
Pagi Ini Ariana Sudah Kembali Sehat...
Hari Ini Dia Tidak Akan Berangkat Ke Kantor, Mengingat Mertuanya Menyuruh Menginap Ariana Akan Membuat Cake Untuk Mertuanya.
"Pagii " Rizal Yang Baru Selesai Mandi Menghampiri Ariana Yang Berada DiDapur
"Pagii. Tumben Bangett Udah Bangun Pagii Pagii Ginii Biasanya Juga Tau Tau Nanti Abis Mandi Langsung Berangkat" Ucap Ariana
"Iyahhh Lagi Pengen DiBikinin Sarapan Nasi Goreng. Tapi Kamunya Lagi Sibuk Bikin Kue Kan!" Rizal yang sedang Memperhatikan Ariana
"Yaudah Tunggu Saya Buatin Dullu. Aku Tuh Heran Kamu Tuh Kadang Kaya Kulkas Kadang Kaya Oven!" Ariana Berbicara Tanpa Memperhatikan Kata Katanya..
"Maksudd Kamu?" Rizal Bertanya Seraya Bingung Dengan Ucapan Sang Istri
"Iyahh Kadang Sikap Kamu Dingin, Kadang Juga Bisa Lembut. Kadang Aku Bingung Sendiri Kamu Tuh Maunya Gimana!" Ariana Menatap Rizal Penuh Tanya
"Kamu Sendiri Bisa Seriang Itu Sama Orang Lain, Kalau Sama Aku Kamu Sedingin Ini Jarang Memperlihatkan Senyum!" Rizal Membalikan Fakta..
"Aku Sebenarnya Gimana Orangnya, Kalau Orang Itu Lemah Lembut Aku Akan Mengikuti Sifatnya, Begitu Juga Sebaliknya!" Ucap Ariana
"Ohhh Begituuu, Kalauu Aku Jatuh Cinta Sama Kamu Boleh?" Tanya Rizal Penuh Harap
"Ingat Perjanjian Kita Yahh, Lagian PlayBoy Kayak Kamu Mana Iyah Cinta Sama Aku!" Ucapan Ariana Membuat Senyum DiWajah Rizal Pudar, Dia Hanya Diam Setelah Ariana Mengatakan Itu..
Ariana Memotong Sayuran Sebagai Pelengkap Nasi Goreng, Mengiris Bawang, Cabe Rawit, Tomat Dan Beberapa Potong Timun. Ariana Memasak Dengan Sangat Lihai, Karena Ariana Sudah Terbiasa Memasak.
Rizal Hanya Memperhatikan Ariana Dari Meja Makan, Dia Menyunggingkan Senyum DiBibirnya.
"Kamu Belajar Masak Dimana ?" Rizal Membuka Obrolan Kembali
"Belajar DiRumah, Sama Mbok Yatii!" Ucap Ariana
Setelah beberapa Menit Nasi Goreng Pun Jadi "Inih Makan Yang Banyak Biar Sehatt!" Walau Nada Ucapan Ariana Dingin, Dia Perhatian Bagaimanapun Rizal Yang Merawatnya Saat Sakitt
"Iyahh Makasih Istriku" Rizal Melahap Nasi Goreng Itu Suap Demi Suap. Ariana Yang Tersipu Karena Rizal Memanggil Dengan Sebutan Istriku "Aku Benar Benar Tidak Tau Apa Yang DiMau Laki Laki Ini" Ucap Ariana Dalam Hati
"Gimana Keadaan Kamu Sekarang? Masih Pusing Gak ?" Tanya Rizal.
"Sekarang Udah Mendingan Kok!" Ariana Merasa Aneh Dengan Suaminya Hari Ini.
"Kedepannya Aku Pengen Kamu Siapin Keperluan Kantor Aku, Dan Memasak Sarapan Untuk Aku. Aku Gak Mau Tau Lagi Soal Perjanjian Kita DiWaktu Pertama Nikah!" Ucap Rizal Dengan Nada Lembut
"Kenapa Jadii Ginihh?" Tanya Ariana Yang Heran Dengan Sikap Sang Suami
"Ginii Gimanaa ?" Tanya Rizal
"Yahh Kamu Jadi Berubah Pikiran Kayak Ginii, Gak Sesuai Perjanjian!" Ariana Merasa Ada Yang Tidak Beres Dengan Suaminya
"Okeh Ginii Dehh, Kita Jalani Ajja Dullu Pernikahan Ini. Aku Mencoba Membuka Hati Buatt Kamu, Dan Kamu Sebaliknya. Kalau Nanti Kita Sama Sama Gak Ada Rasa Kita Boleh Pikirin Buat Cerai. Sebenarnya Aku Gak Mau Bikin Keluarga Aku Kecewa Dengan Pernikahan Hampa Ini!" Ucap Rizal Dengan Wajah Yang Memelas
Ariana Terdiam Sejenak Mencerna Kata Kata Sang Suami. Sebenarnya Ariana Juga Tidak Ingin Keluarganya Kecewa Karena Kebohongan Mereka Berdua, Tapi Apa Salahnya Mencoba Membuka Hati.
