
"Makanannya enak bi, makasih yah !" ucap Lina, dia menikmati makan siang dimeja makan sendirian.
"Itu buatan non Ariana sebelum jatuh tadi !" ucap Bi Sri.
"Iya bi, masakan dia emang gak pernah gagal dari dulu. Aku kalau belum nemu makan pasti larinya kerumah Ariana . Haha !" ucap Lina, dia memuji masakan sahabatnya itu
"Wah, berarti mba udah temenan sama Non Ariana dari lama yah ?" Tanya Bi Sri
"Iya bi. Oh iya bi, di rumah dia ngidam apa bi ?" tanya Lina penasaran, karena waktu itu dia pernah mengantar Ariana yang ngidam mangga muda
"Dia gak pernah sarapan pagi saat mulai hamil, dia minta yang seger seger mba kayak es jeruk gtuh. Waktu itu juga dia pernah makan mangga muda gtu, mungkin pak Rizal gak tau !" ucap Bi Sri, dia menceritakan semuanya pada Lina..
"Ohh gtuu ya bi. Hehehe sebenernya aku yang nganter dia ngambil mangga muda bi, aku juga udah nyuruh dia buat bilang ke Rizal kalau dia positif hamil, tapi dia gak mau !" ucap Lina
"Saya juga udah curiga sih mba, dia pagi pagi muntah terus dan selalu jawab masuk angin. Mencium aroma masakan kadang dia muntah, padahal doyan masak. Kan aneh ya mba !" ucap Bi Sri
"Hahaha emang dia tuh aneh aneh mulu orangnya bi !" ucap Lina.
"Saya kebelakang dulu yah mba !" Bi Sri pamit ke belakang untuk membereskan halaman yang berantakan
Sementara Lina masih menyantap makan siangnya, dia hari ini tidak sarapan karena Alex berangkat lebih awal
***
DiApartemen Adisti, mereka baru sampai.
__ADS_1
"Ayo bos masuk !" Ajak Adisti, Rizal masuk dan duduk disofa yang ada diruangan itu.
"Bentar bos, saya ambil dulu Laptopnnya !" Adisti pergi mengambil Laptopnya dikamar.
Rizal menatap ke sekeliling ruangan itu, ruangannya masih sama tidak ada yang berubah
Beda dengan rumahnya yang berubah setelah kedatangan Ariana, rumah itu nampak lebih bersinar walau hanya ada mereka berdua didalamnya.
Rizal melamun, dia bersyukur memiliki istri seperti Ariana yang selalu sabar menghadapinya dan menerima kekurangannya.
"Bos !" Adisti melambai lambaikan tangannya dihadapan muka sang bos.
"Ehhh... Kaget !" Ucap Rizal, lamunan nya buyar karena Adisti melambaikan tangannya.
"Gapapa, mana Laptopnya !" Ucap Rizal pada Adisti.
"Ini bos !" Adisti meletakan laptop nya diatas meja yang berada didepan Rizal.
Pertama dia memindahkan rekaman itu ke Flasdick terlebih dahulu agar dapat didengar jelas.
Setelah rekaman itu dipindahkan, mereka mendengarkan isi rekaman itu.
***
Setelah selesai makan siang, Lina kembali ke kamar Ariana. Dia tidak sabar untuk menanyakan tentang seseorang yang dimaksud Ariana.
__ADS_1
Sebelum masuk dia mengintip terlebih dahulu dipintu, namun Ariana memergokinya. "Hey masuk kamu !" ucap Ariana dengan nada becandanya..
"Haha ketauan deh !" ucap Lina, dia masuk kedalam kamar dan naik keranjang, dia duduk sambil bersandar pada sandaran ranjang.
"Gue mau nagih janji lo, katanya mau cerita !" Ucap Lina
"Hufft... Baiklah !" Ariana menghela nafas kasar,mau tidak mau dia harus menceritakannya karena sudah terlanjur keceplosan.
"Tapi lo janji dulu yah, jangan marah udah gitu lo gak boleh berubah habis gue nanya gini !" Ariana membuat perjanjian dulu dengan Lina sebelum bercerita
"Okeh baiklah, jadi apa pertanyan dan ceritanya ?" Tanya Lina penasaran
Selena hanya menyimak mereka berdua yang sedang bernegosiasi..
"Kamu masih inget sama kakak kandung kamu kan ?" tanya Ariana, dia agak ragu untuk menanyakannya
"Iya kenapa memangnya ?" tanya Lina, faut wajahnya mulai berubah menjadi agak masam
"Kamu gak kangen dia apa Lin ? Aku tau kamu benci sama dia, emang kamu gak mau tau gitu mencari tau yang sebenarnya !" Tanya Ariana
"Emangnya kamu tau apa Rin ?" Lina mulai mengeluarkan nada bicara yang tinggi
"Okeh udah yah gak usah dibahas lagi, luapain aja. Cari topik lainn aja !" ucap Ariana, untuk membuat Lina tidak marah Ariana mengalihkan topik
Selena merasa canggung dengan posisinya saat ini, karena dia tidak tau apa apa tentang yang sedang mereka bicarakan.
__ADS_1