Kamuflase Cinta Sang CEO

Kamuflase Cinta Sang CEO
Arka dan Aisley End


__ADS_3

Aisley merasa terganggu tidurnya, Arka bangun lebih awal namun dia mengganggu tidur Aisely dengan memberikan kecupan pada Aisley. "Arka hentikan! Aku masih mengantuk!" ucap Aisley sembari mencoba mendorong Arka yang sedang memberi tanda kepemilikan di lehernya.


"Kamu tidur saja, jangan mengganggu kegiatanku!" ucap Arka yang mulut dan tangannya masih aktif pada tubuh Aisley.


"Tapi kamu mengganggu tidurku!" protes Aisley.


"Kau sudah tidur terlalu lama, ayo bangun."


Aisley mulai mengerjapkan matanya, dirinya masih lelah dengan serangan Arka di malam pertama mereka menjadi suami istri. Namun, dia tidak lupa akan rencana mereka berbulan madu, dia tidak ingin terlambat. Aisley menatap jam dinding. "Arka ini masih jam sembilan pagi! Pesawat kita jam enam sore! Aku masih mengantuk, kita baru tidur subuh, sekarang sudah membangunkan ku!" geram Aisley.


Arka mendengar suara Aisley yang sangat lantang. "Sepertinya tenagamu sudah pulih, jadi aku rasa kita bisa mengulang yang semalam sembari menunggu penerbangan!" ucap Arka langsung menyumbat mulut Aisley dengan mulutnya sendiri dan mereka mengulang yang semalam mereka lakukan.


Kehidupan rumah tangga Arka dan Aisley berjalan sangat harmonis, Aisley tetap menjadi seorang dokter profesional dan Arka tidak melarang Aisley berkarir. "Sayang masak apa?" tanya Arka melihat Aisley memasak. Aisley sudah pandai memasak sejak dia menjadi relawan, dia selalu sempatkan memasak untuk sarapan dan juga makan malam.


"Ikan tuna kuah kuning asam pedas."


Aroma masakan masuk ke indra penciuman Arka, seketika dia berlari ke toilet dan mencoba memuntahkan isi perut namun tidak ada yang keluar. "Kamu baik-baik saja?" tanya Aisley mengurut leher belakang Arka.


"Hanya mual saja dengan bau ikan. Sepertinya aku tidak bisa makan itu."


"En, baikah. Akan segera ku singkirkan."


"Sayang!" panggil Arka.


"Ya," jawab Aisley.


"Hari ini kamu jangan kerja ya?" peluk Arka pada Aisley dari belakang.


"Kenapa?"


"Tidak tahu, aku ingin kamu menemaniku di rumah, aku juga tidak akan kerja!"


Aisley menatap wajah pucat Arka. "Baiklah, katakan padaku jika ada yang tidak nyaman!"


Arka menarik Aisley dan membawanya ke sofa depan tv, mereka menghabiskan waktu dengan menonton tv sambil berpelukan. "Sayang, aku mau makan steak domba," ujar Arka.


“Ya sudah kita pesan saja!” Aisley mengambil ponselnya mencoba mencari yang Arka mau, dia sengaja lebih memilih delivery karena merasa Arka sedang tidak enak badan.

__ADS_1


“Tapi aku mau makan di sana, restoran yang pernah kita kunjungi malam-malam itu!”


“Itu ‘kan jauh Sayang. Pesan saja ya!”


“Tidak selera makan kalau pesan. Aku mau makan di sana!” hardik Arka.


Aisley menatap Arka sejenak. “Tunggu di sini.” Aisley bangkit dari tidurnya, menuju tas dokternya mengambil sesuatu dan masuk ke dalam kamar mandi, dia pun agak kurang nyaman di tubuhnya.


Aisley keluar dengan membawa testpack dengan dua garis merah tergambar dengan sangat jelas. Dia curiga saat melihat kelakuan Arka, dia sudah menduga sebelumnya namun kehamilan saat ini berbeda dengan kehamilan pertamanya yang dimana dirinya yang mengalami mual. Kali ini, Arkalah yang mengalami mual dan ngidam. “Sayang, aku punya sesuatu untukmu!” Aisley menyembunyikan testpack dibelakang tubuhnya.


“Apa?” tanya Arka penasaran.


Aisley menyodorkan testpack di depan Arka. “Aku hamil!” ucap Aisley penuh senyum.


Arka langsung bangkit dari tidurnya. “Benarkah?” tanya Arka dan hanya anggukkan dari Aisley sebagai jawabannya. Arka langsung menggendong Aisley dan memutarnya karena terlalu senang. “Aku akan menjadi Ayah!” teriak Arka.


Selama Aisley hamil, Arka lah yang mengalami morning sick, sedangkan Aisley tidak sama sekali mengalami ngidam atau mual, hingga Aisley seperti memiliki bocah besar yang selalu banyak kemauan. “Aku ingin makan sate buntal!”


“Kita beli ya!” jawab Aisley sabar.


Mereka pergi ketempat sate dan memesan yang diinginkan Arka. Namun, tidak satupun sate yang dimakan Arka. “Kita beli lasagna saja," ajak Arka.


Dia sangat bersyukur Arka masih setia dengannya, karena itu dia bisa mencintai Arka lebih dalam lagi. Sekarang Aisley tidak menyesal pernah mengejar Arka, karena suaminya merupakan pria baik yang berjalan dijalan yang lurus, hingga membuat kehidupannya lebih baik lagi.


Hari-hari Arka mual terjadi selama tiga bulan, dan selama itu pula Aisley disibukan dengan permintaan Arka yang tidak masuk akal saat mengidam. Aisley tahu, wanita hamil kendatinya berbeda-beda. Karena itu, dia tidak permasalahkan kelakukan Arka.