"Baiklahh Aku Akan Mencobanya!" Ucap Ariana
"Terimakasih" Rizal Menampilkan Senyuman Paling Tulus, Membuat Ariana Merasakan Perasaan Yang Aneh..
"Pertamakalinya Dia Tersenyum Tulus" Ucap Ariana Dalam Hatii
Setelah Menyelesaikan Sarapannya Rizal Berangkat Ke Kantor, Sebelum Pergi Dia Menghampiri Ariana Yang Sedang Membuat Cake Di Dapur
"Aku Berangkat Dullu Yaa Istriku !" Rizal Mengacak Acak Rambut Ariana Dan Mencium Keningnya
Ariana Merasa Syok Dengan Perlakuan Sang Suami, Membuatnya Terdiam. "Ohh Iyah Silakan, Hati Hati Yahh Mas!" Ucap Ariana
Rizal Hanya Tersenyum Dan Pergi Meninggalkan Ariana Yang Sibuk Di Dapur.
"Aneh Rasanya Saat Dia Manggil Istriku" Ariana Terus Bergulat Dengan Hati Dan Pikirannya.
"Non Jangan Melamun Terus " Lamunannya Buyar Saat Bi Sri Menyapa.
"Ahh Bibii. Bi Besok Besok Kalau Masak Aku Yang Kerjain, Bibi Cukup Kerjain Pekerjaan Yang Lainn!" Ucap Ariana
Bi Sri Bingung Dengan Perkataan Sang Majikan "Itukan Udah Tugas Bibi Non" Ucap Bi Srii
"Ini Permintaan Rizal Bi, Katanya Pengen DiBikinin Sarapan Sama Aku" Ucap Ariana
Bi Sri Hanya Tersenyum Saat Ariana Mengatakan Kalau Ini Perintah Dari Sang Suaminya.
****
DiRuang Kantorr Rizal..
Tokk.. Tokk...
"Masukkk.." Rizal Mempersilakan Masuk Seseorang DiBalik Pintu
__ADS_1
" Paa Ini Laa-poo... Rizall" Seorang Wanita Paruh Baya Yang Baru Saja Masuk Kerja
"Henii, Ngapain Kamu Di Sini? Bukannya Kamu Keluar Kota?" Rizal Langsung Berdiri Saat Melihat Sang Mantan Kekasih Tercinta Ada DiDepan Mata
"Akuu Sebenarnya Gak Keluar Kota Ko, Aku Nurutin Keinginan Mamah Kamu, Buat Gak Dekett Dekett Sama Kamu!" Ucap Henii Gugupp
"Apahh? Kok Mamah Gak Pernah Cerita Yahh!" Rizal Bingung Harus Bagaimana
"Udahlahh itu Udahlamaa Jugaa, Aku Gak Tau Kalau Kamu Pemilik Perusahaan Ini!" Ucap Henii
"Yaudah Ayoo Sinii Duduk Dullu" Rizal Mengajak Heni Berbicara, Toh Dia Sudah Mencari Cari Heni Sebelumnyaa.
Adisty Ragu Memperkerjakan Henii, Tapi Dia Ingin Melihat Apakah Bosnya Lebih Memilih Sang Istri Atau Mantan Pacarnya...
"Henii Ayo Makan Siang Bareng Saya" Rizal Mengajak Henii Makan Siang Bersama
"Ahh Iyaa Pak Baikk" Henii Mengikutji Langkah Sang Bos
Mereka Makan DiSebuah Restoran Di Depan Kantornya, Rizal Masih Mengingat Beberapa Makannan Kesukaan Henii.
"Henn Kamu Udah Nikahh?" Tanya Rizal
"Belum Pakk!" Ucap Henii
Rizal Hanya Menganggukan Kepalanya Seraya Mengertii
Tak Lama Makanan Pun Datangg, Mereka Makan Dengan Fokus, Sesekali Mereka Bertukar Senyum
****
Ariana DiTelpon Viona Untuk Memeriksa Laporan Keuangan Bulan Ini. Dia Mengendarai Mobil Sportnya Melewati Kantornya Dan Kantor Suaminya.
