
Aisley memutuskan untuk tidak kembali ke mess, dia tinggal di Apartemennya. Dua minggu lagi dia akan terbang menjadi relawan perwakilan dari rumah sakitnya. Sebelum pergi dia menghubungi sahabatnya sesama dokter namun beda rumah sakit.
"Di sini!" Aisley melambaikan tangannya saat melihat Anne sahabatnya datang.
"Sudah lama menunggu?" tanya Anne lalu duduk di depan Aisley.
"Tidak juga." Aisley mengambil ice coffee dan bersiap menyedotnya.
"Jangan sering minum kopi, kamu sedang hamil!" Anne menggeser ice coffee yang akan diminum Aisley.
Aisley hanya mematuhi perintah Anne, dia juga tahu bahwa meminum kopi terlalu sering akan berdampak buruk pada janin namun terkadang bagi Aisley, kopi bisa menurunkan tingkat stres-nya. Ibu hamil juga harus bisa mengatur emosi agar janin di dalam kandungan berkembang dengan baik. “Aku akan pesan jus saja,” ujar Aisley.
“Begitu lebih baik.” Anne memanggil pelayan dan memesan dua jus untuk mereka. “Jadi gimana keputusanmu?” tanya Anne, hanya dialah yang tahu segalanya tentang Aisley, hanya Anne yang tahu tentang kehamilan Aisley.
“Seperti yang sudah aku bilang, aku akan jadi relawan.”
“Apa kamu gila! Itu negara konflik, sangat berbahaya untukmu dan janin dalam kandungan mu!” protes Anne.
“Aku sudah memikirkan matang-matang,” ucap Aisley menunduk.
“Kamu tidak perlu bertindak sejah itu, di sini banyak orang yang menyayangimu!”
“Tapi dia tidak sayang padaku!” lirih Aisley.
“Itu karena kamu belum bilang padanya bahwa kamu hamil!” ucap Anne.
“Maksudmu mengikatnya dengan anak? Itu kalau dia menginginkan anak dariku, jika tidak? Anak ini pun akan tersakiti.”
“Kamu belum mencobanya!” ujar Anne.
“Dia jelas menolakku, dia bahagia jika jauh dariku! Jika pun dia menerima anak ini, bisa-bisa dia mengambilnya tanpa menginginkan diriku. Aku pun tidak ingin bersamanya jika hatinya pada wanita lain.”
Tidak ada yang tahu akan pikiran orang lain namun perlakuan Arka terhadap Aisley selama ini sangat dingin, kemungkinan besar tidak menginginkan anak dari Aisley sangat masuk akal. “Jadi kamu akan menjadi ibu tunggal?” tanya Anne.
“Ya,” jawab Aisley. Pelayan membawa dua jus untuk mereka. “Thank you!” ucap Aisley pada pelayan restoran.
“Ngomong-ngomong, benar yang kamu bilang padaku bahwa wanita yang dicintai Arka adalah wanita bersuami?” tanya Anne memastikan lagi, sebelumnya Aisley sudah mengatakan pada Anne.
__ADS_1
“Aku bisa lihat dari tatapan matanya saat menatap mempelai wanita, penuh kerinduan!” ucap Aisley sambil menghembuskan nafas seolah sedang membuang beban di hati.
“Tapi wanita itu sudah bersuami, tidak akan jadi masalah bukan?” ujar Anne.
“Wanita itu tidak masalah! Yang jadi masalah adalah hati! Hati Arka tidak untukku!” Aisley menyedot jusnya.
“Merawat anak sendiri tidaklah mudah, kamu harus bilang orang tuamu tentang kehamilanmu.”
“Jika aku bilang, orang tuaku dan orang tua Arka akan memaksa kami menikah!”
“Itu bagus!”
“Sudah kubilang, aku tidak menginginkan pernikahan tanpa cinta! Aku tidak ingin menjadi istri yang mengalami tekanan batin karena suaminya tidak mencintai istrinya. Bisa-bisa kisah hidupku menjadi sebuah judul drama! ‘Suamiku bukan untukku!’” ejek Aisley pada dirinya sendiri.
Anne hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan, cinta tulus Aisley tidak terbalas, terlebih saat ini sedang mengandung anak laki-laki itu. "Ya sudah, semoga kamu mendapatkan kebahagianmu," ucap Anne tulus.
"Bagaimana jika kita bersenang-senang!" ucap Aisley dengan menggerakkan kedua alisnya.
“Baiklah, kamu mau kemana?” tanya Anne.
“Kemana pun! Tempat yang bisa membuatku melupakan segalanya!” ucap Aisley.
