JODOH PILIHAN IBUKU

JODOH PILIHAN IBUKU
Episode 84. Ngambek


__ADS_3

Ariana dan Lina pergi kerumah mamah mertua Ariana. Ariana sudah terlanjur gak mood bekerja, dia berencana memberitahu mamah mertuanya tentang model baju pergaan Busana minggu depan..


Setibanya dirumah mamah mertua Ariana, mereka turun dari mobil dan masuk kedalam rumah mertua Ariana.


"Ini rumahnya Rizal yah ?" tanya Lina saat berjalan menghampiri mamah mertua Ariana.


"Iyahh !" Ariana melihat keberadaan mamah mertuanya yang sedang berada ditaman, mereka menghampirinya


"Mamah!" Ariana memeluk mamah mertuanya dari belakang dan membuatnya terkejut


"Eumm... Yaaampunn sayang, kamu bikin mamah kaget aja deh !" ucap mamah mertuanya.


"Kamu sama siapa kesini sayang ?"tanyanya lagi


"Kenalin mah, ini temen baik aku namanya Lina. Dia pacarnya Alex loh mah !" Ariana memberitahu mamah mertuanya kalau Lina pacar Alex..


"Hallo tanteu, saya Lina !" ucap Lina sambil tersenyum malu.


"Kamu pacarnya Alex ! Wah tanteu baru tau loh. Sering sering main kesini sama Ariana yah !" ucap mamah mertuannya Ariana..


"Iya tanteu. Hehe terimakasih !" Lina dan Ariana kemudian ikut duduk dibangku taman.


"Mah, Papah ke kantor ?" Ariana menanyakan keberadaan papah mertuanya yang tak terlihat..


"Iya papah baru aja berangkat ke kantor lagi, tadi dia pulang dulu buat makan siang !" ucap mamah mertuanya.


"Oh iya mah, aku kesini mau kasih liat baju buat peragaan busana minggu depan.. !" Ariana mengeluarkan Handphonenya dari tas. Dia mencari baju yang sudah didesainnya kemarin, dan menunjukan pada mertuanya.


"Nih mah liat, mamah suka yang mana ? Nih mah kalau ini katanya sih bagus, kata mas Rizal !" Ariana menunjukan sebuah baju dres yang simpel dan elegan.


"Eumm... Bagus juga yang ini, mamah pilih yang ini aja deh. Tumben banget dia pinter milihan baju buat mamahnya !" Ucap mamah mertuanya..


"Yaudah mah nanti aku suruh viona buat beresin bajunya yah, soalnya beberapa hari lagi model nya udah milih baju yang menurut mereka cocok !" Ucap Ariana.


Mereka terus berbincang bincang mengenai peragaan busana dan yang lainnya, begitu juga dengan Lina yang ikut dalam obrolan mereka.


Handphone Ariana terus berdering, namun Ariana tidak kunjung mengangkatnya. Dia tau kalau telpon itu berasal dari suaminya, Ariana mematikan handphonenya dan memasukann nya kedalam tas.


"Kok gak diangkat sih sayang ? Dari siapa ?" tanya mamah mertuanya merasa penasaran


"Dari kantor mah, udahlah lagian aku lagi gak mood ke kantor. Hehehe !" Ariana berusaha menyembunyikan rasa sedihnya dari mertuanya.

__ADS_1


Namun siapa sangka mamah mertuanya tau kalau Ariana sedang merasa sedih. "Kamu kalau ada apa apa, cerita yah sama mamah. Mamah gak mau kalau kamu sedih terus, apalagi gara gara Rizal si anak bandel itu !" ucap mamah mertuanya.


Kemudian Ariana bangkit dari duduknya dan memeluk mamah mertuanya "Gapapakok mah, aku baik baik aja. Makasih mamah udah selalu terbuka buat aku !" ucap Ariana


"Iya sayang, jangan sedih lagi yah !" Mertuanya mengusap air mata Ariana.


Ariana duduk kembali, Lina hanya menyimak pembicaraan mereka saja.


Hari semakin Sore, Ariana dan Lina izin pamit pulang.


"Mah, aku mau pulang dulu yah. Nanti kapan kapan aku kesini lagi, sampein salam aku ke papah. Mamah sehat sehat yah !" Ariana memeluk mamah mertuanya.


"Iya sayang, kamu juga sehat sehat yah !" ucap mamah mertuanya.


"Tenteu kami pulang dulu yah, makasih banget aku udah dibolehin main kesini !" ucap Lina. "Iya kamu sering sering aja main kesini, sama Ariana !" ucap nya.


Setelah berpamitan mereka pergi meninggalkan rumah itu, Mereka sudah berbicara tadi sebelum masuk ke mobil. Ariana memutuskan untuk pulang, sedangkan Lina pergi ke Mall dulu. Mereka terpisah karena jalur yang berlawanan..


***


"Kemana yah, kenapa telponnya gak diangkat ?" gumamnya. Rizal yang gelisah karena Ariana tak kunjung mengangkat telponnya, Rizal tau Ariana bukan orang yang berbuat sembarangan. Tapi dia merasa bersalah atas sikapnya pada Ariana.


