Kamuflase Cinta Sang CEO

Kamuflase Cinta Sang CEO
Arka dan Aisley 13


__ADS_3

Arka sebenarnya ingin berlari mengejar Aisley, ingin sekali dia membeli tiket dan ikut bersamanya! Atau mungkin menggendongnya dengan paksa dan mengurung perempuan itu di rumahnya agar tidak lari lagi. Namun, pikiran itu dia hempaskan. Arka mencoba untuk menghormati keputusan Aisley. "Aku akan mencoba melakukan yang terbaik untuk mencintaimu, Aisley!" gumam Arka.


Dia kembali ke apartemen Aisley, dia memutuskan untuk menempati apartemen itu, menunggu dengan setia wanitanya.


Masuk ke dalam kamar yang penuh akan barang-barang Aisley. Duduk di meja rias dimana tadi pagi dia masih melihat wanitanya mengoleskan lip balm di bibir.


Menarik laci yang ada di sana, menemukan buku harian. Arka mulai membukanya, tersenyum melihat buku tersebut. Mengapa masih ada yang menulis buku harian di zaman modern, dimana alat elektronik sudah sangat merebak. Satu persatu, Arka membaca tiap lembarnya, bukan seperti buku harian yang isinya lengkap menceritakan satu hari kejadian melainkan tiap lembar hanya tampak seperti quote.


...Hari ini aku bertemu pria yang menggetarkan hatiku, aku mencoba berusaha berkenalan dengannya. Tapi, tenyata dia sangat sombong!...


-Buku harian Aisley-


...Hi, Stranger! Mungkin ini adalah kebodohan terbesarku, tapi entah mengapa rasanya sangat manis meskipun aku tidak tahu kedepannya aku akan menyesal atau tidak. Namun, one night stand dengamu tidak akan pernah ku lupakan!...


-Buku harian Aisley-


...Aku muda dan cantik namun kamu masih menatap penuh kerinduan pada wanita berpakaian pengantin tersebut....


...Mungkin, masih ada cintamu padanya namun tidak bisakah kau tidak berkata kasar padaku?...


-Buku harian Aisley-


...Aku bukan termasuk wanita yang rasional, aku sombong dan keras kepala! Tapi, demi dirimu aku merendahkan diriku sendiri. Aku sudah cukup bersabar padamu, Arka!...


-Buku harian Aisley-


...Salam untuk sang kekasih yang tidak menyadari cintaku padanya...


...Jika ada yang bertanya padaku bagaimana rasanya cinta bertepuk sebelah tangan? Aku akan menjawab, rasanya sakit namun juga bahagia...


...Setidaknya, aku pernah merasakan menyukai seseorang .......


-Buku harian Aisley-


...Mungkin anak kita mengerti bahwa orang tuanya tidak akan mungkin bersama jadi lebih memilih meninggalkan dunia ini....


...Hey! Kau tidak bersalah, Nak! Kamilah yang bersalah. Namun, kami mencintaimu!...


-Buku harian Aisley-

__ADS_1


"Tidak! Aku yakin kita akan bersama!" lirih Arka saat membaca tulisan Aisley tentang anak mereka.


...Saat aku mencoba menjauh darimu, entah mengapa aku merasa kau mendekatiku!...


...Apa kau mulai suka padaku? Atau aku yang terlalu percaya diri?...


-Buku harian Aisley-


"Karena aku mencintaimu!" Lagi-lagi Arka menjawab buku diary Aisley.


...Aku memang tidak pernah menyatakan cinta karena aku ingin menyatakan cinta saat kau menyukaiku walaupun hanya sedikit rasa suka. Namun, Kau terlebih dulu mengatakan cinta padaku, hanya saja aku sudah tidak percaya dengan pernyataan cintamu!...


-Buku harian Aisley-


...Keputusanku sudah bulat, aku tidak akan menggantungkan harapanku padamu! Pergilah menjauh dariku!...


-Buku harian Aisley-


...Jangan membuatku bimbang dengan semua perlakuanmu padaku. Aku tidak akan luluh karena aku tidak akan jatuh ke lubang yang sama!...


-Buku harian Aisley-


...***...


Entah berapa kali musim hujan terlewati, Arka menyibukkan dirinya dengan bekerja untuk mengurangi rasa rindunya pada Aisley.


Berapa kali juga orang tuanya menodongnya dengan pernikahan dan Arka selalu menjawab dia sedang menunggu wanitanya.


