
Aisley mencoba memburu nafas, pasokan udara semakin menipis karena Arka tidak memberikan ruang untuk Aisley. Arka menggendong Aisley dari depan, perlahan Aisley membalas setiap ciuman Arka, rela untuk berbagi saliva, mungkin karena pria yang sedang menciumnya adalah pria yang menarik perhatian nya dan juga alkohol memberi keberanian lebih untuk Aisley. Ting, lift pun terbuka, Arka mantap melangkah masih tanpa melepas ciuman mereka.
Kamar hotel yang dekat dengan lift dan juga kamar yang sudah familiar untuk Arka, membuat dirinya mudah berjalan tanpa melepas tautan bibir mereka. Arka terus berjalan menuju ranjang dengan mulai melempar atribut yang mereka gunakan, mulai dari melempar tas kesembarang tempat, syal yang digunakan Aisley tergeletak di lantai. Arka menjatuhkan diri mereka ke atas ranjang, otaknya masih sadar untuk tidak melanjutkan aksinya. Namun, Arka tidak menghentikan aksinya, dia melucuti pakaian Aisley, semakin terbakar sudah birrahinya.
Bisa saja Arka lari dari Aisley, dia bisa melakukan hal yang sama seperti melarikan diri dari wanita sebelumnya. Namun, entah mengapa Aisley begitu menggodanya.
Arka semakin menindih Aisley, dia bahkan tidak sadar kapan mereka berdua dalam keadaan polos. Mereka tersulut gairah, melakukan tanpa paksaan, tanpa mengetahui nama masing-masing, menikmati setiap sentuhan hingga akhirnya mereka terlelap bersama.
***
Dua insan saling berpelukkan dibalik selimut, sang pria semakin mendekap erat sang wanita, mulai mengerjapkan matanya setelah bangun dari tidur nyenyaknya. Arka menatap Aisley yang masih terlelap, perlahan melepaskan tangannya yang menjadi bantal kepala untuk Aisley. Arka mengusap mukanya dengan keras, setelah itu dia masuk ke dalam kamar mandi, mengutukki kebodohannya yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya.
Suara air kamar mandi membangunkan Aisley, dia mulai membuka matanya perlahan, menarik selimut menutupi wajahnya, dia malu melakukan hal tersebut dengan orang yang belum lama ia kenal. Tidak lama pintu kamar mandi terbuka, Arka keluar hanya dengan melilitkan handuk di pinggangnya. "Jika sudah bangun keluarlah, kau harus pergi dari sini!" ucap Arka.
Aisley melebarkan matanya dari dalam selimut, mencerna maksud dari perkataan Arka. "Apa maksudmu?" tanya Aisley membuka selimut yang menutupi kepalanya.
"Aku akan membayarmu dengan harga yang pantas, jadi cepatlah berpakaian dan pergi dari sini!"
"Maksudmu apa? Kamu menganggapku apa?" tanya Aisley dengan wajah kecewa.
"Kamu tahu sangat jelas dengan maksud ucapan ku tadi!" ujar Arka.
Bola mata Aisley mengedar tidak tentu arah, dia bisa memberikan kehormatannya pada orang asing yang menganggapnya sebagai wanita murahan. Harga dirinya sudah terinjak, namun dia tidak ingin diinjak lebih dalam lagi. Perlahan Aisley bangkit dari tidurnya, melepas selimut yang menutupi tubuhnya, bangkit memungut pakaiannya berjalan ke arah kamar mandi dengan menahan rasa sakit fisik dan batinnya. Namun, dia tidak ingin terlihat lemah, sebisa mungkin menahan air mata yang akan keluar, Aisley terus berjalan tanpa rasa malu, berjalan dengan tatapan kosong.
Arka hanya mendengus melihat Aisley yang tidak ada rasa malu berjalan tanpa busana, semakin meyakinkan dirinya sendiri bahwa Aisley adalah wanita murahan.
Aisley keluar dari kamar mandi setelah berpakaian rapih, mengambil tasnya yang ada di lantai dan mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya. Dia menarik tangan Arka dan menaruh uang tersebut ke tangan Arka. "Pelayananmu tadi malam sangat payah, sungguh seorang amatir! Kemana saja dirimu setua ini, hingga tidak memiliki pengalaman! Kurasa uang ini cukup untuk membayar service mu yang sangat buruk!"
