JODOH PILIHAN IBUKU

JODOH PILIHAN IBUKU
Episode 72. Pecel Lele


__ADS_3

"Dis, bikinin saya kopi. Mata saya ini udah 5 watt loh !" Rizal merasakan kantuk yang sangat berat, padahal kerjaanya masih menumpuk.


"Emang ini gak bisa ditunda ya Bos, besok lagi gitu. Baru juga masuk kerja kita udah lembur aja !" Adisti juga sudah merasa lelah karena pekerjaannya yang menumpuk.


"Gak bisa, takutnya besok kita ada tugas keluar kota. Jadi kita harus beresin ini semua secepatnya. Cepetan bikinin kopi !" ucap Rizal.


Dengan langkah lemah, Adisti berjalan menuju dapur untuk membuat kopi, dia membuat dua cangkir kopi..


"Loh pak, kok bikin kopi sendiri ? Kenapa gak nyuruh saya aja !" Ucap seorang Office Boy bernama Arkan.


"Gapapa, Lagian kalian lagi sibuk juga. Yaudah saya balik dulu keruangan !" ucap Adisti


"Iya pak !" Arkan melanjutkan pekerjaanya setelah Adisti kembali keruangan Rizal.


"Dis, kalau aku nyari sekertaris lagi gapapa kan yah ?" Rizal meminta pendapat kepada Adisti tentang menambah sekertaris...


"Kalau saya sih seterah si Bosnya !" ucap Adisti dengan simpel. Adisti merasa senang kalau ada sekertaris baru, jadi kerjaanya bisa lebih ringan.


"Yasudah besok kamu siapkan kembali ruangan sekertaris yah, untuk sskertaris yang baru !" ucap Rizal.


"Iya Bos, nanti saya kasih tau Arkan buat beresin ruangannya !" Adisti duduk sambil meminum kopinya terlebih dahulu.


***


Tok.. Tok.. Tok..


"Mba, semua orang udah pulang ! Mba mau lembur yah ?" Selena masuk keruangan Ariana setelah semua orang dikantor pulang.


"Bentar lagi beres ko Sel. Oh iya Sel Adisti katanya hari ini lembur, Dia ada Chat kamu gak ?" tanya Ariana


"Ada Mba tadi Kak Adisti udah chat aku. Mba boleh gak aku ikut dulu sama mba, aku takut di Apart sendirian !" Selena meminta pada Ariana agar dirinya bisa ikut sebentar sampai Adisti pulang.


"Boleh, kebetulan aku mau nengokin temen aku yang lagi sakit. Kamu mau ikut ?" tanya Ariana, dia teringat kalau dirinya ingin menengok Lina .


"Mau Mba, tapi aku gak ngerepotin kan ?" tanya Selena


"Enggakko, kamu tunggu bentar. Ini udah mau selesai kok !" ucap Ariana.


Selena duduk disofa sambil memainkan ponselnya, setelah beberapa menit Ariana telah menyelesaikan pekerjaannya. Mereka keluar dari kantor setelah menyelesaikan pekerjaan.


"Selamat sore Bu Ariana ! Sudah mau pulang yah ?" Sapa Pak Satpam saat Ariana berpapasan digerbang.


"Selamat Sore pak, Ini ada sedikit buat beli kopi !" Ariana memberikan beberapa lembar uang kertas pada Satpam.


"Gausah bu gapapa!" Pak satpam menolak, namun Ariana memaksanya dan pak satpam pun mengambil uang itu.


"Bu Ariana selalu saja ngasih uang lebih padahal uang makan saja sudah cukup. Terimakasih Bu !" ucap Pak satpam dengan senyuman ramahnya.


"Iya pak sama sama , saya jalan dulu yak pak !" Ariana meninggalkan halaman kantor, tujuannya sekarang adalah rumah Lina.

__ADS_1


"Sel kamu laper gak ?" Ariana baru ingat kalau dirinya baru makan siang saja.


"Lapar sih Mba, tapi bingung mau makan apaan yah ?" Selena berpikir untuk memakan sesuatu yang enak.


"Emm gimana kalau kita makan pecel lele aja, kayaknya aku udah lama gak maka pinggir jalan !" ucap Ariana


"Boleh tuh Mba, tak kirain mba gak suka makanan pinggir jalan !" ucap Selena sambik terkekeh


"Kamu ini... Ya asal kita pandai memilih dan menilai makanan yang mana yang baik untuk kita.. Aku udah punya langganan kok, tuh didepan !" Ariana memberhentikan mobilnya dipinggir jalan, disana banyak sekali pedagang kaki 5 yang menjual banyak makanan


"Ayok turun !" Ariana dan Selena turun dari mobil.


"Mang Pecel Lele nya 2 yah !" Ariana memesan pecel Lele 2 porsi, satu untuk dirinya dan satu untuk Selena.


"Loh Neng Ariana kemana aja ? Ayah nya kemana neng kok gak diajak ?" tanya penjual pecel lele bernama mang Ujang itu.


"Saya udah nikah mang, jadi saya gak tinggal sama Ayah. Terakhir kesini saya pas mau nikah deh mang kayaknya !" ucap Ariana .


"Ohh neng Ariana udah nikah, Selamat ya Neng. Semoga pernikahannya Langgeng , Lancar , Mulus !" ucap Mang Ujang


"Iya mang makasih loh !" Ariana duduk sambil menunggu pesanannya datang.


