Kamuflase Cinta Sang CEO

Kamuflase Cinta Sang CEO
BAB 60 Metode Terapi


__ADS_3

Elena duduk di depan Lala, baru saja menempel di kursi, Lala sudah bersuara. “Aku akan langsung saja. Setelah ini, aku akan pergi, aku mengajakmu bertemu bukan untuk berpamitan padamu. Aku ingin mengeluarkan isi di hatiku!” Lala membenarkan duduknya. “Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku sangat-sangat membencimu, bertahun-tahun menemani Bastian namun tidak pernah bisa masuk ke dalam hatinya. Ingin sekali aku menghancurkan hubungan kalian namun setelah berpikir, kebahagiannya lebih penting, percuma jika aku mendapatkan raganya namun tidak bisa memiliki hatinya. Lagipula, ia adalah orang yang sangat berjasa untukku. Sebesar apapun aku berusaha tentu tidak akan bisa menghancurkan cinta sejati.” Lala berdecak.


“Tidak perlu menghancurkan, karena kamu bukan orang seperti itu. Aku yakin kamu orang baik,” ucap Elena tulus.


“Jangan karena memuji diriku orang baik dan berharap aku menyukaimu! Aku tetap membencimu.” Elena hanya tersenyum, entah mengapa ia mulai menyukai Lala yang apa adanya, menampilkan diri sendiri tanpa kepura-puraan. Lala adalah orang yang pintar, dia tidak dibutakan oleh barang yang seharusnya tidak dimilikinya, mengerti cinta sejati tidak akan bisa dihancurkan dengan mudah.


Hati Elena menjadi tenang, berencana malam ini akan menyenangkan Merrik, dia tidak akan pernah bosan untuk membantu penyembuhan Merrik.


Lala melihat senyum Elena. “Oh ya, Bagaimana dengan pengobatan Direktur Bastian? Apa ada peningkatan?” tanya Lala.


Elena merasa tidak perlu menjawab pertanyaan Lala, hanya dia dan Merrik yang boleh tahu. “Maaf, sepertinya aku tidak bisa memberitahumu.”


“Dari bicaramu, sepertinya belum berhasil! Apa bedanya denganku jika belum berhasil, padahal aku sudah memakai pakaian yang diinginkannya!” dengus Lala.


Mata Elena langsung membulat, nafasnya tercekat, pikiran Elena berkecamuk. Apa yang sedang Lala katakan? Apakah selama ini Lala dan Merrik melakukan seperti yang ia lakukan?”


“Sudahlah, kau tidak perlu berkata apapun, besok aku akan pergi. Semua yang ada di hatiku sudah aku utarakan, semoga kalian berbahagia. Ya, meskipun aku masih tidak rela.” Lala tersenyum lebar, dia berdiri dan keluar dari restoran dan meninggalkan Elena yang membeku di kursinya. Lala masuk dalam ke dalam mobilnya, duduk di depan stir lalu tertawa terbahak-bahak. “Walaupun aku tidak pernah berbuat jahat padamu setidaknya hatiku puas mengerjaimu!” Setelah itu, dia meninggalkan parkiran, pergi ketempat tujuannya dan memulai kehidupan yang baru. Berharap bertemu dengan laki-laki yang baik seperti Merrik.


Elena pulang ke apartemennya setelah jam kerja berakhir, dia tidak mengabari Merrik. Ponselnya dibiarkan mati. Karena tidak bisa menghubungi Elena, Merrik seperti biasa memeriksa CCTV dan menemukan bahwa Elena keluar dari kantor tepat jam pulang kerja, dia langsung menuju apartemen Elena.


Elena masih berkecamuk dengan pikirannya, apa yang harus ia lakukan? Mereka telah berpisah selama enam tahun, dia pun menginginkan Merrik sembuh, wajar jika Merrik melakukan metode pengobatan apapun namun membayangkan Merrik bersama dengan wanita lain dan melakukan seperti yang sering mereka lakukan sukses membuat hati Elena tidak nyaman. Dia melangkah ke dapur, membuka pintu kulkas. Melihat isinya, sayuran yang sudah mulai tidak segar dan juga beberapa bahan masakan lainnya yang sudah habis. Elena mengambil kantung sampah dan memasukan bahan-bahan makanan yang sudah tidak layak untuk di buang. Saat akan membuang bahan-bahan makanan tersebut, bertepatan dengan Merrik yang ada di depan pintu apartemennya. “Kenapa pulang sendiri?” tanya Merrik.


