
Elena masih belum percaya dengan apa yang ia lihat, Merrik menghampirinya. “Baru pulang?” tanya Merrik.
Elena menepuk pipinya mencoba membuktikan bahwa di depan matanya adalah nyata. Rose menghampiri mereka berdua dan memeluk Elena. “Aku kangen kamu.” Rose melepas pelukan mereka. “Ayo duduk?” ajak Rose.
Elena menoleh pada Merrik. “Apa ini nyata?” tanya Elena berbisik pada Merrik. Hanya senyuman dari Merrik yang di dapat oleh Elena sebagai jawaban.
“Jadi kapan akan di selenggarakan pernikahannya?” tanya Ricci.
“Satu bulan lagi,” jawab Steven.
“Dipercepat juga tidak apa-apa!” imbuh Merrik. Dia tidak ingin menunggu lama.
Steven hanya tertawa, mereka sudah membahas apa saja acara yang akan ada di pernikahan Merrik dan Elena, dan menurut Steven satu bulan adalah waktu yang cukup singkat untuk menyiapkan semuanya. Elena masih belum mengerti situasi, tatapannya jelas masih bingung. Amel menghampiri dan duduk di sebelahnya. “Sebulan lagi kamu akan menikah dengan Merrik dan tidak akan ada acara lamaran, akan langsung menikah saja!” tutur Amel.
“Apa ini benar?” tanya Elena.
“Ya,” jawab Amel yakin.
“Mom, sudah merestui kami?” tanya Elena.
“Dengan syarat!” jelas Amel.
“Apa itu?” tanya Elena.
“Rahasia aku dan Merrik.” Senyum Amel penuh makna.
__ADS_1
...***...
Dua hari sebelum acara barbeque.
“Mom, ini hampir habis airnya, aku tambah air sedikit lagi, biar empuk dagingnya ya Mom.” Merrik menambahkan sedikit air ke dalam panci berisi daging kambing, lalu memasukan wortel dan kentang.
“Hemmm.” Amel hanya menjawab datar, tetap fokus melebarkan adonan tepung terigu yang sudah di uleni menjadi adonan yang kalis. Meskipun hanya obrolan singkat namun Merrik dan Amel sangat serius dalam memasak kare dan juga roti cane. “Sampai kapan kamu akan di sini terus?” tanya Amel saat menyiapkan makanan yang sudah matang ke dalam tempat makan untuk di antarkan ke Steven.
“Sampai Mommy merestui kami!” jawab Merrik pasti.
“Kalau aku tidak merestui kalian, apakah kamu akan terus menjadi benalu di rumah ini, kamu tidak malu seterusnya menjadi pengangguran?”
Merrik tersenyum mendengar perkataan Amel. “Tentu saja tidak! Aku sudah mempersiapkan usaha terbaru. El Sunshine akan tetap menjadi milik Elena. Aku berencana membuka bisnis mainan anak-anak, aku akan membuka perusahaan dengan nama Melena Toys.”
“Apa kamu bisa memulainya dari nol?” cibir Amel.
“Untuk apa genius namun tidak beradab!” ejek Amel. Merrik cukup tersendak akan ucapan Amel, dia tahu maksud dari tidak beradab adalah perlakuannya terhadap Elena. “Merrik, dengar! Aku akan berbicara padamu!” Amel diam sejenak sebelum berbicara lebih lanjut. “Saat aku mengandung El, usiaku 27 tahun. Itupun melalui proses program hamil dan kamu tahu mengapa aku begitu membencimu?” Amel menghela nafasnya lagi. Wajah Merrik mulai mengeras menunggu cerita lebih lanjut dari Amel, diam tanpa suara takut ketinggalan apa yang akan di sampaikan oleh mertuanya. “Usia Eleanor baru saja menginjak 17 tahun saat mengandung Melena, jika menurut hitunganku di usia masih 16 tahun dia sudah mengandung. Usia yang masih sangat muda untuk mengandung dan masih sangat belia untuk menjadi budak nafsu mu! Seorang pria dewasa sepertimu.”
Amel mengingat kembali cerita Elena tentang Merrik, bagaimana cara mereka bertemu, dengan polosnya Elena bercerita semua tentang Merrik, bagaimana Merrik memperlakukannya, kegemaran Merrik yang memintanya memakai pakaian aneh sebelum mereka bercinta. Ya, Elena nya begitu polos, menceritakan apapun yang Amel tanyakan. Berbeda dengan yang sekarang, Elena nya sudah menjadi wanita dewasa dan sedikit tertutup.
