
...Aku bukan termasuk wanita yang rasional, aku sombong dan keras kepala! Tapi, demi dirimu aku merendahkan diriku sendiri. Aku sudah cukup bersabar padamu Arka!...
...Aku memang tidak pernah menyatakan cinta karena aku ingin menyatakan cinta saat kau menyukaiku walaupun hanya sedikit rasa suka. Namun, Kau terlebih dulu mengatakan cinta padaku, hanya saja aku sudah tidak percaya dengan pernyataan cintamu!...
-Buku harian Aisley-
Aisley membeku setelah melihat Arka membuka pintu tersebut, dia jadi salah tingkah sendiri. Dengan cepat membuka unit apartemennya sendiri dan masuk ke dalam. "Bodohnya aku! Terlalu percaya diri dia akan mengejarku!" gumam Aisley dibalik pintu sambil memukul kepalanya.
Sementara itu, Arka hanya tersenyum melihat tingkah Aisley, dia sudah bertekad untuk mengejar Aisley, dia yakin wanitanya masih mencintainya.
Drrt ... Drrt ...
Getaran ponsel Aisley di atas meja menggerakkan kertas yang ada di samping ponselnya. Namun, Aisley masih sibuk memanaskan makanan siap saji di microwave, perutnya sudah berbunyi untuk di isi. Hingga dia tidak peduli dengan ponsel yang bergetar. Aisley mengeluarkan rice bowl dari microwave dan meletakan di atas meja makan. Aisley memulai menyantap makanannya dengan lahap.
Drrt ... Drrt ...
Baru menyantap dua sendok, ponsel Aisley terus bergetar, dia memang tidak menggunakan nada dering, hanya mode getar yang sering Aisley gunakan. Merasa terganggu dengan getaran, Aisley mengambil ponselnya, dia pun khawatir jika itu adalah panggilan darurat dari rumah sakit. Matanya melotot saat melihat nama di ponselnya. 'Arrrrr.....Ka' Nama Arka dengan banyaknya huruf r yang menandakan amarah. Aisley mengangkat panggilan telepon dari Arka. "Hallo."
"Aisley bisa ke sini, aku sakit!" lirih Arka lemah.
"Apa? Aku ke sana!" tanpa pikir panjang dia langsung menuju apartemen Arka tanpa alas kaki. Dia hanya membawa box medisnya.
Beberapa kali bel di tekan oleh Aisley namun tidak ada yang membukakan pintu. Aisley mengambil ponselnya dan menghubungi Arka. "Hallo," ucap Arka.
"Buka pintumu!" titah Aisley.
"Kata sandinya ulang tahunmu!" Setelah berucap Arka mematikan sambungan telepon.
Aisley cukup terkesikap mendengar penuturan Arka, dia langsung menekan sandi sesuai dengan tanggal lahirnya, benar saja pintu terbuka. "Kapan dia tahu ulang tahunku?" lirih Aisley pada diri sendiri.
"Sudah datang?" tanya Arka dengan lemah.
"Kau kenapa?" tanya Aisley mendekat.
"Perutku sakit, melilit."
Aisley mengambil stetoskop dan mulai memeriksa Arka. "Apa kamu telat makan?"
__ADS_1
"Aku belum makan hari ini."
Aisley menekan beberapa bagian perut Arka, beberapa kali Arka sedikit berteriak karena perutnya ditekan. "Kamu maag, aku berikan obat dulu." Aisley membuka kembali box medisnya dan mengeluarkan satu obat. "Minum obat ini dulu sebelum makan."
Aisley menyodorkan obat pada Arka namun Arka tidak mengambilnya. "Minum ini!" perintah Aisley.
"Aku lemah!"
Aisley mengangkat kepala Arka dan memasukan obat ke mulut Arka setelah itu memberikan minum pada Arka. Aisley beranjak ke dapur milik Arka, membuka pintu kulkas namun masih sangat kosong, hanya ada beberapa botol air mineral.
Dia keluar dari apartemen Arka untuk mengambil rice bowl-nya yang belum habis. Arka mendengar pintu apartemen terbuka dan tertutup. "Begitu cepat dia meninggalkanku?" gumam Arka kecewa. Dia mengira Aisley meninggalkannya.
