
"Masuklah!" ucap Arka tanpa ragu.
"Tunggu sebentar!" Aisley kembali ke mobilnya untuk mengambil tas dan juga jas dokternya yang berada di kursi belakang.
Aisley masuk ke kursi penumpang, mengikat rambutnya dengan model pony tail dan memakai jas dokternya. Semua gerakkan Aisley tidak luput dari netra hitam Arka, dia menatap gerak gerik yang Aisley lakukan, seperti gerakan slow motion dalam drama saat Aisley menarik rambutnya ke atas untuk di kuncir, menampilkan leher jenjangnya yang sangat bersih dan putih, Arka menatap tanpa berkedip. "Cepat jalan!" perintah Aisley yang membuyarkan lamunan Arka.
"Iya." Arka sempat tertegun dan mulai menjalankan mobilnya. "Ada perlu apa malam-malam ke rumah sakit?" tanya Arka penasaran.
"Ada kecelakaan beruntun dan para korban dalam perjalanan ke rumah sakit, korban cukup banyak, jadi aku diminta untuk datang membantu!" jelas Aisley masih menatap jalan di depannya, dia tidak berani untuk menatap Arka, bagaimanapun Arka adalah pria yang pernah ia cintai dan mungkin sampai saat ini Aisley masih mencintainya.
Arka melajukan mobilnya tanpa melirik Aisley, dengan kecepatan cukup tinggi namun Arka membawa mobil dengan sangat stabil hingga akhirnya mereka sampai di rumah sakit tujuan. Aisley langsung turun dari mobil dan langsung masuk ke ruang IGD, Arka memang langsung menghentikan mobil di depan IGD sehingga Aisley bisa langsung masuk ke IGD. "Kau sudah datang?" tanya Arsenio, seorang dokter muda yang diam-diam menaruh hati pada Aisley.
"Ya, para korban belum tiba?" tanya Aisley.
"Belum, mungkin sebentar lagi," jawab Arsenio.
Aisley, Arsenio dan dua dokter lainnya bersiap menunggu para korban. Arka hanya bisa duduk di ruang tunggu IGD.
Tidak perlu menunggu lama, mobil ambulans datang, korban kecelakaan di keluarkan dari ambulans, para dokter dengan sigap langsung bertindak, menolong para korban. Korban kecelakaan mulai dari luka ringan hingga luka berat. Ada yang hanya di perban tangannya namun ada juga berbagai alat medis menempel di tubuh korban kecelakaan.
Arka masih belum meninggalkan rumah sakit, menatap lekat pada Aisley yang dengan serius menangani para korban, berbeda sekali saat Aisley sehari-hari yang dikenalnya.
Selesai sudah para tenaga medis menangani para korban setelah beberapa jam lamanya. Aisley memijat dahinya karena kelelahan, Arka menghampirinya dengan membawa minuman kaleng di tangannya. Dia sempat membeli minuman saat Aisley sibuk mengobati pasien. Namun, langkah Arka terhenti karena ada seorang pria yang lebih dulu menghampiri Aisley dengan membawa segelas minuman. "Minumlah, kamu pasti lelah," ucap Arsenio.
Aisley menerima minuman itu. "Makasih, kamu juga pasti lelah." Mereka tersenyum bersama.
Arka mengurungkan niatnya untuk menghampiri Aisley, dia lebih memilih untuk duduk di kursi kembali.
Setelah keadaan kondusif, Aisley bersiap untuk pulang ke apartemen nya namun saat dia keluar dari ruang IGD, dia melihat Arka masih menunggunya. "Kenapa belum pulang?"
"Oh, aku menunggumu," jawab Arka.
"Aku bisa pulang sendiri," jelas Aisley.
__ADS_1
"Aku mengantarmu ke sini, seharusnya aku juga mengantarmu pulang." Arka tetap kukuh untuk mengantar Aisley pulang.
"Aisley!" panggil Arsenio.
Aisley menengok menatap Arsenio. "Ada apa?" tanya Aisley.
"Ada pasien kritis, bisa ikut denganku?" pinta Arsenio.
"Baik." Aisley langsung jalan setengah berlari mengikuti langkah Arsenio tanpa mempedulikan Arka di sampingnya dan melupakan jika dia sedang hamil muda.
Arka hanya terpaku melihat kepergian Aisley, dia melihat keseriusan Aisley dalam bekerja. Arka kembali mengikuti Aisley, dia tidak akan meninggalkan Aisley sendiri.
Aisley menangani pasien yang sempat kritis, beberapa kali Aisley menelpon dokter spesialis bedah untuk berkonsultasi masalah pasien agar kedepannya bisa dilakukan tindakan lebih lanjut oleh dokter bedah. Setelah beberapa saat, akhirnya keadaan menjadi kondusif kembali. "Apa kamu baik-baik saja?" tanya Arsenio saat melihat wajah pucat Aisley.
