
Ariana dan Rizal telah selesai makan, mereka kembali ke kantor sebelum jam makan siang habis.
"Kamu mau apa sayang ?" tanya Rizal, barangkali istrinya itu mau membeli sesuatu.
"Enggak mas, ayo pulang !" Ariana berjalan bersama Rizal menuju mobil mereka. Pintu mobil dibukakan oleh Rizal, seperti putri cinderela.
"Makasih mas !" ucap Ariana sambil tersenyum, Ariana rasa akhir akhir ini mereka begitu sibuk dengan urusan masing masing dan membuat mereka tidak memiliki waktu begitu banyak bersama.
Rizal menjalankan mobilnya, Ariana memejamkan matanya dan menyandarkan tubuhnya pada jok kemudi.
"Mas nanti bangunin aku yah, pala aku agak pusing !" ucap Ariana, dia sudah lebih dulu memejam kan matanya.
"kamu sakit ? Kita ke dokter yah !" Rizal khawatir istrinya sakit, karena tadi dia baik baik saja.
"Enggak mas, aku gapapa nanti juga sembuh sendirinya. !" ucap Ariana.
"Yaudah mas lambatin bawa mobilnya !" Rizal mengemudi dengan pelas agar sampai dikantor agak lama, walaupun jarak dari kantor ke restoran hanya 15 menit.
***
"Selena kamu udah kerjain semuanya ?" tanya Siska
"Iya sudah bu, saya sudah kerjain semuanya !" Selena kaget saat tiba tiba didepannya ada Siska, karena dia sedang melamun..
__ADS_1
"Kamu jangan kebanyakan melamun Sel, kamu makan dulu sana !" ucap Siska, dia tau kalau Selena sedang melamun karena dia sudah memanggilnya beberapa kali, namun tidak disahut.
"Maaf ya Mba, tadii saya kurang fokus jadinya ngelamun hehe !" ucap Selena.
"Yasudah, saya balik keruangan dulu !" Siska meninggalkan meja kerja Selena, sementara dia berjalan menuju kantin karena Selena belum makan siang.
Saat Selena berjalan dia bertemu dengan Ariana yang baru masuk "Mba, habis dari mana ?" tanya Selena, dia melihat Ariana nampak lemas.
"Sel, bantu mba keruangan yah, kepala mba pusing !" Ariana meminta Selena menemaninya ke ruangan, Selena berjalan bersama Ariana kembali masuk ke dalam kantor.
Setelah didalam ruangan dia menyuruh Selena menganbilkan Vitamin di lacinya, dia mengikuti apa yang diperintahkan Ariana.
"Ini Mba !" Selena menyerahkan obatnya beserta dengan Airnya.
Selena menganggukan kepalanya mengerti, dia keluar dari ruangan bosnya menuju ruangan sekertarisnya.
Tokk... Tok...
"Mba dipanggil Bu Ariana untuk keruangannya !" ucap Selena.
" Ahh iya makasih Sel !" ucap Siska. Dia berjalan menuju ruangan bosnya, sedangkan Selena kembali ke rencana awal nya dia akan makan ke Kantin..
***
__ADS_1
"Sis kamu jangan bilang siapa siapa yah kalau saya sakit, kalau ada yang nanya saya kemana. Kamu tinggal bilang saya ke gudang, atau saya ada meeting diiluar gitu yah !" Ariana meminta Siska merahasiakan kalau dia sedang sakit.
"Ibu gak mau ke dokter ?" tanya Siska, dia khawatir kalau bosnya kenapa kenapa.
"Enggak, saya cuman kecapean. Saya tidur dikamar kantor yah !" Ariana berjalan menuju kamar yang ada didalam ruangannya, dia merasa lelah karena keluapaan meminum Vitamin yang diberikan dokter.
Setelah Ariana tidur dia akan merasa lebih baik, dia belum bisa memberitahukan kehamilanya. Ariana mulai memejamkan matanya dan mulai tertidur.
***
"Dis, kamu habis dari mana ?" tanya Rizal dia baru sampai dikantor dan melihat Adisti sedang berjalan
"Habis dari kantin bos ! Tadi saya nyariin bos, kirain kemana ?" ucap Adisti.
"Saya abis makan siang sama Ariana, tadi saya ke kantornya jemput dia !" ucap Rizal, mereka berjalan beriringan menuju ruangan mereka.
"Kamu tau Alex udah balik kesini ?" tanya Rizal, takutngmya dia ketinggalan informasi sendiri.
"Belum, emangnya kapan dia balik kesini lagi bos ?"tanya Adisti, padaha dia sudah tau dari Lina kalau Alex akan kesini. Adisti pura pura tidak tahu agar terhindar dari pertanyaan selanjutnya dari Rizal.
"Katanya hari ini sih, tadi aku tau dari istriku kalau Alex udah balik lagi kesini !" Ucap Rizal, sementara Adisti menganggukkan kepalanya seraya mengerti dengan perkataan Rizal.
Mereka berpisah setelah sampai dipintu ruangan masing masing, Rizal masuk kedalam ruangannya begitupun dengan Adisti .
__ADS_1