Kamuflase Cinta Sang CEO

Kamuflase Cinta Sang CEO
BAB 79 Hello Kitty (End)


__ADS_3

...Jangan lupa setelah membaca, kasihlah Age like, love, vote, gift 😊 Biar tambah semangat 💪💪...


...Saran dan komentarnya juga di tunggu yach, biar Age bisa lebih baik lagi dalam berkarya 🥰...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


“Kak, aku bercanda! Aku tidak melakukan itu .…” ucapan Elena tenggelam akibat ciuman tiba-tiba Merrik. Ingin menolak namun ia pun merindukan ciuman dari Merrik. Mereka terbakar gairah masing-masing, Merrik masih menindih Elena dengan memberikan ciuman bertubi-tubi. Elena merremas rambut Merrik saat ciuman Merrik turun ke leher dan terus ke tulang selangka.


Elena menarik kepala Merrik, lalu ia mencium kembali bibir Merrik. “Jangan teruskan!” ucap Elena di sela ciuman mereka.


“Aku tidak tahan, kita lakukan sekarang, ya?” ucap Merrik menatap dalam mata Elena.


“Jangan ….” Merrik membungkam mulut Elena yang ingin berkata lebih lanjut, Merrik meneruskan aksinya, tangannya bergerak ke segala arah dan mulai melucuti pakaian Elena, tangan Elena masih terus menghalangi Merrik. Namun, sang pria tidak menggubris, hingga saat ia akan membuka celana bahan yang Elena kenakan, dia menyadari sesuatu. Merrik membeku di tempat, menatap Elena yang sedang tersenyum, senyuman yang tidak dapat diartikan. “Kamu lagi datang bulan?” ucap Merrik penuh kekhawatiran.


Elena hanya menggigit bibirnya lalu tersenyum lebar sebagai jawaban. Merrik langsung bangkit dan merebahkan tubuhnya di samping Elena. Menatap kosong ke atap, pandangannya tanpa sengaja menoleh ke arah boneka Hello Kitty yang ada di atas meja rias. Boneka Hello Kitty yang tanpa mulut seolah ikut bersedih untuk Merrik yang tidak dapat menuntaskan hasratnya.


“Sayang,” panggil Elena saat menoleh ke samping.


Merrik tidak menjawab panggilan Elena, ia sedang mencoba meredam hawa panas di tubuhnya. Elena mendekatkan dirinya pada Merrik, dia menghadapkan wajahnya ke wajah Merrik, hingga posisinya berada di atas Merrik. “Jangan menggodaku!” ucap Merrik.


Cup! Elena mengecup bibir Merrik sekilas, setelah itu, dia memakai kembali kemejanya yang sudah sempat Merrik lepaskan. Dia tidak berniat menggoda Merrik lagi. Merrik ikut duduk, masih menatap boneka Hello Kitty di atas meja rias. “Kenapa ada boneka itu di meja?” tunjuk Merrik dengan dagunya.


Elena mengikuti pandangan Merrik. “Hello Kitty?”


“Ya, dia mengejekku dari tadi!” dengus Merrik.


Elena hanya terkekeh. “Karena itu aku menyimpannya! Kamu tahu kenapa boneka Hello Kitty tidak memiliki mulut?” tanya Elena.


Merrik menggeleng, dia tidak mengerti tentang mainan, terlebih mainan anak perempuan. Rose mendidiknya untuk tidak memainkan mainan perempuan.


“Hello Kitty tidak memiliki mulut karena dia ‘berbicara dari hatinya’.Tanpa mulut, itu berarti lebih mudah bagi orang memproyeksikan Hello Kitty sesuai perasaan mereka pada karakter tersebut. Orang bisa bergembira atau sedih bersama Hello Kitty, atau mungkin bisa mengejek seorang pria yang tidak bisa melepaskan hasratnya!” tutur Elena dengan nada menahan tawa di akhir kalimatnya.


Merrik melirik Elena yang sedang berbahagia melihatnya menderita, dia bertekad akan membalasnya setelah menikah. Merrik pergi keluar kamar Elena, sebelum keluar, dia ke meja rias Elena dan membalikan tubuh Hello Kitty tersebut agar tidak bisa mengejeknya.

__ADS_1


Elena beralih ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah itu datang ke ruang kerja Merrik, untuk mengajak makan malam. Merrik baru saja berbicara melalui telepon. “Telepon siapa?” tanya Elena.


“Mommy Amel, mengabari jika mereka jadi menginap di sana. Besok baru akan pulang!”


“Wow, bahkan sekarang Mommy malah menghubungimu! Bukannya seharusnya aku yang ia hubungi!”


“Mungkin kamu sudah tidak di anggap anak!” ucap Merrik bercanda.


“Cih! Ayo kita makan, aku sudah lapar!”