"Aku Rasanya Ingin Kopi Americano!" Ariana Bergumam
Ariana Berhenti Tepat Sebrang Restoran Rizal Sedang Makan Siang.
"Hallo Ariana?" Sapa Sang Barista
"Heyy Apa Kabar Kamu ki?" Tanya Ariana
"Aku Baikk. Pastii Kamu Mau Americano Dingin Yakan!" Ucap Sang Barista Bernama Kiki
"Iyahhh Tau Ajahhh" Ariana Duduk Menunggu Pesanan
Ariana Mengedarkan Pandangan nya Ke Segalaa Arahh.
"Rin Ini Pesenan Kamu," Ucap Sang Barista
Ariana Membayar Menggunakan Uang Digital " Makasih Yah Ki!" Ucap Ariana
Dia Terus Melihat Pada Pria Itu Yang Tak Lain Adalah Rizal. "Buayaa Emang!" Ucap Ariana Kesal
Ariana Terus Melanjutkan Perjalannannya Menuju Butik, Walau Dia Masih Memikirkan Dengan Siapa Suaminya Itu
"Bu Ini Laporannya" Tanpa DiSadari Viona Yang Menyerahkan Sebuah Map
"Ahhh Iyaa Mana Sinii Saya Cek!" Ucap Ariana Yang Tersadar Dari Lamunannya
Viona Hanya Menghela Nafas Saat Melihat Bosnya Yang Baru Sadar Melamun
***
Rizal Yang Sudah Selesai Dengan Makan Siangnya Kembali Ke Kantor. Orang Orang Menatap Heni Dengan Tatapan Jijik.
"Baru Saja Masuk Udah Jadi Penjilat" Ucap Seorang Karyawan Perempuan
Heni Terus Berjalan Ke Arah Ruangannya, Tanpa Menghiraukan Mereka.
"Henn Kirim Alamat Kontrakan Kamu Yahh!" Ucap Rizal Yang Baru Keluar Dari Pintu
Henii Mengangguk Seraya Mengeryi Apa Yang Dikatakan Rizal
***
Ariana Sudah Kembali Ke Rumah Sebelum Sang Suami Datang. Tak Lama Rizal Pun Pulang
Rizal Memegang Puncak Kepala Ariana Dan Menciumnya, Ariana Hanya Terdiam. Diaa Akan Mengikuti Alur Sang Suami Sampai Maana Dia Akan Bertahan.
"Udah Siapp Buatt KeRumah Mamah?" Tanya Rizal
"Udahh Nih Tinggal Nunggu Kamu Mandii!" Ucap Ariana
"Mau Mandii Bareng?" Ariana Sontak Meninju Bahu Sang Suami. Rizal Hanya Tertawa Melihat Tingkah Sang Istri
Setelah Beberapa Menit Menunggu Ariana Berangkat Kerumah Sang Mertua, Di Dalam Mobil Ariana Hanya Terdiam Dengan Penuh Tanda Tanya.
__ADS_1
Saat Tiba DiRumah Sang Mertua..
"Ariana Sayangg" Mertua Nya Langsung Menyambut Dan Memeluk Ariana
"Mamah Apa Kabar ?" Ariana Memberikan Cake Yang DiBuatnya Tadi
"Baikk Sayang, Ini Cake Buatan Kamuh Yahh?" Tanya Sang Mertua
"Hehe Iyaa Mah, Biasa Ayah Kan Sering Makan Cake, Udah Lama Juga Aku Gak Kerumah Ayah!" Ucap Ariana Dengan Senyuman Manisnya
"Nanti Kalau Udah Dari Sini Kamu KeRumah Ayah Juga!" Ucap Titi Seraya Menenangkan Sang Menantu
Rizal Hanya Menatap Interaksi Kedua Perempuan Itu, Hatinya Merasa Tenang Dengan Melihat Momen Seperti Inii, Jarang Jarang Ibunya Sebahagia Ini..
Ariana Menyimpan Tasnya Ke Dalam Kamar Rizal. Suaminya Sedang Mengobrol Dengan Sang Mama DiRuang Tamu. Ariana Berkeliling Mengintari Setiap Sudut Ruangan
Ariana Membuka Lemari Sang Suami, Yang Sedikit Terbuka Pintunya. Mendapati Poto Wanita Yang Sedang Makan Siang Bersama Rizal Tadi
"Bukannya Wanita Ini Yang Tadi Sama Mas Rizal!" Arian Bertanya Tanya "Namanya Heni Laurien" Ariana Membalik Dan Menemukan Namanya.
