Kamuflase Cinta Sang CEO

Kamuflase Cinta Sang CEO
BAB 38 Malam Penghargaan


__ADS_3

Setelah kepergian Elena, Merrik mendirikan perusahaan perhiasan dengan nama El Sunshine, dia mengembalikan perusahaan sebelumnya untuk dikelola oleh Ricci.


Hubungan Merrik dan Ricci sedikit merenggang karena kekecewaan Ricci atas keputusan Merrik meninggalkan Elena. Maka dari itu, Merrik mendirikan perusahaannya sendiri, dalam tiga tahun perusahaan miliknya berkembang sangat pesat, meskipun bidangnya berbeda dengan perusahaannya sebelumnya, Merrik bisa mencapai kesuksesannya.


Merrik meninggalkan Dion agar membantu Ayahnya, bagaimanapun Merrik tidak tega jika Ricci mengurus perusahaannya sendiri. Selama enam tahun Merrik bagai orang yang gila kerja, setiap hari hanya dia gunakan untuk pekerjaan.


Tangannya masih bergetar melihat CV Elena, dengan Eleanor sebagai nama yang tertera. Tidak menyangka gadis kecilnya muncul dengan sendirinya. Acara kompetisi final di mulai. Elena datang tepat waktu, tiga orang yang menenangkan kompetisi, selain mendapat penghargaan bisa langsung bekerja di El Sunshine. Perusahaan perhiasan yang sedang maju pesat di Asia.


Waktu berlalu saat Merrik masih dalam pikiran dan kerinduannya. Hingga para juri selesai memilih 5 karya teratas dengan urutan mulai dari nilai teratas. Merrik tidak langsung melihat kompetisi tersebut, dia berada di ruangannya dan hanya memantau acara dari layar yang ada di laptopnya. Keputusan pemenang mutlak di tangan juri.


Merrik hanya akan datang saat acara malam penghargaan. Matanya selalu menatap dimana Elena berada. Melepas rindu dari dalam layar kaca. Gadis kecilnya berubah menjadi wanita dewasa, rambut cokelatnya masih sama indahnya, hanya saja saat ini wajahnya sudah mulai dihiasi oleh make up.


Hasil pemenang di umumkan, Elena berhasil menyabet juara satu. Selain diterima sebagai karyawan, dia akan menjabat sebagai kepala designer. Mulai minggu depan Elena resmi bergabung dengan El Sunshine. Amel begitu senang dengan pencapaian Elena, karena jarak dari kantor dengan mansion memerlukan jarak tempuh mencapai tiga jam. Amel menyarankan untuk Elena tinggal di apartemennya di kota A. Elena akan pulang di hari jum'at dan kembali di hari senin.


Pertama kerja di El Sunshine membuat Elena merasa nyaman dan dengan mudahnya beradaptasi, rutin bekerja dari pukul 9 hingga pukul 5. Bekerja di dalam gedung yang sama namun tidak pernah sekalipun ia bertemu dengan Merrik. Semenjak kepergian Elena, Merrik menjadi lebih tertutup, ia memiliki lift pribadi dari basemen langsung menuju ke lantai ruangannya berada. Kehidupan pribadinya pun tidak terusik, para karyawan hanya tau bahwa CEO mereka sudah memiliki istri.


Seminggu berlalu, selama seminggu Merrik hanya diam-diam memperhatikan Elena melalui monitor komputer yang menampakan rekaman CCTV dari ruangan Elena. Melihat Elena begitu ceria dalam bekerja, tanpa segan bergaul dengan pria ataupun wanita. Merrik hanya bisa melihat gerak gerik Elena saat bersama teman kerjanya, terkadang mereka memakan cemilan yang sama dalam satu wadah. Memukul pundak teman kerjanya saat ada gurauan. Merrik sudah tidak bisa lagi melarang Elena berteman dengan pria lain, dulu dia akan sangat marah jika Elena berteman dengan seorang pria. Namun, saat ini dia tidak berdaya.


Hari ini, kantor mengadakan malam pemberian penghargaan bagi para pemenang. Acara yang sudah tersusun bahwa sang CEO sendiri yang akan memberikan penghargaan bagi pemenang. “Katanya, Presdir sendiri yang akan memberikan penghargaan!” ucap Daniar si pemenang juara dua.


“Entahlah. Aku memang mendengar Pak Bastian sendiri yang akan memberikan penghargaan,” ujar Elena.


“CEO kita jarang menampakkan diri, aku penasaran bagaimana tampangnya. Katanya termasuk tampan, sayang sudah beristri.” Imbuh Daniar. Elena hanya menanggapi dengan senyuman.


