mampu membayar Admistrasinya! Gumam Rizal sambil menerka
Tiba tiba lamunannya tersadar saat mengingat Ariana, ternyata istrinya tertidur dengan bersandar pada Sofa. Rizal mengangkat tubuh Ariana dan memindahkan nya ke Ranjang, Rizal mencium kening sang Istri dan Ikut berbaring tidur bersama Ariana.
__ADS_1
***
Setelah pemakaman selesai, Adisti membawa Selena ke Apartemen miliknya.
"kamu disini dullu sementara yah!" ucap Adisti sambil mengusap kepala Selena
Selena masih merasa terpukul dengan keadaannya saat ini, Dia hanya diam dan melamun. Adisti pergi ke kamarnya untuk mandi, dia mengambil kaos untuk dikenakannya.
"Rasanya ada yang Janggal dengan Kecelakaan ini!" gumam Adisti
Selena hanya terdiam diruang tamu, dia melamun memikirkan sang mamah yang sudah tiada, Selena tidak punya siapa siapa lagi yang menyayanginya.
"Mamah Selena gak mau sendirian mah!" gumamnya sambil air matanya menetes
Adisti langsung memeluk selena "kamu jangan ngerasa sendirian aku akan selalu ada buat kamu na, kamu jangan sedih terus yah aku jadi ikutan sedih!" ucap Adisti sambil memeluk selena
Wanita itu hanya menangis tanpa menggubris apa yang dikatakan Adisti.
"Ayok kita tidur yah!" Ucap Adisti, selena tidur dikamar yang bersebelahan dengan Adisti. Dia memastikan wanita itu tidur, barulah dia bisa tidur.
***
Pagi hari...
__ADS_1
Ariana bangun dari tidurnya, dia melihat sekelilingnya sudah tidak ada Rizal. Ariana mengedarkan matanya mencari Suaminya, namun tidak ada.
Ariana berjalan menuju kamar mandi, menuju balkon namun sang suami tidak ada juga.
"kemana mas Rizal perginya yah?" gumam Ariana. Tak lama pintu terbuka, menampilkan Rizal yang membawa beberpa makannan dan sebuah kotak hadiah
"Mas dari mana pagi pagi?" tanya Ariana bingung
"Mas ngambil pesanan dibawah, sambil beli beberapa sarapan!" ucap Rizal, dia meletakan barang barang itu dimeja
"Itu apa mas dikotak?" tanya Ariana penasaran
"Oh itu punya Adisti, katanya buat pacarnya sih!" Padahal itu untuk Ariana.
"Oh punya Adisti, yaudah mas ayo kita sarapan. Aku cuci muka dulu!" Ariana berjalan menuju kamar mandi
"huhh untung aja dia percaya!" gumam Rizal, dia memasukan kotak itu ke dalam laci
Setelah selesai cuci muka, Ariana menuju Sofa dimana Rizal sudah membukakan bungkus makannannya.
"Aku mau disuapin sayang!" ucap Rizal
"Huh manjaa bangett kamu sayangg!" Ariana menyodorkan sendok ke mulut Rizal.
__ADS_1