
Sementara Selena dan Andri sedang makan siang bersama di Kantin.
"Enak yah makanannya ?" ucap Andri membuka percakapan
"Iya enak." ucap Selena sambil tersenyum, Andri terus memerhatikan Selena yang sedang makan
Selena yang menyadari kalau dirinya sedang diperhatikan, spontan melihat ke arah Andri.
"Kamu kenapa ngeliatin aku gitu banget sih ?" tanya Selena, karena merasa aneh dengan sikap Andri
"Enggak hehhe. Kamu lucu aja gtu." Ucap Andri, dia melanjutkan menikmati makanannya.
Selena hanya tersipu malu saat Andri berkata begitu, banyak orang yang melihat ke arah mereka.
Bahkan rekan rekan kantornya itu mengira kalau Selena dan Andri berpacaran, karena mereka selalu terlihat bersama sama.
***
Setelah makan siang, Rizal mencoba menelpon sang istri.
"Istriku lagi ngapain yah, coba telpon ah." gumam nyaa
Dia merogoh Ponsel dari sakunya, kemudian membuka ponsel dan mencari no Istrinya.
__ADS_1
Tuut... Tutt...
"Hallo mas ?" ucap Ariana dari sebrang telpon.
"Hallo sayang, kamu lagi ngapain ?" tanya Rizal
"Aku lagi tiduran mas, nongton tv. Kamu lagi apa mas ?" tanya Ariana
"Mas baru aja beres makan siang. Kamu jangan lupa makan sayang." ucap Rizal mengingatkan istrinya untuk makan
"Iya mas bentar lagi. Tumben baget kamu nelpon." ucap Ariana
"Aku kangen sayang." ucap Rizal
"hehe, Yaudah aku balik kerja dulu sayang. Muach." Ucap Rizal, dia memberikan kecupan diakhir telponnya
"Muachh." Ariana juga membalasnya.
Setelah sambungan telpon mati, Rizal kembali meletakan Ponselnya kedalam saku. Kemudian dia kembali bekerja agar selesai lebih cepat..
"Kerjaan numpuk banget gini, bisa pulang cepet gak yah." gumam Rizal, dia melihat tumpukan berkas dimejanya.
Belum juga kerjaan yang lainnya, email email yang dikirimkan Adisti padanya, belum semua dia cek..
__ADS_1
Dari pada banyak mengeluh, Rizal langsung saja mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk itu..
***
Adisti belum kembali ke kantor, dia masih makan siang diluarr, ada sesuatu yang mengganjal pikiran Adisti. Dia memikirkan Selena yang akhir akhir ini sangat berubah padanya.
Dia merasa kehilangan sosok Selena yang biasanya tidak cuek, sekerang Selena berubah menjadi lebih cuek padanya.
"aishh mikir apa sih gue, lagian itu hak dia kalaupun dia mau pacaran, ngapain juga gue harus sampai segininya." gumam Adisti, dia menepis pikirannya jauh jauh.
Tapi didalam hatinya dia merasa sakit, sebenarnya dia masih memiliki rasa pada Selena, namun saja dia malu untuk mengungkapkannya pada Selena.
Selena juga sama seperti Adisti, sebenarnya dia masih punya rasa. Namun Selena tidak mau berharap terlalu banyak pada Adisti, karena Adisti juga tidak pernah mengakuinya.
Selena mencoba membuka hatinya untuk orang lain, agar dia tidak terlalu berharap pada Adisti, jadi sekarang dia deket dengan laki laki bernama Andri itu.
"Siapa laki laki itu." gumam Adisti, dia masih memikirkan kejadian tadi pagi, saat Selena dijemput dan diantar ke kantor oleh laki laki itu.
"Aku harus cari tau, aku takut orang itu punya niat jahat." gumam Adisti, dia berpikir kalau Andri memiliki niat jahat terhadap Selena, padahal itu adalah Rasa cemburu yang terhalang oleh gengsi.
Buktinya Adisti sangat memikirkan kejadian tentang tadi pagi, kalau bukan cemburu lalu apa namanya.
Setelah selesai makan dan melamun, dia membayar dulu makanannya dan kemudian dia kembali ke kantor. Tadinya dia berniat untuk pulang, namun dia memikirkan bosnya yang mengerjakan banyak pekerjaan.
__ADS_1