Malam penghargaan di mulai, acara dimalam hari dengan lampu menyorot lebih terang pada bagian panggung, para pemenang dipanggil untuk naik ke atas panggung. Tiga orang wanita berbaris sesuai dengan posisi urutan pemenang. MC memanggil Presdir dari El Sunshine.

__ADS_1


“Kita persilakan untuk Presiden Direktur kita, Bapak Merrik Sebastian Harvey untuk memberikan penghargaan kepada para pemenang.”


Ucapan MC menyadarkan Elena, menatap sosok laki-laki yang sedang berjalan menuju panggung yang disoroti sinar lampu, memastikan bahwa lelaki tersebut bukan orang yang selama ini ada di hatinya. Elena menyadari kebodohannya saat lelaki itu berjalan semakin mendekat memperjelas sosok tersebut, dia bahkan tidak mengetahui nama panjang dari Merrik. Hanya ada nama Merrik yang selama ini menorehkan luka dan cinta di hatinya.


Merrik memberi hadiah mulai dari juara tiga, tidak ada senyum ramah di wajahnya, hanya ada wajah dingin yang terpampang. Sampailah pada bagian Elena. “Selamat telah memenangkan kompetisi, Nona Eleanor.” Merrik memberikan trofi pada Elena dengan memandang tanpa ekspresi.


“Terimakasih, Pak Bastian,” ucap Elena.


“Selamat bergabung dengan perusahaan kami.” Merrik mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.


“Terimakasih telah menerimaku bergabung di perusahaan terkenal ini.”


Elena menerima uluran tangan dari Merrik. Ketika kedua tangan tersebut bersentuhan, arus kuat mengalir dari kedua tangan itu ke semua anggota tubuh.


Elena melepas tangan Merrik terlebih dahulu. Merrik berdiri di samping Elena karena akan diphoto sebagai bukti malam penghargaan. Mereka berdua tersenyum tipis, bukan senyuman tulus yang Elena berikan, hanya sekedar memberi senyum penghormatan pada acara malam penghargaan.


Setelah pembagian penghargaan selesai, dilanjutkan dengan acara jamuan, posisi duduk sudah diatur oleh event organizer. Karena Elena mendapat juara satu, dia diposisikan di meja yang sama dengan Merrik, bersama dengan empat orang petinggi perusahaan lainnya, termasuk Arka, seorang partner bisnis Merrik sebagai tamu kehormatan yang duduk disamping Merrik.


Matanya tidak berhenti untuk menatap Elena. Merrik melihat jelas ketertarikan Arka pada Elena. Namun, dia hanya bisa diam. Dia pun tau selama ini, Arka memiliki reputasi yang baik.


“Nona Elanor, apa kamu memiliki darah campuran? Matamu berwarna hijau!” tanya Arka pada akhirnya.


Elena mentap Arka. “Ayahku dari Australia, Ibuku pribumi.” Setelah menjawab dia memakan sepotong daging ke mulutnya.


“Oh, pantas. Bule banget wajahmu. Rambutmu asli berwara cokelat?”

__ADS_1


Elena tidak menyangka Arka akan bertanya lagi, dia masih mengunyah makanannya, mengahaluskan dan menelan makanan tersebut sebelum menjawab pertanyaan Arka. “Asli.”


“Apa kamu sudah punya pacar?” tanya Arka to the point.


“Ha?”


“Aku hanya bertanya kamu sudah punya pacar belum? Tidak mungkin bukan jika wanita semuda kamu telah menikah?”


Merrik mengambil minuman di depannya dan menenggaknya seolah-olah bahwa ia tidak peduli akan pembicaran Arka dan Elena. Namun, siapa yang tau di dalam hatinya menanti jawaban apa yang akan keluar dari mulut Elena.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


Jangan lupa like, love,vote, gift nya.. Di tunggu komentarnya 😊😊


Yuk, yang belum baca SAMUDRA NAYNA silakan si baca selagi nunggu up KAMUFLASE CINTA SANG CEO, Yang udah baca Age ucapkan terima kasih 🥰


Ih, Age nggak bosen-bosen nih promo novel sendiri? Iya, enggak bosen 🤭


Bukan novel populer, bukan Author pemes jadi belum ada temen sesama author yg minta di promoin, jadi promo novel sendiri aja 😂


Kok promonya SAMUDRA NAYNA doank? Soalnya baru punya dua novel di NOVELTOON 😁


Salam Age Nairie 🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘


__ADS_1


__ADS_2