
"Mah aku udsh dimobil, Ariana udah selesai belanjannya!" ucap Rizal dari sebrang telpon.
"Iya mamah sama papah bentar lagi ke situ !" ucap sang mamah. Sambungan telpon terputus, Rizal masuk ke dalam mobil dan duduk bersama Ariana dikursi depan.
"Gimana mas ?" tanya Ariana saat Rizal baru saja masuk. "Mamah bentar lagi kesini, barusan aku udah telpon!" ucap Rizal.
"Ohh iyaa mas!" ucap Ariana , Raut wajahnya sedikit berbeda dari saat pertama berangkat ke Mall, sepertinya Ariana benar benar menginginkan Baju itu.
"Kamu kenapa sayang? Kamu masih pengen belanja, kalau gitu ayo masuk lagibke dalam!" tanya sang Suami karena khawatir.
"Gapapa mas cuman lagi gak mood aja kok!" ucap Ariana tanpa exspresi. Rizal sebenarnya ingin tertawa melihat raut wajah sang istri, namun Rizal terus menahannya.
"Sayang itu mamah sama papah, kamu yakin gak mau belanja lagi?" Rizal memastikan Istrinya sudsh cukup atau belum belanjannya.
Ariana menganggukan kepalannya , memberi kode kalau dia tidak mau belanja lagi.
Mamah mertua dan papah mertua masuk ke dalam mobil dan duduk di jok belakang.
"Sayang kamu udah selesai belanjanya ?" tanya mamah mertua
__ADS_1
"Udah mah, aku cuman beli beberapa barang aja kok!" Ariana memasang wajah cerianya kembali.
Rizal merasa heran dengan sang istri, sebelum mamahnya kembali wajahnya ditekuk, sekarang wajahnya ceria lagi.
"Mungkin dia gak mau kalau mamah tau dia lagi gak mood!" gumamnya dalam hati Rizal.
"Yaudah ayo pulang, nanti sebelum pulang kita makan diRestoran yah. Mamah lagi pengen makan sesuatu deh!" ucap sang mamah.
"Iya mah!" Rizal mulai melajukan mobil nya menuju perjalanan pulang..
"Mamah beli kado apa mah ?" tanya Ariana penasaran.
"Aku juga bingung sih mah, tapi aku niatnya mau bikinin dia baju dengan model yang berbeda dari orang lain!" ucap Ariana mengutarakan pikirannya.
"Wah bagus dong sayang, pasti dia bakalan suka. Apalagi itu pemberian dari kamu!" ucap sang mamah mertua.
"Sayang Jas buat aku mana, katanya kamu mau bikinin aku Jas ?" Rizal teringat dengan perkataan sang istri waktu itu. Dia bilang akan membuatkan Jas spesial untuk Rizal.
"Oh iya mas, 2 hari lagi udah beres kok, sekarang pesanan dibutik lagi rame bange mas!" Ariana baru ingat kalau jas nya belum selesai dibuat.
__ADS_1
"Wah hebat banget ya mah menantu kita!" ucap sang papah mertua. "Iya lah pah. Rizal aja sih yang gak bersyukur punya Istri kayak Ariana gini!" ucap sang mamah.
Rizal melihat ke arah sang mamah dari cermin, dan sang mamah juga melihat ke arah cermin.
"Iya iya maaf mamah becanda. Hahaha!" ucap sang mamah sambil tertawa karena melihat mata tajam sang anak dari cermin.
"Mah kita makan direstoran mana ?" tanya Rizal
"Di Situ aja tuh !" sang mamah menunjuk ke sebuah Restoran yang ramai.
"Makanan disini enak enak, udah gitu segala macam makanan ada. Itu sebabnya Restoran ini rame terus !" ucap sang mamah.
Mereka berempat turun dan masuk ke dalam restoran yang luas, dengan desain berwarna coklat dan menggunakan beberapa bambu untuk membuat tempat makan di Outdor.
Mereka memesan terlebih dahulu makanannya, nanti mereka akan diberi nomor meja nyaa. Pelayan akan mengantarkan makanan mereka nanti.
"Wah enak juga tempatanya ya mah!" ucap Rizal saat melihat berkeliling, ada kolam ikan ada taman bermain anak, ada spot potonya juga.
"Mas potoin aku !" ucap Ariana, Rizal memotret sang istri yang cantik ini.
__ADS_1
"Wah bagus banget, makasih mas!" Ariana memeluk Rizal. Mungkin suasana hati Ariana sudah kembali bagus.