Tidak sampai lima menit pintu terbuka lagi, Aisley membawa makanan untuk Arka. "Makan dulu, jangan telat makan lagi. Ini memang sudah ku makan dua suap, jika aku buatkan lagi akan lebih lama."
"Aku tidak keberatan." Arka membuka mulutnya, meminta Aisley menyuapinya.
Mau tidak mau Aisley menyuapi Arka, jikapun bukan Arka yang sakit, dia juga akan melakukan yang terbaik untuk pasien.
"Sudah kenyang," ucap Arka saat nasi tinggal sedikit lagi.
"Baru mulai makan sudah di telepon olehmu!"
"Kenapa tidak bilang?" tanya Arka menyesal.
"Sudahlah, tidak apa. Di rumah masih ada lagi, aku pulang dulu."
"Terimakasih," ucap Arka tulus. Aisley hanya menyinggungkan sedikit senyum.
Aisley kembali ke apartemennya, menguatkan dirinya sendiri untuk tidak jatuh kembali dalam pesona pria sombong itu.
Dia mencoba terlelap, berharap keberangkatannya menjadi relawan di percepat, ingin secepat mungkin menjauh dari Arka.
Hari berganti, Aisley bersiap memulai harinya, seperti biasa dia hanya menyiapkan makanan yang mudah di buat. Memanggang roti dan menuangkan susu putih di gelasnya. Bel berbunyi. "Siapa pagi-pagi bertamu," gumamnya.
"Kenapa ke sini?" tanya Aisley saat melihat Arka di depan pintu apartemennya.
"Di rumahku tidak ada makanan, bisa memberiku sarapan?" pinta Arka.
__ADS_1
"Baiklah," jawab Aisley langsung menutup pintu.
Arka terdiam, Aisley menyetujui untuk memberikan sarapan namun pintu apartemen di tutup meninggalkan Arka di luar sendirian. Arka mulai menekan bel lagi mengharapkan Aisley membuka pintunya.
Setelah beberapa kali menekan bel, akhirnya Aisley membukakan pintu dengan pakaian yang sudah rapih. "Ini sarapanmu!" Aisley menyodorkan kantung plastik pada Arka berisi roti isi selai kacang dan juga sekotak susu. Lalu berlalu meninggalkan Arka.
Arka hanya terbengong melihat kelakuan Aisley, dia benar-benar tidak diijinkan masuk ke dalam apartemennya. Namun, Arka tidak akan menyerah, dia mengikuti kemana Aisley pergi.
Aisley tidak peduli apa pun yang Arka lakukan, dia hanya menyibukkan dengan bermain ponsel selama berada di dalam lift bersama Arka. Hingga akhirnya mereka sampai di basemen Arka masih mengikuti Aisley.
Aisley tidak mau gegabah mengusir Arka, dia tidak ingin malu seperti kemarin. Dia menyalakan mobilnya, membuka pintu mobil dan masuk ke dalam kemudi namun yang tidak diduga Aisley, Arka ikut duduk di kursi penumpang. "Kenapa berada di mobilku?"
"Aku menumpang ya, mobilku di bengkel," ujar Arka. Dia membuka plastik yang diberikan Aisley dan mengeluarkan roti lalu memakannya.
"Seorang CEO sepertimu hanya punya satu mobil? Apa kamu tidak punya asisten yang bisa membantumu?" cecar Aisley.
Arka hanya menggelengkan kepalanya, terus memakan roti dan meminum susunya. "Aku tidak bisa mengantarmu, aku harus ke rumah sakit!" ujar Aisley.
"Tidak apa, sekalian aku berobat!" ujar Arka santai.
"Kau sudah sembuh!"
"Perutku masih sedikit sakit, aku tidak mau kambuh lagi."
Aisley hanya bisa menjalankan mobilnya ke rumah sakit. Arka hanya tersenyum simpul aksinya berhasil untuk terus berada di dekat Aisley.
...🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️...
...Terimakasih masih setia dengan kisah Arka dan Aisley.🙏🙏🙏...
...Jangan lupa like, love, gift dan komentarnya yach 😊...
...Jangan lupa untuk mampir juga ke Backstreet dan Samudra Nayna 😁🥰🥰...
...Salam Age Nairie 🥰🥰🥰🥰...
...Salam sehat semua 😊😊😊🥰🥰🥰...
__ADS_1