"Mang teh nya yang anget yah !" Ucap Ariana ketika mang ujang membawakan makanan dan minumnya ke Meja Ariana .


"Selamat makan neng !" ucap mang Ujang


Ariana dan Selena makan dengan lahap, sampai nasinya tidak tersisa. Setelah selesai makan, Ariana dan Selena membayar terlebih dahulu.


"Mang berapa semuanya ?" Tanya Ariana ketika akan membayar makanannya.


"Geratis buat neng mah !" ucap mang ujang.


"Ah mang ujang mah gitu, yaudah makasih yah mang nanti kapan kapan aku kesini lagi. Semoga kebaikannya dibales sama yang lebih dikasih ke aku !" ucap Ariana.


"Yaudah mang kami pulang dulu !" ucap Ariana.


"Iya hati hati neng !" ucap Mang Ujang. Ariana dan Selena sudah masuk kedalam mobil.


Saat mang Ujang akan membereskan meja bekas Ariana makan, dia mendapatkan 3 lembar uang kertas dibawah piring Ariana makan tadi.


"Neng Ariana ini selalu saja membuat saya merasa berhutang, terimakasih neng !" gumam mang ujang.


"Mba kenapa pedagang tadi menolak mba membayarnya ?" tanya Selena penasaran


"Karena dulu tempat itu punya kami, dia punya anak yang sedang kuliah. Mang ujang ingin berdagang, tetapi sewanya sangat mahal . Karena kami kasihan melihat mang ujang, kami hanya menyewakan dengan separuh harga. Ketika kami makan disana, mang ujang akan memberikan cuma cuma pada kami, jadi aku selalu menyimpan uang dibawah piring !" Ariana menjelaskan tentang mang ujang pecel lele


"Oh begitu ya.. Pantas saja mba ini dimana mana dikenal, karena sifat mba memang baik..!" ucap Selena.


"Kamu ini berlebihan banget !" ucap Ariana.

__ADS_1


Sebelum kerumah Lina, Ariana membeli bubur untuk Lina. Dan setelah itu mereka menuju Apart Lina, yang tak jauh lagi dari situ.


"Akhirnya sampai juga !" gumam Ariana, mereka turun dari mobil dan langsung masuk menuju Apart Lina.


Setelah sampai didepan pintu, Ariana menekan Bel nya.


Alex membukakan pintu untuk mereka. "Lama banget sih !" ucap Ariana sambil menyodorkan bubur ditangganya kepada Alex.


Ariana memeluk Lina sekejap dan melepaskannya kembali. "Padahal lo masih pucet kenapa harus balik sekarang sih ?" tanya Ariana ketika melihat keadaan Lina yang masih pucat


"Gak betah banget gue tidur disana. Gue nyaman tidur dirumah, sekarang gak usah khawatir kan ada Alex !" ucap Lina. Ariana menatap ke arah Alex


"Kok lo natapnya gitu banget, kayak yang gak percaya. Padahal kemaren gue buru buru kesini !" ucap Alex.


"Haha becanda, iya gue percaya !" ucap Ariana sambil tertawa.


"Oh iya kenalin ini namanya Selena, dia orang yang digantung sama Adisti !" ucap Ariana


"Anjir tapi kok masih hidup padahal udah digantung yah ?" ucap Alex bercanda.


"Bukan digantung diri, digantung hubungan !" ucap Ariana.


"Hallo semua nama saya Selena !" ucap Selena memperkenalkan diri, Alex dan Lina hanya menanggapi dengan senyuman.


"Bisa pacaran juga tuh orang !" ucap Lina


"Namanya juga manusia !" Ucap Ariana, dia melihat kueh kesukaannya. Tanpa berpikir panjang dia langsung mengambilnya.


"Heh Lo mah tau aja yah makanan kesukaan loh !" ucap Lina yang tertawa melihat sahabatnya. "Barter sama bubur yakan"! Ucap Ariana sambil tertawa.


"Serasa banci gue, lakinya sendirian gini. Suami lo mana sih ? Sama si Adisti ?!" ucap Alex


"Suami gue lagi lembur sama Adisti, jangan ganggu dia apalagi kalau lo ngajak ke Bar awas aja !" ucap Ariana mengancam Alex.


"Idih ngapain ke Bar, mendingan gue jagain pacar gue !" ucap Alex, dia duduk disamping kekasihnya.


"Sini Sel kamu cobain nih, enak kok !" Ariana mengajak selena memakan kueh bersama.


"Dia kerja dikantor lo ?" tanya Lina


"Heem ... Baru hari pertama kerja. Waktu pas liburan di Bali, Adisti balik tiba tiba karena mau nemuin Dia !" ucap Ariana


"Oh gue kira waktu itu kenapa, sampai sampai Bos nya harus balik pakek pesawat umum !" ucap Lina.


"Udahlah, Rencanain Lagi gue ada Fashion sama Mamah mertua gue ke Paris !" ucap Ariana


"Wah diajak lagi dong gue ?" tanya Lina


"Pasti dong !" ucap Ariana, Selena hanya menyimak mereka berbicara dsn sesekali ikut masuk dalam obrolan mereka.

__ADS_1


__ADS_2