
Setelah selesai mandi dan berpakaian, Rizal dan Ariana turun ke meja makan untuk sarapan.
"Pagi Bi... Aku mau jus jeruk aja ya bi, nanti aku sarapan agak siangan !" ucap Ariana saat mereka tiba dimeja makan
"Loh kok makannya siangan sih ? Kamu mau apa, nanti aku beliin !" ucap Rizal
"Iya non harus sarapan biar cepet pulih loh, non mau makan sesuatu ?" tanya Bi Sri
"Enggak kok mas, aku gak pengen apa apa. Aku belum laper banget !" ucap Ariana
"Yasudah, nanti kalau kamu udah ngerasa laper langsung makan yah. Panggil bibi kalau kamu mau apa apa !" ucap Rizal sambil mengelus kepala istrinya
"Iya mas, udah kamu makan yah. Aku temenin kamu !" ucap Ariana
Rizal makan dengan ditemani Ariana, sementara istrinya itu hanya meminum segelas jus jeruk. Setelah beberapa menit menunggu, Suaminya selesai makan.
"Sini dasinya aku benerin dulu." Ariana membenarkan dasi suaminya yang agak miring.
"Mas berangkat dulu ya sayang, kamu hati hati jangan banyak gerak yah !" ucap Rizal.
"Iya mas, nanti pulang bawa manisan mangga yah. Aku tiba tiba pengen manisan mangga." Ariana tiba tiba ngidam manisan mangga
"Iya sayang nanti mas cari yah manisan mangga nyaa. Kamu baik baik dirumah. Muachhh ." Rizal mencium kening Ariana.
__ADS_1
Dibalik pintu ada bi Sri yang melihat keromantisan mereka, Bi Sri merasa ikut bahagia karena akhirnya mereka bisa bersatu.
Setelah Rizal pergi, Ariana masuk kedalam rumah dia melihat Bi Sri yang masih melamun dibelakang pintu.
"Bi, heyy !" Ariana melambai lambaikan tangannya untuk menyadarkan Bi Sri.
"Ehh non.. Aduh bibi malah melamun dipintu lagi." ucap Bi Sri, dia langsung berjalan menuju dapur
Ariana menutup pintu, dia mengikuti bi Sri ke dapur. "Bi, nanti kue yang ada dikulkas bibi makan ya, itu masih baru bi !" Ariana menyuruh bi Sri memakan makanan yang ada dikulkas..
"Iya non makasih yah, nanti bibi makan kok kalau mau ." ucap Bi Sri.
Ariana kembali kekamar untuk mandi karena dia tadi tidak sempat mandi.
***
Saat tiba dikantor dia bertemu dengan salah satu rekan kerjanya
"Hey Sel, tumben naik taksi !" ucap wanita itu rekan kerja Selena
"Ahh iya, mobil nya kak Adisti mogok, jadinya aku naik taksi deh !" ucap Selena, padahal dirinya malu jika harus bersama Adisti
"Ah yasudah, ayo kita masuk !" ucap rekan kerjanya itu
__ADS_1
Mereka berjalan bersama memasuki kantor. Sementara di Apartemen, Adisti mencari keberadaan Selena. Dia baru menyadari saat sepatunya sudah tidak ada di rak.
"Apa dia marah ? Tapi kenapa, tumben sekali dia tidak menungguku !" gumam Adisti
Dia melirik Arloji ditangannya, dia hampir terlambat. Adisti bergegas mengambil tasnya dan berangkat menuju kantor.
Setelah sampai dimobil dia bergegas berjalab menuju kantor " Akan aku tanyakan nanti setelah sampai dikantor" gumam Adisti.
Dia terus berpikir ada apa dengan Selena, padahal tadi pagi mereka masih baik baik saja, tapi apa alasan Selena tidak menunggunya pergi bersama.
Setelah beberapa menit akhirnya Adisti tiba dikantor, dengan terburu buru dia masuk menuju Lift.
Setelah keluar dari Lift Adisti mempercepat jalannya, dari kejauhan seseorang memperhatikan Adisti.
"Adisti " Panggil seseorang itu
Adisti melihat kearah suara yang memanggilnya, ternyata Rizal yang memanggil Adisti.
"Hehe bos. Ada apa ?" tanya Adisti
"Tumben banget kamu datangnya telat, terus ngapain kamu jalan nya cepet kayak gitu ." ucap Rizal yang dari tadi memperhatikan Adisti.
"Saya takut telat bos, jadinya saya jalan cepet cepet !" ucap Adisti.
__ADS_1
"Yasudah nanti keruangan saya yah !" ucap Rizal.
Adisti menganggukan kepalanya, dia meninggalkan Rizal dan berjalan menuju ruangannya.