Ariana Meletakan Kembali Poto Itu Ke Tempatnya Semula, Sebelum Suaminya Masuk Ke Kamar, Tak Lama Rizal Masuk Ke Dalam Kamar.
"Aku Tidur Di Sofa " Ucap Ariana
"Nggak Boleh Kamu Akan Tidur Diranjang Sama Aku!" Ucap Rizal
Awalnya Ariana Menolak, Tapi Bagaimanapun Rizal Suaminya
"Oke Kita Akan Bikin Ranjang Ini Pake Pembatas" Ucap Ariana
"Oke Baiklah Istriku" Ucap Rizal
Drtt... Drtt...
Ariana Melihat Sekilat Nama Dari Panggilan Tersebut
"Heni" Ariana Tersenyum Getir.
"Angkat Ajja Siapa Tau Penting" Ucap Ariana
Rizal Mengangkat Telpon Heni Sangat Jauh Dari Ariana. Setelah Beberapa Menit Panggilan Terputus.
"Rin Aku Keluar Dulu Bentar Temen Aku Sakit, Dia Gak Punya Siapa Siapa Disini!" Ucap Rizal Dengan Muka Setengah Panik
"Iyah , Hati Hati Dijalan Mas!" Ariana Hanya Tersenyum Paksa, Dia Berjalan Menuju Ranjang Menarik Selimut Itu Sampai Menutupi Muka nyaa
Rizal Menjalankan Mobilnya Menuju Kontrakan Heni. Henii Merasa Badanya Panas, Jadi Menelpon Rizal. Dia Juga Membawa Beberapa Makanan Untuk Heni
Setelah Sampai DiKontrakan Heni, Rizal Membaringkan Tubuh Heni DiRanjang Memberikannya Obat
"Jangan Pergi Yah, Aku Takut Sendirian. Kamu Nginep Disini Sama Aku!" Ucap Heni Sambil Memegang Tangan Rizal..
Tanpa Berpikir Panjang Rizal Meng Iyakan Perkataan Heni. Tohh Besok Juga Libur Kerja Karena Hari Minggu
Ariana Tidak Bisa Tidur, Melihat Jam Sudah Menunjukan Pukul 02.00 Suaminya Benar Benar Belum Kembali. Ariana Merasa DiTipu Oleh Sikap Sang Suami Akhir Akhir Ini.
Drtt.. Drtt.
"Telpon Dari Siapaa Ini" Ariana Melihat Ada No Baru Masuk Ke Ponselnya
"Hallo, Siapa Yah?" TanYa Ariana
"Aku Adisty, HP Bos Gak Aktif, Ada Pekerjaan Mendesak Bisa Bangunin Bos Bentar Gak?" Ucap Adisty DiSebrang Sana
"Kamu Masih Kerja Jam Segini?" Tanya Ariana
"Iyah Udah Biasa ko!" Ucap Adisty Dengan Santai
"Emm.. Bos Kamu Gak Ada Sama Saya, Mungkin Lagi Sama Pacarnya. Kamu Telpon Ajja Pacarnya Katanya lagi Sakit" .Ucap Ariana Dengan Nada Lembut
Adisty Syok Saat Istri Bosnya Berbicara Seperti Itu. Setelah Beberapa Menit Sambungan Telpon Mereka Terputus.
Ariana Mencoba Merebahkan Kembali Tubuhnya Dan Memejamkan Matanya, Agar Pikirannya Tenang
***
"Anjirr Udah Salah Gue Bawa SiPelacur Itu Masuk Ke Dunia Rizal Lagi. Tau Gini Gue Gak Bakal Biarin Dia Kerja Disini" Adisty Merasa Prustasi Memikirkannyaa
Adisti Mencoba Menghubungi Heni
"Hallo, Lo Dmna ? " Tanya Adisti
"Aku DiKontrakan DiTemenin Sama Rizal, Tapi Dia Lagi Tidur" Ucap Heni Seraya Memberitau Adisti Semuanya
"****** Tetep Aja ******" Ucapan Adisti Terakhir Membuatnya Merasa Kesal.
__ADS_1
Adisti Akan Membuat Perhitungan Besok Dengan Sang Bos Nyaa.
" Gak Takut Kehilangan Mutiara, Demii Batu Krikil Dia" Gumam Adisti