
Pagi hari Ariana sudah bangun, dia merasakan sesuatu yang berat menindih perutnya. Dia membuka matanya perlahan melihat tangan suaminya yang berada diatas perutnya.
Ariana memindahkan tangan kekar itu, dia beranjak dari ranjang dan menaruh tangan suaminya itu pelan agar tidak bangun . Ariana berjalan menuju pintu, matanya melirik sekilas ke arah meja yang terdapat bunga mawar yang indah, dia pun berjalan menuju meja itu, dan memegang bouket bunga yang ada dimeja.
"Bunga buat siapa ini ?" gumam Ariana, dia merasa kalau bunga itu bukan untuk dirinya karena setau dirinya suaminya itu sedang marah padanya.
Dia menyimpan kembali bunga itu, dan keluar dari kamar menuju dapur. Dia menuruni tangga satu persatu, terlihat Bi Sri sudah menyiapkan Jus jeruk dimeja makan.
"Pagi Bi !" ucap Ariana, dia duduk dimeja makan untuk minum jus jeruk .
"Pagi Non, mau sarapan apa non ?" tanya Bi Sri
"Apa aja deh bi, saya ke atas dulu yah !" Ariana sedang tidak mood memasak, dia membawa jus jeruk itu ke kamar.
Melihat suaminya yang masih tertidur, Ariana berjalan menuju balkon dan berdiam disana sambil menikmati jus jeruk. Dia juga membawa Laptopnya untuk melihat pekerjaanya.
Setelah sepuluh menit berlalu Rizal bangun dia melihat kesekelilingnya, namun istrinya itu tidak ada. Rizal bangkit dari ranjang menuju kamar mandi, dia tidak melihat kalau istrinya berada dibalkon..
__ADS_1
Rizal mengambil handuk kemudian masuk ke kamar mandi, dia menyalakan shower dan mengguyur tubuhnya. Setelah kegiatan mandi nya selesai, dia mengambil bajunya sendiri, mungkin Ariana lupa menyiapkan baju untuk suaminya.
Rizal memilih pakaiannya terlebih dahulu, setelah itu dia menyisir rambutnya. Dia melihat ke arah pintu balkon yang tak biasanya terbuka.
Rizal berjalan menuju balkon, dia melihat istrinya sedang berdiri menatap lurus. Dia kembali lagi mengambil bunga yang dibelinya semalam, walau bunga itu tampak sedikit layu..
Rizal berjalan kembali menuju dimana istrinya berada, Ariana yang sedang melamun dikagetkan dengan seseorang yang memeluk tubuhnya dari belakang.
"Mas, kamu kenapa ?" Ariana bingung dengan suaminya yang tiba tiba memeluknya
"Iya mas gapapa, aku juga minta maaf yah. Aku gak maksud nyembunyiin ini dari kamu mas !" ucap Ariana, mereka melepaskan pelukan nya.
"Ini bunga buat kamu !" ucap Rizal sambil memberikan bunga itu pada Ariana. Ariana menerima bunga itu, dia merasa bahagia karena suaminya gaknmarah lagi.
"Mas semalem bawain bunga ini masih segar tapi kamunya udah tidur, jadi bunganya udah agak layu !" ucap Rizal sambil tersenyum pada istrinya.
"Gapapa ko mas, makasih banget !" ucap Ariana. Dia menaruh bunganya diatas meja yang ada disekitarnya. Kemudian dia memeluk suaminya lagi, dia merasa tenang karena suaminya sudah tau tentang kehamilannya.
__ADS_1
"Yaudah, ayo sarapan dulu !" ucap Rizal, Ariana menganggukan kepalanya. Dia menyuruh Rizal pergi lebih dulu, karena Ariana akan menaruh Laptopnya terlebih dahulu.
Rizal keluar dari kamar dan menuruni anak tangga, berjalan menuju dapur mencari keberadaan Bi Sri..
"Bi, Bibi tolong bikinin apa yang Ariana mau yah ! Kalau dia ngidam sesuatu kasih tau saya bi !" ucap Rizal..
Bi Sri merasa terkejut dengan ucapan bosnya itu " Apa ngidam ? Non lagi hamil pak ?" tanya Bi Sri kebingungan.
"Iya Bi. Jagain dia yah dirumah, saya gak bakal nyuruh dia buat keluar dulu bi !" ucap Rizal..
Bi Sri menganggukan kepalanya mengerti, dia sudah merasa dari awal kalau nona nya itu sedang hamil, karena setiap pagi dia akan meminum jis jeruk dan tidak sarapan.
Ariana dan Riza duduk dimeja makan bersama, Ariana hanya menemani suaminya itu makan. Karena kalau dia ikut makan, setelah beberapa menit akan dimuntahkan lagi.
"Besok kita ke dokter yah !" ucap Rizal, karena dia tidak tega melihat istrinya yang semakin memgurus badannya.
"Iya mas !" ucap Ariana.
__ADS_1