“Aku hanya rindu apartemenku.” Elena mencoba berlalu dari Merrik, namun tangannya di cekal sehingga tidak jadi keluar dari apartemen. Merrik mendorong Elena hingga mereka masuk ke dalam apartemen. “Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?”

__ADS_1


“Hari ini aku bertemu dengan Lala," ucap Elena tanpa mau melihat pada Merrik.


“Kapan?”


“Saat jam makan siang. Dia mengatakan semua padaku.”


“Kukira kamu sedang sibuk, tidak datang makan siang denganku!” ucap Merrik santai. Mereka terkadang makan siang bersama, tentu dengan datang sendiri-sendiri tanpa sepengetahuan orang lain.


“Sebenarnya apa hubungan kalian? Kenapa tidak bertanya, dia mengatakan apa padaku? Hubungan kalian sungguh sangat tidak jelas!” Elena meluapkan apa yang ada di pikirannya.


“Haruskah?” Merrik menatap Elena, yang ditatap menatap balik dengan tatapan tidak suka. “Baiklah, apa yang ia katakan padamu?” tanya Merrik.


“Dia mengatakan semua permasalahan dirimu dan juga bantuannya dalam penyembuhanmu.” Elena memicingkan matanya.


Merrik terlihat canggung. “Antara aku dan dia tidak ada hubungan apapun.”


“Memangnya apa yang telah ia katakan padamu?”


“Tentang cara pengobatannya padamu! Apa aku harus menjelaskan secara terperinci? Kalian tidur bersama seperti yang kita lakukan?” teriak Elena menahan tangis.


Sedetik kemudian Merrik tertawa terbahak-bahak. “Kenapa malah tertawa? Apa aku lelucon bagimu?” protes Elena.


“Bukan seperti itu, memangnya Lala bilang kami tidur bersama?” tanya Merrik.

__ADS_1


Elena berpikir sejenak dan berucap terbata, “Dia bilang, dia sudah memakai pakaian yang diinginkan oleh mu.”


Merrik tersenyum, menatap lucu pada Elena yang sedang cemburu. “Yang dia katakan benar. Namun, bukan berarti tidur bersama dan melakukan seperti yang selama ini aku dan kamu lakukan. Dokter Kyat menyarankan untuk pengobatan secara langsung pada wanita, dia bahkan menyarankan aku untuk menikah. Namun, aku tidak bisa melakukan pernikahan tanpa cinta.”


“Pernikahan kita juga diawali tanpa cinta,” sela Elena.


“Ya, tapi sekarang aku sudah cinta mati padamu!” Elena sedikit tersenyum mendengar ucapan Merrik, dia masih seperti dulu yang cepat luluh dengan kata-kata manis Merrik.


“Aku minta alternatif pengobatan lain dan Dokter Kyat menggunakan metode terapi hipnotis padaku. Aku hanya berbaring dan di hadapanku Lala berdiri menggunakan pakaianmu.” Elena menyipitkan matanya, Merrik mengerti akan tatapan Elena. “Bukan pakaian dinas mu! Hanya menggunakan pakaian biasa yang sering kamu gunakan. Dalam masa terapi aku di giring seakan Lala adalah dirimu, aku hanya mendapat sugesti bahwa dirimu memaafkan diriku dan menerima diriku kembali namun hasilnya masih sama nihil. Selanjutnya kamu sudah tahu.”


“Lalu bagaimana awal kamu bertemu dengan Lala? Bagaimana bisa ia menjadi partner terapimu?”


“Aku tidak sengaja menolongnya, dia menjadi korban perdagangan manusia. Dia di manfaatkan oleh pacarnya yang gay. Dia mengira pacarnya sangat sopan padanya. Namun, ternyata dengan ketampanan pria itu, mencari para gadis untuk di masukan ke dalam dunia prostitusi. Aku melihatnya sangat kasian, dia mencoba melarikan diri dan tanpa sengaja bertemu denganku di luar club malam. Jadi, aku menebusnya.”


Elena tidak mengira bahwa nasib Lala begitu buruk. “Aku yang melihat Lala, teringat akan dirimu! Diriku yang memanfaatkanmu untuk melayaniku. Karena itu lah aku membantu Lala,” ucap Merrik tertunduk.


...🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺...


...Jangan lupa like, love, vote dan komentarnya berikan banyak masukan untuk Age yach 🙏🙏🙏🙏...


...Kawal terus Cerita Merrik dan Elena yg tinggal ...... Bab lagi.😊 Belum berani ini titiknya, takut meleset prediksinya 😁...


...Salam Age Nairie 🥰 🥰🥰...

__ADS_1


Rekomendasi Novel teman Age hari ini, cus kepoin 👇



__ADS_2