Usia kandungan Aisley sudah masuk usia sembilan bulan, sebagai dokter kandungan, dia sudah berpengalaman mengahadapi kelahiran meskipun tidak dipungkiri ada rasa cemas karena ini merupakan kelahiran pertama baginya. Namun, Arka lebih heboh. “Sayang, apa masih sakit?” tanya Arka cemas saat melihat Aisely meringis kesakitan karena kontraksi.


“Kamu jangan panik, memang seperti ini prosesnya.” Aisley mencoba menenangkan Arka yang sedari tadi bolak balik dan mengoceh tidak jelas, dia yang akan melahirkan namun Arka yang heboh.


“Gimana aku tidak panik, melihatmu seperti ini sudah tiga jam!” protes Arka.


“Sayang, lebih baik kamu keluar dan menenangkan diri, jika aku sudah lahiran nanti akan di panggil suster kok!” ucap Aisley lemah, dokter kandungan yang merupakan rekan kerja Aisley pun ikut tertawa melihat kelakuan Arka. Biarpun Aisley seorang dokter kandungan namun saat ini dialah yang menjadi pasien sehingga masih membutuhkan dokter lain untuk membantunya.


“Tidak mau, aku mau di sini.” Arka tetap dalam pendiriannya.


Aisley hanya bisa pasrah, kontraksi terus berjalan hingga akhirnya Aisley mengalami pembukaan sepuluh, Arka menyaksikan dengan seksama bagaimana proses kelahiran seorang manusia. Dia melihat sendiri bagaimana seorang wanita berjuang melahirkan seorang anak dengan susah payah.

__ADS_1


Hingga akhirnya, Arka melihat takjub saat seorang dokter menarik dagu bayinya dengan dua jari dan mengeluarkan anak mereka, suara tangis bayi mereka menjadi suara yang sangat indah di telinga Arka. "Aku menjadi ayah!" seru Arka dengan haru hingga meneteskan air matanya.


Aisley melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Secara alami bayi mereka mendapatkan nutrisi pertamanya, tidak hentinya Arka menangis haru.


Setelah menyusui, bayi mereka dibawa oleh suster, Aisley diminta untuk beristirahat. Arka senantiasa menemani Aisley.


Setelah dua jam, Aisley terbangun. "Sayang, bayi kita mana?" tanya Aisley.


Arka menggendong baby boy mereka dari box bayi. "Sayang, lihat bayi kita mirip denganmu!"


Aisley bangkit dari tidur, duduk untuk melihat anak mereka dengan jelas. "Benarkah mirip denganku?"


"Iya, kulit putih, mancung dan juga warna matamu!" Arka tersenyum mengingat perkataan Ibunya yang bilang jika anak yang terlahir terlihat seperti salah satu orang tuanya maka cinta orang tersebut yang lebih dalam mencintai. "Nyonya Esti akan sangat bahagia jika melihat anak kita. Dia berharap aku bule, tapi sekarang dia mendapatkan cucu bule!"


Arka menceritakan kembali pada Aisley tentang mitos siapa yang lebih dalam cinta dilihat dari anak yang dilahirkan. "Jadi kamu mau bilang cintaku lebih dalam darimu?" tanya Aisley.


"Tentu saja tidak! Karena cintaku tidak kalah dalam darimu! Anak kita akan memperlakukan istrinya seperti aku memperlakukan mu," ucap Arka penuh kelembutan.


Aisley tersenyum, dia mengerti maksud ucapan Arka, tidak selamanya mirip hanya dilihat dari segi fisik, kepribadian pun bisa dilihat dari situ. Aisley berharap anak laki-laki mereka seperti Arka yang menghormati wanita, tidak pernah sedikitpun Arka mempermainkan wanita. Meskipun, awal mereka dilalui dengan sesuatu yang tidak baik. Tapi, itu semua karena Arka dijebak seseorang.


"Tidak peduli siapa yang paling besar cinta diantara kita, yang jelas aku sangat bahagia memilikimu menjadi suamiku."


Arka ikut duduk di samping Aisley. "Aku percaya, cinta kita sama besar." Arka mendekatkan dirinya pada Aisley dan mulai mencium lembut bibir istrinya dengan anak ditengah mereka. Berjanji pada diri sendiri bahwa dia tidak akan menyakiti hati istrinya yang telah berkorban nyawa demi melahirkan anak mereka.


-End-


...💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗...


...Terima kasih semua telah mengawal kisah Arka dan Aisley meskipun ini hanya kisah tambahan dari kisah Merrik dan Elena....


...Sebuah kisah dari para wanita yang dengan besar hati menerima pria yang sudah menyakiti hatinya. Memang berbeda dengan Kisah Samudra Nayna dan Backstreet yang sang pria mencintai lebih dulu....


...Dalam KAMUFLASE CINTA SANG CEO ini lebih pada wanita yang memiliki hati yang besar dalam memaafkan. Mohon maaf jika tidak sesuai dengan harapan reader karena memang setiap manusia bebas berpendapat. Tapi konsep novel ini memang Age buat seperti ini. Arka dan Merrik yang terlambat menyadari perasaan mereka hingga menyakiti wanitanya dan diberi kesempatan oleh wanitanya....


...Terima Kasih sekali lagi untuk para reader, sudah tidak ada extra part lagi ya 🙏🙏🙏🙏...


...Salam Age Nairie 🥰🥰🥰🥰😘😘😘🥰🥰...

__ADS_1


...Salam Sehat semua 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰...


...Semoga Age masih bisa menghibur di karya selanjutnya 🙏🙏🙏🙏...


__ADS_2