
Arka mendengar pintu terbuka, baru akan bangkit untuk menyambut Aisley, dia mendengar suara seorang lelaki yang ikut masuk ke dalam apartemen wanitanya.
Arka memutuskan diam sejenak untuk menyimak obrolan mereka. Perlahan Arka menajamkan indra pendengarannya.
"Air mineral saja, jika kamu tidak keberatan sekalian buatkan aku mie instan juga. Jujur aku lapar," ucap Arsenio malu-malu.
"Hais, di kasih hati minta ampela!" ujar Aisley becanda. "Duduk saja dulu, akan aku buatkan mie spesial untukmu," ucap Aisley.
'Seenaknya saja dia minta dibuatkan mie!' batin Arka.
Arka bangkit dari duduknya dan berkata, "Sayang, kamu sudah pulang?"
Kemunculan Arka yang tiba-tiba sukses membuat dua orang yang baru tiba terkejut. Arsenio membeku di tempat, tidak menyangka ada orang yang dulu pernah mengaku sebagai tunangan wanita incarannya.
"Bagaimana kamu bisa ada di sini?" tanya Aisley bingung, dia tidak pernah merasa memberi tahu Arka sandi apartemennya.
Arka berjalan mendekati Aisley. "Oh, lagi tidak banyak pekerjaan di kantor, jadi pulang cepat." Arka menjawab seakan Aisley bertanya 'Kenapa sudah pulang?' Cup! Arka mengecup pipi Aisley dengan tidak tahu malu. "Kamu bawa tamu, kenapa tidak dipersilakan duduk?" ucap Arka menoleh pada Arsenio. "Silakan duduk." Arka mempersilahkan Arsenio duduk di sofa tempat dia tidur sebelumnya.
Aisley menatap Arka. "Aku ingin bicara padamu!" ucapnya tegas.
Aisley berjalan menuju kamarnya yang diikuti Arka, dia ingin bicara empat mata padanya. "Sayang, ini masih sore. Agak malaman saja, isi perut dulu baru bertempur," ucap Arka.
Aisley melebarkan matanya menatap Arka, kalimat ambigu yang terlontar dari mulut Arka membuat Arsenio tidak nyaman. Apakah dia sudah tidak memiliki kesempatan? Pupus sudah harapan Arsenio. Dia bangkit dari duduknya. "Aisley, maaf aku baru teringat bahwa aku sudah ada janji dengan teman. Aku pergi dulu," ucap Arsenio pada Aisley dan menoleh sebentar pada Arka.
"Arsenio, aku ...."
"Hati-hati di jalan!" ucap Arka memotong kalimat Aisley.
Hening ....
Setelah kepergian Arsenio hanya ada keheningan namun hanya berlangsung beberapa detik. "Apa yang kamu lakukan? Kamu menerobos rumah orang lain tanpa izin!" protes Aisley.
"Tidak, aku hanya memasukkan tanggal lahirku dan pintu terbuka," ujar Arka tersenyum, tidak tersinggung sama sekali dengan nada tinggi Aisley.
__ADS_1
"Aku akan merubahnya, sekarang kau pulanglah!" usir Aisley.
"Tidak mau! Buatkan aku mie dulu!" keluh Arka.
"Tidak tahu malu! Cepat keluarlah, tidak mungkin CEO sepertimu tidak memiliki uang utuk makan, seandainya tidak ada makanan di rumahmu, kamu bisa memesan online!" Aisley bersih keras mengusir Arka.
Arka malah beralih ke sofa dan merebahkan dirinya di sofa. "Aku tidak akan bergerak sampai kamu membuatkan aku makanan dulu!"
"Tidak tahu malu!" maki Aisley namun ia tetap berjalan menuju ke dapur dan memasakkan mie instan untuk Arka, namun saat akan membuka bungkusnya dia teringat akan perut Arka. Dia beralih mengambil telur dari kulkas dan mendadar telur tersebut. Dia memang tidak pandai memasak, namun jika hanya menggoreng telur Aisley masih sanggup melakukannya.
Setelah beberapa menit sibuk di dapur akhirnya Aisley menyelesaikan masakannya dia membawa dua piring. "Ini makananmu." Aisley menyodorkan satu piring pada Arka.
Arka menerima dengan senang hati, di atas piring hanya ada nasi dan telur dadar namun sudah membuat hati Arka sangat bahagia. "Terima kasih."
Mereka makan dalam diam, Arka pun tidak bertanya mengapa hanya dibuatkan telur dadar dan bukannya mie. "Kamu sudah selesai makan, sekarang pulanglah!" ujar Aisley melihat piring Arka yang sudah kosong.
