
Ariana dan Lina pulang dengan membawa sekeranjang mangga, karena hari semakin sore "Makasih ya Sen, udah bolehin aku ngambil mangga disini !" ucap Ariana
"Iya lain kali tinggal kesinia aja kalau kamu mau lagi !" Sendi senang karena mempunyai teman baru
"Yasudah kita balik dulu yah. Dahh !" Lina melambaikan tangan dan melajukan mobilnya keluar dari perkebunan.
Drt. Drt.. Handphone Ariana berdering, dia merogoh nya dari dalam tas..
"Hallo sayang, kamu dimana ? Kenapa gak diangkat angkat ?" tanya Rizal disebrang telpon khawatir
"Aku lagi jalan jalan sama Lina, kamu gak usah khawatir Mas. Kamu udah pulang ?" tanya Ariana
"Belum, bentar lagi pulang !" ucap Rizal.
"Yaudah hati hati, aku juga lagi dijalan bentar lagi pulang !" ucap Ariana
Ariana mematikan telponnya setelah mereka selesai bicara. "Udah baikan nih ?" tanya Lina
"Aku lagi Happy, jadi aku maafin dia deh. Lagian gak enak berantem terus !" ucap Ariana
"Iyah sih, giamana soal cewek itu ?" tanya Lina penasaran dengan kelanjutan Alice
"Aku belum menghubungi Adisti lagi, sebelumnya aku sudsh menyuruh hacker aku buat bobol data cwek itu !" ucap Ariana.
"Tapi kayaknya emang cwek itu gak bener deh !" ucap Lina, karena waktu itu Lina pernah melihat cewe itu keluar dari kantor dan menemui seseorang di depan kantor.
"Makannya aku gak mau marahan terus, biar aku tau informasi lebih banyak tentang cewe itu !" ucap Ariana
__ADS_1
"Gimana kalau besok kita ketemuan aja sama Adisti. Siapa tau dia punya petunjuk juga !" Lina menyarankan ide nya
"Emm.. Yaudah besok pas makan siang yah !" ucap Lina
***
"Dis lo belum balik ?" tanya Rizal saat dia melihat Adisti masih berada diruangannya.
"Belum bos, bentar lagi balik . Bos belum balik ?" tanya Adisti
"Ini baru mau balik, gue lagi nungguin Ariana nih dia lagi jalan jalan sama Lina !" Rizal duduk di sofa menyandarkan tubuhnya
"Udah beberapa hari ini Ariana jarang masuk kerja katanya, Selena juga sering lihat kalau Lina menjemputnya ,!" Ucap Adisti
"Biarin dia seneng karena aku selalu buat dia kecewa, lakukan apapun yang dia mau selagi membuatnya bahagia !" Rizal merasa dirinya belum bisa membahagiakan Ariana, dia hanya sering membuatnya menangis.
"Dia masih belum kelihatan, mungkin dia menyuruh anak buahnya untuk memata matai kita !" ucap Adisti
"Kita gak boleh lengan Dis, kita harus tetap waspada dan menyiapkan persiapan untuk serangan mereka !" ucap Rizal
"Yaudah bos, kalau mau balik duluan aja bos. Bentar lagi gue balik sambil jemput Selena !" ucap Adisti
Rizal berpamit pulang terlebih dahulu dan meninggalkan Adisti yang masih berada diruangannya.
***
"Makasih ya Lin, lo udah mau gue repotin. Pelan pelan gue akan mulai cerita sama Rizal tentang kehamilan gue !" ucap Ariana
__ADS_1
"Iya gue ngerti, lo jaga kesehatan yah. Kalau ada apa apa kabarin gue yah !" Lina memeluk Ariana sebelum dia keluar dari mobil.
"Hati hati dijalan, jangan ngebut !" Ucap Lina sambil melambaikan tangan.
Ariana melanjutkan perjalanannya menuju rumah, sebelum suaminya sampai dirumah.
Ariana senang membawa sekantong buah mangga dan beberapa buah lainnya yang dia petik tadi.
Setelah beberapa menit Ariana sampai dirumah, nampak mobil suaminya sudah terparkir di garasinya.
"Sayang kamu baru pulang ?" tanya Rizal yang baru keluar dari mobil.
"Iya mas, aku kira kamu udah masuk !" ucap Ariana, dia turun dari mobil sambil menenteng keresek.
"Kamu bawa apa sayang ?" tanya Rizal
"Bawa mangga, dikasih temennya Lina !" ucap Ariana
Rizal berganti membawa keresek yang lumayan berat itu, mereka masuk kerumah bersamaan.
"Loh tumben banget barengan sama bapak non !" ucap Bi Sri yang melihat mereka berjalan berdua
"Iya bi, barusan barengan dari depan. Kita mandi dulu yah bi !" ucap Ariana
"Iya non, bibi masak dulu yah !" Bi Sri pergi ke dapur, sedangkan Ariana dan Rizal pergi ke kamar mereka.
"Kamu mandi duluan yah !" Ariana menyuruh suaminya mandi duluan, Ariana akan menyiapkan pakainnya.
__ADS_1