
"Apa maksud Ayah?" tanya Merrik.
"Sudah saatnya kamu mengetahui yang sebenarnya."
"Aku tidak mengeri?"
"Sebenarnya dari dulu aku mau bercerita namun kamu selalu menghindari Ayah, akan Ayah jadikan kesempatan ini untuk menceritakan yang sebenarnya padamu. Sekarang Ayah tanya padamu, kamu mencintai Elena bukan?" Merrik hanya diam tak menjawab. "Akuilah kalau kamu mencintai gadis itu!" imbuh Ricci.
"Ayah jangan sok tau."
"Aku pernah muda dan jatuh cinta, aku yakin kamu mencintainya."
"Cinta atau tidak bukan urusan Ayah. Lebih baik Ayah pulang!" Merrik melirik kesamping Ricci. "Jangan lupa membawa jallangmu pergi dari hadapanku." Ucapan yang sangat jelas terdengar oleh Rose
"Merrik! Rose tidak bersalah apapun, aku lah yang bersalah."
Merrik tertawa kecut. "Jadi ayah mengakui perselingkuhan kalian?"
"Aku tidak berselingkuh, Melan lah yang berselingkuh!" Merrik menoleh ke arah Ayahnya.
__ADS_1
"Jangan bohong padaku!" Bentak Merrik.
"Aku tidak pernah berbohong. Melan adalah wanita yang kucintai, itulah kenyatannya!" Rose merasa seperti ada yang merremas hatinya oleh tangan yang tak terlihat. Dia tau cinta pertama suaminya adalah Ibunya Merrik. Namun, masih tetap sakit jika mendengar suaminya masih mencintai wanita lain.
Ricci melanjutkan ceritanya. "Aku yang memaksa Melan untuk menikah denganku, pada saat itu perusahaan keluarga Melan sedang mengalami kesulitan aku datang menawarkan bantuan kepada Ayahnya dengan imbalan menikah dengan Melan. Meskipun aku tau dia sudah memiliki kekasih."
Ricci menarik nafasnya. "Aku sudah mencintainya sejak lama, setelah menikah aku memaksanya melayaniku sebagai istri! Aku tau dia terpaksa, sering kali dia menolakku, menatapku penuh kebencian, sampai kau lahir di dunia ini, dia tidak menginginkanmu. Baginya anak yang lahir dari rahimnya hanya boleh milik dari kekasihnya, karena itu kamu di asuh oleh Rose. Sampai suatu hari, sifatnya berbeda, dia memulai memperhatikanku. Aku pikir dia mulai mencintaiku, dia mulai meminta untuk bekerja dan aku mengijinkan. Namun, hal tersebut hanya untuk mengelabui diriku. Dia diam-diam bertemu dengan kekasihnya. Mereka berselingkuh dibelakangku. Apa kamu tau arti dari namamu? Itu adalah singkatan nama Melan dan Hendrik, kekasihnya."
Merrik tidak bisa menerima atas apa yang ayahnya katakan. "Ayah bohong!"
Aku tau kamu pasti menyangkal. Ricci memberikan map yang berisi perselingkuhan ibunya pada Merrik. "Lihatlah. Ini bukti yang aku kumpulkan dulu."
"Ibumu tidak bersalah, akulah yang bersalah, aku sadar membuat kesalahan telah memisahkan Melan dari kekasihnya. Setelah aku tau dia masih mencintai kekasihnya, Ayah sadar cinta tidak bisa dipaksa, Ayah menceraikan Ibumu agar dia bisa bahagia dengan kekasihnya. Tidak ada perebutan hak asuh karena memang Melan tidak menginginkan dirimu. Aku pikir Melan akan bahagia dengan Hendrik, orang tua Melan marah karena perceraian kami dan mereka masih tidak bisa menerima Hendrik. Hendrik dan Melan mencoba melarikan diri dari orang tua Elena yang mengejar mereka. Namun, semua sia-sia, orang tua Melan tidak memberi mereka jalan.
Hendrik yang merupakan dari kalangan biasa tidak mampu melindungi Melan. Himpitan ekonomi menerjang mereka, tidak ada yang menerima mereka bekerja. Aku memang memberi harta saat perceraian, mereka membuat bisnis mereka. Namun, dengan campur tangan orang tua Melan, membuat bisnis mereka bangkrut. Nasib buruk menimpa, terlilit hutang rentenir. Hendrik sudah putus asa, diam-diam memberi racun pada Melan dan dirinya. Saat itu Melan menelponku meminta bantuan dan aku membawa mereka ke rumah sakit. Hendrik tewas setelah sempat mengucapkan maaf padaku dan Melan sempat tidak sadarkan diri selama dua hari, saat sadar dia memintaku untuk menjaga dirimu dan meminta pada diriku untuk tidak bercerita tentang perselingkuhannya. Dia menangis saat itu, tangisan penyesalan ada dalam matanya hingga nyawanya tidak tertolong lagi.” Ricci memijat keningnya mengingat masa lalu, dirinya pun bersedih, bagaimanapun Melan adalah cinta pertamanya.