Arka meletakkan piring di atas meja lalu kembali tiduran di sofa. "Apa yang kamu lakukan? Cepat pulang!" ucap Aisley kesal.
"Tidak ada hubungannya denganmu! Kau merusak hubunganku dengan Arsenio, kehadiranmu membuatnya jadi salah paham!"
"Bagus jika dia tahu diri!" Arka menutup kepalanya dengan bantal sofa, dia tidak ingin berdebat lagi dengan Aisley.
"Terserah kau saja!" Aisley meninggalkan Arka sendiri dan masuk ke dalam kamarnya.
Di tengah malam saat Aisley tertidur pulas, Arka kembali ke apartemennya. Bukan untuk pulang, melainkan mengambil barang-barangnya dan memasukkan ke dalam koper lalu kembali lagi ke apartemen Aisley. Dia mencoba membuka pintu kamar Aisley yang ternyata tidak terkunci, dia memasukkan pakaiannya ke dalam lemari Aisley. Setelah itu, dengan berjalan pelan menuju ranjang, lalu merebahkan dirinya sendiri di samping Aisley, tidak lupa memberikan kecupan di dahi Aisley.
Pagi menjelang, Arka mendekap Aisley dalam pelukannya. Aisley pun merasa nyaman dalam tidurnya hingga matanya terbuka setelah tidur nyenyaknya. Aisley merasa berat di perutnya, matanya beralih ke perutnya dan benar saja ada beban di sana dan pandangannya mengikuti tangan yang melingkar di perutnya. Meskipun dia yakin siapa orang yang ada di sampingnya, dia tetap menoleh untuk memastikan. Dia mengangkat tangan Arka dan melemparnya ke samping. "Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Aisley tanpa terkejut.
Arka mengucek matanya. "Latihan."
"Latihan apa?" tanya Aisley bingung.
Arka bangun dari tidurnya, memposisikan dirinya di atas Aisley. "Latihan jika kita sudah menikah nanti!" Cup! Arka mengecup sekilas bibir Aisley.
__ADS_1
"Keluarlah!" Hanya satu kata yang keluar dari mulut Aisley. Dia adalah wanita keras kepala, dia selalu berusaha mendapatkan apa yang selalu dia mau. Namun, saat dia merasa gagal maka dia akan membenci dirinya sendiri, dia telah gagal menaklukkan Arka sebelumnya dan kini dia tidak akan memberikan hatinya pada pria yang jelas pernah menolaknya.
Arka tidak menggubris perkataan Aisley. "Bersiaplah, kita berangkat bersama." Arka bangkit dan masuk kedalam kamar mandi seolah itu apartemennya sendiri. Aisley bangkit dari tidurnya, dia memilih mandi di kamar mandi luar. Dia memegang dadanya yang berdebar. "Sabar Aisley, besok kau sudah tidak bertemu dengannya lagi," gumam Aisley.
Setelah mandi, Aisley masuk ke dalam kamarnya, dia melihat Arka sedang memakai bajunya, Aisley menuju ke lemarinya sendiri, melirik ada pakaian Arka di dalamnya, yang Aisley sendiri tidak tahu kapan pakaian Arka ada di lemari bajunya. Mengambil pakaiannya dan berlalu menuju kamar mandi tanpa sepatah katapun.
Aisley membuat roti bakar dan susu, dia menyiapkan sekalian untuk Arka. Meskipun mereka makan dalam diam namun sukses membuat Arka berbunga. Dia tidak tahu akan rencana Aisley yang akan menjadi relawan, Arka merasa Aisley mulai menerimanya. "Nanti aku jemput," ucap Arka setelah mereka sampai di rumah sakit.
"Ya." Aisley mengangkat tasnya untuk bersiap keluar, namun Arka menarik lengannya.
"Aku mencintaimu," bisik Arka setelah itu mencium sekilas bibir Aisley.
Aisley hanya bisa terdiam, tidak tahu harus menjawab apa. Namun, bagi Arka, diamnya Aisley adalah lampu hijau untuknya.
...💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗...
...Terimakasih masih setia dengan kisah Arka dan Aisley.🙏🙏🙏...
...Jangan lupa like, love, gift dan komentarnya yach 😊...
...Kawal hingga akhir ya 😁...
...Salam Age Nairie 🥰🥰🥰🥰...
...Salam sehat semua 😊😊😊🥰🥰...
...Yang belum baca, silakan dibaca karya Age yang lain 😊 👇...
...
...
__ADS_1