Informasi kepulangan para relawan sudah terdengar oleh Arka namun dirinya masih belum bisa bertemu dengan Aisley, karena Aisley memenuhi janjinya untuk menempuh pendidikan lebih lanjut dan tidak memberitahu Arka dimana dia melanjutkan spesialisnya.


Selama Aisley menjadi relawan, tidak ada kontak apapun diantara mereka. Arka pun tidak menanyakan pada pihak rumah sakit dimana Aisley berada.


Tidak terasa empat tahun telah terlewati, menghadapi hari dengan cara masing-masing. Arka semakin gila bekerja, dia melebarkan usahanya. Saat ini adalah peresmian baru perusahaannya di bidang penyediaan alat-alat medis.


Arka mendapat banyak ucapan selamat karena menjadi salah satu pengusaha sukses, setelah acara selesai dia keluar mencari angin malam. Arka meminta sopirnya untuk pergi, memilih berjalan menuju Apartemennya, langkahnya terhenti, menatap bulan yang bersinar sangat indah. "Apa yang sedang kamu lakukan sekarang?" lirih Arka.


Dia sangat merindukan Aisley, menyesali mengapa dirinya terlambat menyadari bahwa dia sangat mencintai wanita yang menurutnya menyebalkan itu.


Hingga akhirnya dia sampai di apartemennya, mengambil buku harian Aisley dan membacanya entah sudah yang keberapa kali, Arka menggunakan buku harian itu bagaikan buku dongengnya yang setiap malam menemaninya sebelum tidur.

__ADS_1


Arka terlelap setelah membaca buku harian Aisely, tidur masih lengkap dengan kemeja kerja dan juga sepatunya. Tidur dengan nyenyak memimpikan kekasihnya.


Dalam mimpinya, dia sedang bersama dengan Aisley duduk di pantai menikmati air kelapa, jarak mereka yang dekat sehingga Arka bisa mencium khas harum rambut Aisley.


Arka mulai mengerjapkan matanya setelah mendapat serangan sinar matahari yang menembus lewat kaca jendela kamar. "Apa aku lupa menutup gorden semalam?" tanya Arka dalam hati.


Dia mencoba untuk bangun dari tidurnya, beruntung ini hari libur, sehingga dia tidak perlu terburu-buru untuk bekerja, Arka duduk di ranjang, menatap pakaiannya yang berubah menjadi piyama. Arka menyerengitkan dahinya. Apakah dia terlalu merindukan Aisley hingga lelah dan lupa dengan apa yang terjadi semalam? Seingatnya, dia belum berganti pakaian.


Arka membuka selimut dan bersiap untuk bangkit, namun sudut matanya melihat segelas air di meja samping tempat tidur, dia tidak pernah meletakan air di meja tersebut.


Arka bangkit dan meminum air tersebut, keluar dari kamar, dia menuju ke dapur karena mendengar aktivitas di dapur. Langkahnya terhenti saat melihat wanita yang sedang memegang spatula. "Aisley!" gumam Arka.


Aisley menoleh setelah namanya disebut, dia tersenyum, menatap pria dengan tinggi badan 1,88m. "Sudah bangun?" tanyanya.


Arka melanjutkan langkahnya, berjalan semakin dekat dengan Aisley. "Apa aku sedang bermimpi?" tanya Arka dengan wajah yang masih bingung, entah karena terlalu lelah bekerja hingga dia mengalami sebuah delusi.


"Tutup matamu, aku akan menggigit mu, lihat sakit atau tidak!"


"Oke." Arka menutup matanya.


Aisely mendekat dan berjinjit, lalu memberikan ciuman lembut pada Arka, dan sedikit menggigit dengan pelan bibir Arka.


Perlahan Arka membuka matanya, menatap bulu mata panjang Aisely yang bergetar dan menyadari bahwa wanitanya telah kembali. Dia langsung menarik Aisely lebih dekat dan mengangkatnya, mendudukkan Aisley di meja dapur dan memperdalam ciuman mereka.


Mereka melepaskan ciuman kerinduan tersebut, namun masih menempelkan dahi. "Apa kadar cintamu masih berlaku untukku?" tanya Aisley.


"Tentu saja!" jawab Arka tanpa ragu.


...💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗...


...Terimakasih masih setia dengan kisah Arka dan Aisley.🙏🙏🙏...


...Jangan lupa like, love, gift dan komentarnya yach 😊...


...Masih mau lanjut atau sudah sampai di sini?...


...Mereka sudah bersama yah .. 😊...


...Salam Age Nairie 🥰🥰🥰🥰...

__ADS_1


...Salam sehat semua 😊😊😊🥰🥰...


__ADS_2