"Bos, lo gak mau balik gitu ? Lo masih betah sama sekertaris ini ?" Adisti yang barusaja masuk keruangan Rizal, dan melihat dia hanya sedang menatapa ponselnya.


"Loh kenapa bos ? Ariana masih belum bales pesan lo yah ?" Adisti kemudian mendekat ke arah bosnya.


Rizal hanya diam tanpa membalas pertanyaan Adisti. Adisti terus mengajaknya pulang, Setelah beberapa saat mereka akhirnya pulang juga dari kantor..


"Bos gue harus jemput Selena, Bos bisa kan bawa mobil sendiri ?" tanya Adisti saat berada diparkiran


"Iya gue gak mabok kok, yaudah gue balik dulu !" Rizal masuk kedalam mobil, dan berjalan keluar dari parkiran kantornya.


Dia berinisiatif untuk memberikan Ariana bunga untuk membujuknya supaya dia tidak marah lagi. Sebelum pulang, dia berhenti disalah satu tokok bunga, dan membeli bunga mawar untuk Ariana..


Saat berjalan keluar dari toko bunga Rizal menabrak seorang wanita yang baru masuk ke toko "Aww " Wanita itu mengaduh..


"Ehh maaaff.. Maaff..." ucap Rizal


"Loh bapak, ngapain disini pak ?" ucap Wanita itu


"Saya lagi beli bunga, kamu baru pulang Alice ?" tanya Rizal.

__ADS_1


"Iya pak !" Alice kemudian berbincang sebentar dengan Rizal.


Saat perjalanan pulang, Ariana melihat mobil suaminya berada dipinggir jalan. Ariana memutuskan untuk berhenti, dan menyapa. Namun siapa sangka suaminya berada ditoko bunga, dan dia sedang berbicara dengan wanita itu.


Ariana langsung melajukan mobilnya kembali dia malah tambah kesal. Setibanya dirumah, Ariana langsung masuk kekamar dan mandi, dia mengguyur tubuhnya dibawah sower untuk menghilangkan sedikit rasa kesalnya.


Ariana keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambutnya terlebih dahulu. Tak lama kemudian Rizal masuk dan menghampiri Ariana.


"Kamu dari mana sayang, kok telpon aku gak diangkat sih ?" tanya Rizal


"Aku abis dari rumah mamah !" ucap Ariana masih dengan mode calem nya.


"Habis ngapain sayang ?" tanya Rizal penasaran


"Habis ngomongin kerjaan. Kamu sendiri abis dari mana ?" tanya Ariana


"Aku baru pulang dari kantor. Sebentar sayang aku punya sesuatu buat kamu!" Ucap Rizal, dia berjalan keluar mengambil bungannya.


"Ini dia sayang buat kamu !" Rizal memberikan bunganya, namun Ariana tidak menampilkan exspresi yang bahagia.


"Makasih ya mas, aku udah tau kok kamu beliin aku bunga. Aku juga tau kok kamu ngobrol lama sama dia didepan toko bunga !" ucap Ariana tanpa melihat ke arah Rizal, dia langsung naik ke atas ranjang.


"Sayang aku bisa jelasin, ini semua gak seperti yang kamu lihat !" Rizal mencoba membela dirinya.


"Andai aja kamu bilang, kamu jujur dan terus terang aja sama aku. Aku gak akan marah, cuman aku masih trauma aja mas !" Ariana tidak melarang suaminya untuk mempunyai sekertaris, tapi suaminya tidak terbuka pada Ariana.


"Maaf sayang, aku bakalan lebih terbuka lagi sama kamu. Maafin ya sayang, mas tau mas salah !" Rizal meminta maaf, dia terus membujuk Ariana. Namun Ariana mengabaikannya, karena hatinya masih merasa kesal.


Ariana kemudian berbaring dan menutup dirinya dengan selimut, sementara Rizal mengalah terlebih dahulu menunggu istrinya tenang. Dia mandi terlebih dahulu sebelum dia tidur.


***


"Kamu tau Ariana tadi siang pergi kemana ?"tanya Adisti saat sedang duduk bersama Selena.


"Tadi Mba Ariana pergi ketemu temennya kalau gak salah, solanya aku sama siska diturunin didepan kantor !" Ucap Selena


"Ohh gitu yah !" ucap Adisti


"Emangnya kenapa ?" tanya Selena penasaran


"Tadi Rizal cerita kalau dia ketemu Ariana, dan sialnya Rizal lagi sama sekertaris barunya dan Ariana belum tau tentang sekertarisnya ini. Dan parahnya lagi, s Rizal malah belain sekertarisnya karena Ariana ngomong kasar " Adisti menjelaskan apa yang terjadi pada Rizal.

__ADS_1


"Kasian banget mba Ariana !" Ucap Selena.


Adisti bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya, sedangkan Selena masih duduk santai di depan TV.


__ADS_2