"Tidak apa-apa," jawab Aisley. Tenaganya sudah terkuras saat menangani pasien, Aisley sedang hamil muda, namun dirinya berusaha profesional saat mengobati pasien. "Aku pulang dulu ya."
Aisley membuka pintu IGD, bersiap untuk pulang namun kepalanya semakin pusing, saat sudah di luar ruang IGD Aisley luruh, beruntung ada Arka yang menunggu Aisley di luar ruang IDG sehingga dengan tepat waktu dia menangkap tubuh Aisley yang akan terjatuh. "Aisley kamu kenapa?" ucap Arka panik.
"Aku tunangannya!" tegas Arka. Arsenio langsung membeku setelah mendengar penuturan Arka, pupus sudah harapannya mengejar wanita yang disukainya.
Arka menggendong Aisley dan meletakan ke bed pasien, seorang dokter perempuan datang dan memeriksa Aisley yang sedang pingsan, memasangkan infus pada lengan Aisley. "Bagaimana keadaannya?" tanya Arka khawatir.
"Hanya kelelahan, hanya saja ...." dokter tesebut terdiam sejenak.
"Ada apa?" tanya Arka penasaran.
"Emm, aku curiga dia hamil!" ucap dokter itu, dia mengenal Aisley meskipun Aisley dokter baru di rumah sakit itu dan dia pun tahu bahwa Aisley belum menikah.
"Hamil?" ucap Arka terbata.
"Ini harus dipastikan dulu oleh dokter obgyn," saran dokter umum tersebut.
"Aku ingin pemeriksaan secara menyeluruh!" perintah Arka. Dia yakin, jika benar Aisley hamil, maka janin yang ada di dalam kandungan Aisley adalah anaknya. Entah mengapa Arka sangat yakin jika yang ada didalam kandungan Aisley adalah anaknya.
__ADS_1
Sesuai perintah Arka, Aisley dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh bahkan dokter obgyn yang tidak bertugas pun datang atas perintah Arka.
Arka menggenggam tangan Aisley yang tertidur lemah di ranjang, setelah mendapat informasi bahwa benar Aisley tengah hamil, kebahagiaan mengisi hati Arka.
Setelah beberapa lama, Aisley sadar, dia melihat tangannya digenggam oleh seseorang. Merasa ada pegerakan dari Aisley, Arka menoleh menatap Aisley. "Kamu sudah siuman?" tanya Arka.
"Kenapa belum pulang?" tanya Aisley balik.
"Kenapa menyembunyikan kehamilan mu dariku?" tanya Arka lagi.
"Karena ini bukan anakmu!" ucap Aisley tanpa ragu.
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...Hai, semua 😊 Mohon maaf Age lama Up 🙏, di bab ke 3 Arka dan Aisley yang Age posting tanggal 8, ada dialog akhir : "Antar aku ke rumah sakit!" yang di ucapkan oleh Aisley....
...Eh, pas tanggal 9 malah Age yang dilarikan ke rumah sakit 🤦🏻♀️. Ini alasan Age lama Up, sebenernya emang penyakit lama, perut Age suka sakit, tgl 9 itu tiba-tiba perut Age melilit, sakitnya sampai ke punggung yang akhirnya di bawa ke IGD dan langsung di rawat. Karena hari sabtu dan minggu nggak ada dokter spesialis yang berjaga, akhirnya Age menunggu sampe tgl 11 untuk USG, dan hasilnya bagus hanya ada sedikit luka di lambung, namun perut bawah kanan masih sakit dan dokter memvonis usus buntu, karena saat USG posisi usus buntunya tak terlihat jadi tanggal 12, hari selasa jam 8 Age harus dilakukan operasi....
...Sempat sedih pas di bilang akan operasi, apalagi nggak bisa ikut berlebaran 😭 nangis pastinya, karena Age anak yang cengeng. Tapi keluarga yang selalu memberi semangat bahwa semua akan baik-baik saja....
...BAB ke 4 Arka dan Aisley ini, Age tulis saat di rumah sakit sebagai hiburan Age biar nggak stress soalnya tensi sempat tinggi 😁...
...Mohon maaf jika tidak maksimal... Mohon doanya semua untuk keberhasilan operasi Age 🙏🙏🙏🙏...
...Jaga kesehatan ya, jangan bandel kaya Age yang doyan sambel, boleh makan sambel tapi tolong dibatasi dan juga jangan kebanyakan minum minuman yang berwarna, air putih lebih baik 😊...
...Semoga Age masih tetap bisa berkarya 😊😊🥰🥰...
...Salam sehat untuk semuanya 😘🥰🥰😘😘🥰...
Sambil nunggu bisalah mampir ke backstreet 😁, masih sepi tapi emang ini bukan novel kontrak sih yang backstreet, hanya saja ingin berbagi pengalaman saja di novel tersebut, pengalaman pekerjaan nya yach bukan kisah cintanya 😊
__ADS_1