“Sini dulu!” Merrik mengambil berkas di meja kerjanya. “Tanda tangan di sini!”


Elena mengambil berkas tersebut. “Apa ini?”


“Perjanjian pra nikah! Sudah tanda tangani saja, tidak akan merugikanmu!” ucap Merrik saat Elena akan membaca terlebih dulu isi dokumen tersebut. Elena menuruti perintah Merrik dan langsung menandatanganinya.


“Sudah aku tanda tangani, ayo kita cari makan di luar!” Elena bangkit dari duduknya.


“Makan di rumah saja!” Merrik mengulurkan tangannya, Elena menerima uluran tangan Merrik hingga ia duduk di pangkuan Merrik.


“Tidak, sampai pernikahan kita di laksanakan! Bagaimana, masih pusing dan mual tidak? Kita panggil dokter jika masih sakit!”


“Sudah tidak pusing lagi,” ucap Elena menunduk tanpa sadar meneteskan air matanya.


Merrik mengangkat dagu Elena. “Mengapa menangis?” tanya Merrik khawatir.


“Aku … lelah! Sepertinya aku tidak memiliki jiwa leadership.”


“Apa kamu mengalami kesulitan? Jakson tidak membantumu?”


“Bukan, dia sangat membantu. Namun, sepertinya aku tidak cocok jadi CEO. Jiwaku di seni, aku hanya ingin mendesign perhiasan. Aku tidak sanggup memimpin perusahaan. Kamu ‘kan tahu aku tidak terlalu pandai.” Elena mengungkapkan keluh kesahnya pada Merrik.


Merrik mengusap surai cokelat Elena. “Bersabar sampai kita menikah ya, setelah itu aku akan membantumu! Tidak perlu bekerja pun tidak apa-apa.”

__ADS_1


“Aku ingin tetap menjadi designer!”


“Iya, pasti!” Merrik mengusap lembut pipi Elena dan mulai menciumnya. Ciuman penuh cinta dari dua orang yang saling mencintai.


...*** ...


Hari pernikahan pun tiba, Elena dibuat terkejut atas pesta pernikahannya. Tidak pernah terpikirkan bahwa pesta pernikahannya akan semewah ini, semua keinginan saat Elena remaja di penuhi oleh Merrik. Dulu, Elena pernah berkata pada Merrik untuk menikah seperti di dunia Barbie dan kini semua terpenuhi. Karpet merah yang panjang menutupi jalan dan juga pita merah pernikahan di kedua sisi. Pesta pernikahan diadakan di dua tempat, di dalam negri dan di Jepang. Pernikahan seperti di dunia dongeng dilaksanakan di Disneyland Jepang, hanya orang terdekat yang datang ke acara bertema Barbie, Merrik dan Elena duduk di atas kereta kencana emas yang ditarik delapan ekor kuda. Menggunakan pakaian pengantin yang indah.


Dua orang anak dari pengusaha ternama mengadakan pernikahan, semua orang sempat terkejut, ternyata Merrik dan Elena sudah menikah beberapa tahun lalu dan sudah memiliki seorang putri. Tidak ada yang menyangka akan hal itu, terlebih lagi bagi para karyawan EL Sunshine. Bahkan Jakson pun sempat terkejut saat mengetahui bahwa dua bos-nya adalah sepasang suami istri, meskipun dia terlebih dahulu di beritahu daripada karyawan lainnya. Rumor mulai merebak, dari nama perusahaan bernama El Sunshine hingga Melena yang hadir di tengah Merrik dan Elena.


Sang pengantin tidak mengambil pusing atas rumor yang beredar, Melena terlahir bukan karena hubungan di luar nikah, Melena lahir di dalam ikatan pernikahan yang sah. Air mata bahagia mengalir dari pipi Elena saat mereka masih duduk di kereta kencana. “Mommy kenapa menangis?” tanya Melena yang juga ikut duduk di kereta kencana.


“Mommy menangis karena bahagia.” Merrik yang menjawab Melena.


“Aku pun bahagia, tapi aku tidak menangis!” ucap Melena.


“Mommy bahagia karena kamu bersedia menyempatkan menghadiri pernikahan Mommy dan Daddy!” ucap Merrik.


Elena memukul bahu Merrik. “Jangan asal bicara!”


Merrik tersenyum dan berbisik. “I love you in the deep of my heart!”


“I love you too,” balas Elena.


...💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖...


Akhirnya Age menyelesaikan kisah Merrik dan Elena meskipun masih kaya ada yang kurang… 🤔


Terima kasih sekali lagi berkenan mampir membaca karya receh ku ini 🙏🙏🙏🙏


Tunggu end part 2 nya yach.. 🤣


Salam hangat dari Age Nairie 🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘

__ADS_1


Cus kepoin karya temen Age di bawah ini 👇



__ADS_2