
"Sel, nanti kamu bantuin saya jelasin tentang proyek yang kamu buat kemarin yah." ucap Siska
"Kapan meetingnya mba ?" tanya Selena
"Nanti jam 10 ya. Saya balik dulu keruangan saya !" ucap Siska, dia meninggalkan Selena kembali ke mejanya.
Selena bangkit dari duduknya, dia berniat membeli kopi di bawah karena tadi Siska memanggilnya Selena tidak jadi membeli kopi.
Saat Selena di Lift dia berpapasan dengan seorang Pria tampan bertubuh tinggi, dia tidak sengaja menyenggol Selena saat keluar dari Lift.
"Aduhh" Ucap Selena saat tersenggol oleh seorang pria.
"Ehh maaf, saya buru buru !" ucap Pria paruh baya itu, saat melihat ke arah Selena pria itu nampak terkejut begitupun dengan Selena
"Kamu !" ucap pria itu sambil menunjuk ke arah Selena
"Loh kamu ! Kamu Andri kan, temen waktu SMA. Apakabar ?" tanya Selena
"Ahh aku baik, kamu kerja disini juga ?" tanya Andri
__ADS_1
"Iya. Kamu baru yah ?" tanya Selena, karena sebelumnya dia tidak pernah melihat Andri.
"Iya aku baru masuk hari ini, udah dulu ya nanti kita ngobrol lagi. Aku lagi buru buru nih !" ucap Andri
Selena mengagukan kepalanya, setelah itu Andri berlari kecil menuju ruangan bagian pemasaran.
Selena melanjutkan niatnya untuk membeli kopi ke bawah, dia masih seperti orang linglung karena masih ada teman SMA yang mengenalinya.
***
"Dis, kamu tolong cariin tukang Asianan yah. Soal meeting biar saya yang urus yah, Ariana tadi ngidam Asinan ." Rizal meminta Adisti untuk mencarikan Asinan mangga, keinginan dari Ariana.
"Kamu cari aja sampai dapet, kamu tanya Selena atau Lina coba !" ucap Rizal
"Yaudah nanti saya cari bos, bentar lagi mereka keruangan meeting bos jangan lupa loh." Adisti mengingatkan kembali bosnya untuk tidak lupa meeting..
"Iya ini saya mau kesana. Kamu berangkat sana ." Rizal menyuruh Adisti untuk segera mencari Asinan mangga itu
Adisti keluar dari ruangan Rizal, dia bergegas mencari asinan mangga itu. Sementara itu Rizal pergi keruang meeting ditemani dengan Alice.
__ADS_1
Adisti masuk kedalam mobil, dia terdiam memikirkan kemana dia harus mencari keinginan bumil itu. Dia mencoba menelpon Selena untuk meminta bantuan, namun Selena tidak mengangkat telponnya.
"Tumben banget dia gak ngangkat telpon yah." gumam Adisti, dia meletakan kembali ponselnya kedalam saku
Dia menjalankan mobilnya menyusuri jalanan untuk mencari Asinan mangga keinginan istri bosnya itu.
***
Selena baru kembali mengambil kopi, dia lupa membawa ponselnya dan meninggalkannya di tas. Saat dia melihat ponselnya ada beberapa kali panggilan tak terjawab dari Adisti
"Ada apa, tumben banget nelponnya rame gini." Gumam Selena, tidak biasanya Adisti menelpon dirinya lebih dari 2 kali.
Selena mencoba mengirimkan pesan kepada Adisti, namun tidak ada jawaban dari Adisti. Selena duduk dan kembali melanjutkan pekerjaannya sebelum meeting dimulai.
Dia menyiapkan kembali bahan bahan yang akan di prestasikannya nanti saat meeting, karena penanggung proyeknya adalah Selena sendiri, dia tidak mau membuat Ariana dan team yang lainnya kecewa.
Selena tiba tiba ingat almarhum sang mama yang sudah meninggal, mama nyanyang dulu sering memanjakannya..
"Ma, lihat lah sekarang anak mu ini sudah bisa mencari uang sendiri. Anakmu berada bersama dengan orang orang yang baik ma, kamu yang tenang disana." Lirihnya dalam hati Selena.
__ADS_1