Aisley dan Anne pergi meninggalkan restoran, mereka tidak dinas hari ini dan memilih menghabiskan waktu bersama. Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah mall, belanja setiap barang yang menarik mata, puas berbelanja mereka ke bioskop, memilih film komedi untuk menghibur diri. Film berakhir pada pukul 23.00 Aisley dan Anne beranjak untuk pulang.
“Apa kamu tidak apa pulang sendiri?” tanya Anne.
“Tentu saja! Memang kamu mau mengantarku? Kita sama-sama bawa mobil, terlebih arah kita berbeda!” jelas Aisley.
“Ya sudah, jaga dirimu! Berbahagialah!” ucap Anne tulus.
Mereka berpisah, Aisley menuju mobilnya, duduk sejenak tanpa menyalakan mesin mobil, teringat kembali akan nasib dirinya. Beruntung orang tuanya masih bisa menghormati keputusan Aisley yang membatalkan pernikahan. Setelah merasa cukup, Aisley menjalankan mobilnya. Matanya mengedar sekeliling, sudah larut malam namun masih banyak yang beraktifitas, dari pedagang, hingga pengemis yang masih berkeliling meminta uang.
Aisley terus menjalankan mobilnya menuju apartemennya, melalui jalan yang mulai sepi, di tengah jalan mobilnya terhenti, Aisley keluar dari mobil melihat ban belakang yang sedikit kempes namun itu seharusnya tidak sampai membuat mobil berhenti, dia beralih membuka kap mobil, membukanya dan asap keluar dari dalam kap. "Apes banget sih!" gerutu Aisley.
Jalanan yang sepi membuat Aisley khawatir, dia menelpon jasa derek, namun sulit tersambung, entah apa yang sedang dilakukan para agent call center mobil derek sehingga tidak mengangkat telponnya. "Bagaimana ini?" tanyanya pada diri sendiri sambil menarik rambutnya.
Aisley berjalan menuju kemudi, memutuskan untuk menunggu di dalam mobil saja, langkahnya terhenti karena dirinya tersorot oleh lampu mobil milik orang lain, Aisley mengangkat tangannya menutupi matanya karena merasa silau yang disebabkan oleh sinar lampu yang menyorot. Orang yang di dalam mobil tersebut keluar dari mobil dan mendekati Aisley. "Ada apa?' tanya Arka.
__ADS_1
Arka melihat ada mobil mogok, dari jauh seperti mengenal mobil tersebut lalu melajukan mobilnya mendekat. Benar saja, mobil yang mogok adalah milik Aisley.
"Tidak apa!" ucap Aisley datar, dia cukup terkejut melihat Arka di depannya namun tidak ingin menampakkan keterkejutan nya. Orang yang beberapa menit yang lalu masih dalam dipikirannya kini ada di depan matanya.
"Mogok?" tanya Arka lagi, tidak bisa menjadi sepasang kekasih setidaknya bisa menjadi teman. Hanya itu yang ada di benak Arka, dia tahu Aisley adalah wanita yang menyenangkan untuk menjadi teman namun sayang hati Arka tidak untuknya.
"Bukan apa-apa, pergilah," ucap Aisley lagi.
"Perlu bantuan? Aku bisa mengantarmu, biar mobilmu ditinggal di sini saja," tawar Arka.
"Terima kasih atas bantuan mu, aku sudah memanggil mobil derek." Aisley sudah tidak ingin terlibat dengan Arka, lebih baik dia menjauh.
"Kalau begitu biar aku temani," ucap Arka.
"Tidak perlu, sebentar lagi juga datang!" bohong Aisley, menelpon pun tidak di angkat.
"Tidak apa, aku bisa menemanimu."
"Tidak, kamu pulang saja!" usir Aisley, dia tidak ingin berlama-lama bertemu dengan Arka. Setelah itu ponselnya berdering, Aisley mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan telepon tersebut.
Arka tidak enak masih berada di sana, dia berencana akan melihat Aisley dari kejauhan untuk memastikan Aisley baik-baik saja. Masuk ke dalam mobil, belum sempat menyalakan mesin, ada yang menggedor pintu mobilnya. Arka menoleh dan membuka kaca mobil. "Ada apa?"
"Antar aku ke rumah sakit!" jelas Aisley dengan nada serius.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
...Jangan lupa untuk like 👍...
...Jangan lupa untuk love 💖...
...Jangan lupa giftnya yach 🌹...
...Jangan lupa untuk komentarnya.. 😊...
...Jangan segan memberi saran Age yach… 😁...
...Semoga kita semua dalam keadaan sehat..🙏...
__ADS_1
...Salam Age Nairie 🥰😘😘😘...