Merrik menundukkan kepalanya, pikirannya kacau! Apakah salah dengan hubungan mereka yang beda usia 10 tahun? Apakah perbuatannya tidak bisa di maafkan? Apakah bercinta dengan istrinya sendiri suatu kejahatan? Dia meminta pada istrinya sendiri menggunakan pakaian yang ia inginkan, namun itu hanya pada Elena. Merrik tidak pernah selingkuh dari Elena, itulah kenyataannya. Lalu mengapa sulit sekali untuk dia dimaafkan.
Amel melihat wajah bingung bercampur frustasi pada Merrik. “Bukan jarak usia kalian yang menjadi masalah! Bukan juga kamu meminta hak mu sebagai suami yang aku permasalahkan. Namun, usia El yang terlalu muda untuk mengalami semua ini. Secara umum, usia 16 tahun masih berada dibawah usia yang dianjurkan untuk hamil, yakni 21 tahun. Karena baru pada kisaran usia 21 tahun rahim seorang wanita dinilai cukup matang untuk bisa menampung janin. Sehingga meskipun pada dasarnya wanita bisa segera hamil semenjak haid pertamanya di usia remaja, rentang waktu amannya untuk hamil baru berada pada usia 21 tahun ke atas. Reproduksi remaja di bawah usia 21 tahun belum matang sepenuhnya sehingga, salah satu risikonya adalah rentan mengalami keguguran dan El, mengalami lemah kandungan. Kami hampir saja kehilangan Melena."
Merrik mendongak melihat Amel, dia baru tahu tentang ini. Dalam benakknya, dia hanya membayangkan Elena yang tidak di dampingi suami saat melahirkan, namun kenyataan pahit ini baru ia dengar. Amel tidak berbohong pada Merrik, mereka menunggu kandungan Elena sedikit kuat baru mereka pindah ke Paris.
__ADS_1
“Kamu tahu, Eleanor sangat kesulitan saat hamil Melena, terlebih emosional buruk saat kamu meninggalkannya dan semua berdampak juga pada Melena. “Kami tidak memberitahukan pada El , jika kandungannya bermasalah, aku tidak ingin dia menjadi depresi. Kami hanya bilang kandungannya sedikit lemah, dengan alasan pekerjaan kami membawa dirinya ke Paris. Di sana, kebetulan juga kami pernah menetap dan memiliki kenalan seorang dokter kandungan, beruntung Melena bisa diselamatkan.”
Tanpa sadar Merrik meneteskan air matanya, begitu bodoh dirinya, seandainya saja dia tidak egois dan tidak langsung mengusir Elena saat itu, maka semua ini tidak akan terjadi. “Saat aku dapat kabar dari Steven bahwa kamu diam-diam mencari informasi tentang Elena, kami sengaja menutup informasi, lebih tepatnya aku yang meminta Steven menutup informasi, bahkan aku membuat rumor kami pergi ke Australia. Aku tidak ingin dia tersakiti lagi, hanya anak dalam kandungannya yang menjadi kekuatannya saat itu. Karena itu, aku putuskan untuk El, membuka lembaran baru di hidupnya.”
Merrik masih meneteskan air matanya, karena-nya orang yang di cintainya menderita. “Maaf!” ucap Merrik sungguh-sungguh.
“Apa jika aku merestui kalian, kamu bisa menjamin kebahagiannya?” tanya Amel.
Merrik mendongak menatap Amel. “Ya, aku akan membuatnya bahagia!” ucap Merrik pasti, tidak seperti jawabannya pada Steven yang tidak bisa berjanji, kali ini dia akan memastikan Elena bahagia dan tidak akan menderita.
“Apa jaminannya?” tanya Amel tegas.
“Apapun yang Mommy inginkan!” ucap Merrik.
“Apa yang bisa kamu tawarkan untuk jaminannya?”
“Aku akan ….”
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa dukung Age dengan cara like, love,vote, gift nya.. Di tunggu komentarnya 😊😊😊😊😊😊...
...Salam Age Nairie 🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘...
...Terima kasih masih setia dengan Merrik dan Elena 🙏🙏🙏...
__ADS_1
Cus kepoin novel teman Age dibawah ini 👇