“Saat Melan mengalami kesulitan aku benar-benar tidak mengetahuinya karena aku juga sedang patah hati, seandainya aku tau, pasti aku akan membantu mereka. Bagaimanapun aku yang memisahkan mereka. Aku merasa gagal menjadi laki-laki, setiap hari hanya menghabiskan waktu dengan minuman beralkohol. Saat aku dalam keadaan mabuk, aku memperkosa Rose, saat itu aku berpikir dia adalah Melan, sebagai bentuk pertanggungjawaban, aku menikahi Rose. Aku tau Rose sangat menyayangi mu karena itu aku menginginkan dia menjadi ibu sambungmu. Lambat laun akupun jatuh cinta pada Rose yang memberikan cinta tulus padaku."
"Kenapa melepas Ibu? Dia sudah menjadi istrimu seharusnya kamu membuatnya mencintaimu. Bukan melepasnya dan menikah dengan wanita lain!" Merrik masih sulit menerima kenyataan, dia masih tidak bisa menerima Rose menjadi Ibunya. Tidak menerima perselingkuhan Melan terlebih Melan tidak pernah menginginkannya. Lebih tepatnya, tidak menerima dirinya menjadi korban broken home.
__ADS_1
"Segala cara telah aku coba untuk meluluhkan hati Ibumu namun tetap sia-sia. Cintanya terlalu besar untuk Hendrik. Aku salut dengan besarnya cinta Melan dan Hendrik, walaupun aku tidak membenarkan tindakan Hendrik yang mengakhiri hidup mereka. Aku dan Melan memang tidak berjodoh, aku minta padamu untuk bisa menerima Rose. Jikalau tidak bisa menerimanya, setidaknya kamu jangan membencinya. Rose sangat sayang padamu. Apa kamu tau mengapa kami tidak memiliki anak? Bukan karena Rose mandul, namun karena dia ingin memberikan kasih sayangnya padamu. Dia tidak ingin ada kecemburuan, dia ingin memiliki anak setelah kamu bisa menerimanya sebagai ibunya. Namun, sampai detik ini kamu masih menganggapnya sebagai wanita perusak hingga Rose tidak berani untuk hamil. Dia menyayangimu dengan tulus Merrik. Aku yakin kau bisa merasa ketulusannya saat kamu masih dirawat olehnya."
Merrik terdiam, dia tau Ayahnya bukanlah pembohong, dia menatap ke arah Rose yang sedang menunduk. Mengingat kembali saat masih kecil di asuh oleh Rose, dulu dia bahagia. Saat itu Merrik mencari perhatian pada Melan, dia pikir Ibunya mengabaikannya karena terlalu sibuk bekerja. Merrik memakluminya, dia mendapat rasa sayang dari Rose sebagai gantinya.
"Jangan membuat kesalahan seperti yang ku lakukan, aku memaksa Melan yang tidak mencintaiku dan berakhir tidak bahagia. Berbeda denganmu Merrik. Kalian saling mencintai, jangan sampai egomu merusak kebahagiaan kalian!" ujar Ricci.
"Merrik aku mohon padamu. Jika tidak bisa menerimaku, jangan buat kesalahan yang akan membuat dirimu menyesal." Ucap Rose.
Merrik menatap Rose dengan tatapan bersalah, sekarang dia mengerti kenapa Rose begitu marah padanya saat tau Elena mengkonsumsi obat pencegah kehamilan. Merrik hanya menundukkan kepalanya, dia malu terhadap Rose, dulu sering sekali dia masuk dalam dekapan Rose sebelum menudingnya sebagai penghancur rumah tangga orangtuanya.
Rose menelisik Merrik, dia tau Merrik telah luluh, meskipun bukan ibu kandung, dialah yang mengasuh Merrik sejak bayi yang masih merah hingga berusia sembilan tahun. Rose lebih mendekatkan dirinya pada Merrik, mempertaruhkan dirinya apakah Merrik menerimanya atau tidak. Mulai mengulurkan tangannya dan menarik Merrik dalam pelukannya. Merrik membenamkan kepalanya pada Rose, cairan bening menetes dari sudut matanya, memeluk erat seperti apa yang sering dia lakukan dulu pada Rose. Rose menepuk punggung Merrik untuk menenagkannya dan berbisik. “Jangan menangis care bear.” Itu adalah panggilan Rose pada Merrik saat masih kecil. Merrik tersenyum, mengangkat kepalanya. “Maafkan aku Eomma.” Dulu Merrik sering memanggil Rose dengan sebutan Ibu dengan bahasa korea, Rose sering menonton drama korea hingga Merrik meledeknya dengan sebutan Eomma. Mereka tertawa bersama. “Pergilah, kejar cintamu. Kalian berhak untuk bahagia,” ucap Rose.
Sore hari Merrik diijinkan pulang, dia berniat siang tadi menemui Elena, namun dokter masih tidak membolehkannya pulang. Merrik pamit pada Rose dan Ricci, dia akan membawa Elena pulang. Dia pun sudah bercerita tentang pernikahan siri mereka. Dengan hati yang menggebu Merrik melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tidak sabar untuk bertemu dengan pujaan hatinya. Sampailah di desa Elena, berjalan menuju rumah Elena. Mengetuk pintu rumah Elena dan memanggilnya dengan suara cukup keras. “Elena!”
...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...
Kira-kita Elena langsung memaafkan nggak ya?
Salam Age Nairie 🥰🥰🥰
__ADS_1