Arka hanya membulatkan matanya, tidak percaya dengan kelakuan gadis di depannya ini yang menganggapnya sebagai gigolo. "Hei, apa maksudmu?" ucap Arka meninggikan suaranya. Aisley menganggap Arka tidak berpengalaman. Ya, memang Arka belum pernah melakukannya namun siapa yang mendeesah kenikmatan semalam, tidak nampak rasa kecewa saat mereka melakukannya. Hanya rasa kepuasan yang mereka rasakan, namun mereka saling mengejek satu sama lain.
__ADS_1
"Kamu tahu sangat jelas dengan maksud ucapan ku tadi!" jawab Aisley seperti Arka menjawabnya. Aisley bergegas keluar dari kamar hotel dan membuka pintu.
...***...
"Dasar anak nakal, kembali bukannya pulang malah tinggal di hotel!" gerutu Esti. Dia dan suaminya menuju ke kamar Hotel Arka tinggal.
"Mungkin dia masih patah hati karena tidak jadi menikah dengan Eleanor!" terang Richard.
"Tapi bukan berarti dia tidak pulang! Dia ada di sini tapi tidak ke rumah!" protes Esti.
Esti dan Richard sampai di depan kamar hotel Arka menginap, baru saja akan menekan bel, pintu kamar terbuka. Namun, yang membuka pintu kamar bukan anaknya melainkan seorang gadis cantik. "Kamu siapa?" tanya Esti.
"Aku ...." ucapan Aisley terhenti saat Arka ikut keluar karena mendengar suara yang di kenalnya.
"Ayah, Ibu!" ucap Arka.
"Tante siapa?" tanya Aisley bingung.
"Aku Esti, teman Jannet!" jelas Esti.
"Tante teman Mommy?"
"Iya!" jawab Esti.
Arka memutar bola matanya, mengapa dunia begitu sempit. Apa tidak ada manusia lain diluar dari kenalan orang tuanya. Itulah yang ada di benak Arka, karena orang tuanya berteman dengan orang tua Elena, menjadikan hubungan dia dan Elena semakin dekat. Namun, apa boleh dikata mereka tidak berjodoh dan kini seorang wanita yang tidak dikenalnya mengenal Ibunya.
"Tante, bagaimana bisa mengenalku?" tanya Aisley bingung.
"Kemarin aku bertemu dengan Ibumu, dia menunjukan photo mu, aku dengar kamu sudah menjadi dokter ya?" ujar Esti.
__ADS_1
Arka langsung melirik ke arah Aisley. Bagaimana mungkin seorang dokter mabuk-mabukan. Tidak bisa dibayangkan bagaimana nasib pasiennya jika diobati oleh seorang dokter yang suka mabuk! Gerutu Arka di dalam hatinya.
"Iya, aku baru pindah rumah sakit," ucap Aisley.
"Ayo, kita berbincang di dalam." Esti langsung menggiring Aisley ke dalam kamar. Namun, langkah Esti terhenti saat melihat kamar Arka yang berantakan, dia berjalan menuju ranjang yang selimutnya sudah tergeletak di lantai, terus berjalan hingga matanya melihat bercak yang mengotori sprei. "Apa yang sudah kalian lakukan?" tanya Esti menatap Arka dan Aisley bergantian dengan hati yang cemas menunggu jawaban.
“Bu, ini hanya kesalah pahaman!” ujar Arka.
“Kalian sudah melakukannya?” tanya Esti.
Aisley hanya menunduk tidak berani menjawab apapun. Arka yang mengambil alih semua pertanyaan dari ibunya. “Bu, aku bisa jelaskan semuanya, kami mabuk dan tidak sengaja melakukan itu!” ucap Arka jujur.
“Tidak sengaja? Kamu sudah merusak anak gadis orang, Arka!” ucap Esti penuh emosi.
“Kalian harus segera menikah!” ujar Richard yang sedari tadi hanya diam.
“Apa?” ucap Arka dan Aisley bersamaan.
Sejak kejadian malam panas itu, keluarga Arka dan Aisley sepakat untuk menikahkan mereka. Sejak saat itu pula, Aisley selalu mengikuti Arka pergi, dia ingin membuat Arka tulus mencintainya. Namun, selama itu pula Arka selalu bersikap dingin pada Aisley, hingga akhirnya Arka mendapat undangan dari Elena. Aisley bisa melihat tatapan Arka yang menatap penuh kerinduan pada wanita yang sedang memakai pakaian pernikahan itu, dengan tidak tahu malu Aisley selalu menempel pada Arka.
Flashback off
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
Terimakasih bersedia membaca kisah Arka dan Aisley🙏🙏🙏🙏
Jangan Lupa untuk like, love n kritik dan sarannya😊😊😊
Salam Age Nairie🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘
__ADS_1