Kamuflase Cinta Sang CEO

Kamuflase Cinta Sang CEO
Arka dan Aisley 5


__ADS_3

Arka hanya menyinggungkan senyum. "Aku yakin itu anakku!"


"Ini bukan anakmu!" tegas Aisley lagi.


"Sepertinya kamu kelelahan, istirahatlah."


Aisley hanya menolehkan kepalanya, dia tidak ingin melihat Arka lagi. Setelah menunggu infus habis, Aisley bersiap untuk pulang. Tidak ada yang bertanya tentang kehamilan Aisley, karena dia dokter baru dan juga jarang bergaul sehingga membuat Aisley tidak begitu punya banyak teman. "Kamu sedang apa?" tanya Aisley saat melihat Arka dibelakangnya.


"Tentu saja mengantarmu pulang." Arka langsung menarik tangan Aisley dan mendudukkan Aisley di bangku penumpang.


Mobil melaju meninggalkan rumah sakit, Aisley menoleh ke kanan dan ke kiri. "Ini bukan arah apartemenku!" tegas Aisley.


"Mulai sekarang kamu tinggal denganku!"


"Kamu gila ya?"


Arka mengelus perut Aisley. "Di sini ada milikku juga, jadi aku berhak ikut andil menjaganya juga."


"Sudah kubilang ini bukan anakmu! Cepat antar aku ke apartemen!"


Arka hanya menghembuskan nafasnya pelan. "Sudah, jangan berkilah lagi. Kita percepat pernikahan kita."


"Hentikan mobilnya!" ucap Aisley tanpa menoleh.


"Ada apa?" tanya Arka.


"Sepertinya kamu lupa bahwa kamu tidak pernah menginginkan pernikahan denganku!"


"Aisley, itu karena ...." ucapan Arka terputus.


"Karena anak?" ujar Aisley menoleh pada Arka. "Ini anakku dan bukan anakmu!"


"Aisley, aku minta maaf. Bisakah kita berpikir rasional demi bayi kita!"


"Sudah kubilang ini bukan anakmu!"


Arka tetap melajukan mobilnya tanpa peduli ocehan Aisley yang terpenting dia telah mengunci pintunya. "Hentikan mobilnya!" perintah Aisley lagi.


Arka tetap diam tanpa mematuhi perintah Aisley dan tetap menjalankan mobilnya ke apartemennya sendiri. Hingga sampai lah mereka di apartemen Arka. Aisley membuka pintu mobil dan bersiap untuk pergi meninggalkan apartemen Arka. Namun, langkah Arka lebih cepat dari Aisley. Dia langsung menggendong Aisley masuk ke dalam apartemennya. "Apa yang kamu lakukan?" protes Aisley.


"Sudah kubilang, mulai sekarang tinggal denganku!" titah Arka. Dia membopong Aisley ke dalam apartemennya.


"Kamu tidak bisa seenaknya seperti ini kepadaku!" protes Aisley setelah Arka menurunkannya.

__ADS_1


"Hanya ada satu kamar, kamu bisa pakai kamarku, aku akan tidur di ruang kerjaku." Arka berucap sambil berjalan ke dapur, membuka pintu kulkas dan mengambil beberapa bahan makanan untuk dia masak.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Aisley saat melihat Arka memotong wortel.


"Kamu lapar bukan? Aku akan buatkan makanan untukkmu," jawab Arka.


Aisley hanya melihat bagaimana cara Arka memasak, dia sendiri yang wanita tidak bisa memasak. Dia salut akan kepandaian Arka dalam memasak.


Arka menghidangkan hasil masakannya di atas meja, mengambil piring dan menyendokkan nasi ke atas piring tersebut. "Kamu mau pakai udang?" tanya Arka.


"Boleh," jawab Aisley.


Arka dengan bangga menaruh dua jenis masakannya ke dalam piring Aisley dan juga piringnya. "Makanlah." Arka mempersilakan Aisley memakan terlebih dahulu.


Dengan senyum manis, Aisley mengambil satu suap nasi beserta lauk nya dan memasukkannya ke dalam mulut, sedetik kemudian dia langsung berlari ke dalam kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. "Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Arka khawatir, dia mengikuti Aisley ke dalam kamar mandi.


"Emm, tidak apa-apa. Hanya bawaan hamil saja," jelas Aisley. Perutnya kosong, rasa lapar menguasainya namun dia tidak bisa memakan masakan Arka. Bukan karena sedang mual karena hamil, melainkan masakan Arka yang entah bagaimana Aisley mendeskripsikannya. Namun, dia tidak mungkin mengatakan masakan Arka tidak enak.


"Oh, aku pikir karena rasa masakanku, ini pertama kali aku memasak."


"Pertama kali?" tanya Aisley.


Arka menggaruk tengkuknya. "Iya," ucapnya menahan malu.


"Lalu kamu makan apa?" tanya Arka.


"Aku cukup minum susu saja."


"Baiklah."


Arka dan Aisley kembali ke meja makan, Arka menuangkan susu putih ke dalam gelas. "Minumlah," ujar Arka.


"Baik, kamu juga dimakan yang banyak." Aisley meminum susu dan mempersilahkan Arka memakan makanannya.


Arka mengambil sesuap dan memasukkan ke dalam mulutnya, tidak perlu menunggu lama untuk Arka memuntahkan ke kamar mandi.


Arka kembali lagi ke meja makan setelah selesai dengan urusannya di kamar mandi. "Kamu mual juga?" tanya Aisley menahan tawa. "Memang ada beberapa pria yang ikut mual saat istrinya hamil!"


Arka tersenyum mendengar perkataan Aisley. "Sepertinya aku termasuk pria itu!" ucap Arka pasti.


Aisley terdiam, dia sadar telah salah bicara. Dia semakin menguatkan Arka bahwa di dalam perutnya memang terdapat hasil buah cinta mereka. Aisley berdiri dan berkata, "Aku lelah, aku istirahat dulu."


"Ya, kamu bisa menggunakan pakaian ku di lemari, besok aku siapkan kebutuhanmu."

__ADS_1


Aisley tidak menjawab perkataan Arka, dia terus melangkahkan kakinya menuju kamar Arka. Dia menutup pintunya, bersandar dibalik pintu dan memegang dadanya yang degub. Haruskah dia menerima tawaran Arka untuk tetap melangsungkan pernikahan? Bagaimana dengan perasaan Arka padanya?


Aisley menggelengkan kepalanya, tidak ingin berpikir terlalu lelah, dia memutuskan langsung rebahan di ranjang Arka dengan pikiran yang memenuhi otaknya. Tidak ingin berpikir banyak namun terkadang pikiran-pikiran itu datang dengan sendirinya. Hingga Aisley terlelap karena terlalu lelah berpikir.


Malam kian larut, rasa lapar menghampiri Aisley, dia bangkit dari ranjang secara perlahan, menyentuh handle pintu secara perlahan, saat dia akan keluar, dia mendengar Arka sedang berbicara di telepon, entah dengan siapa, namun Aisley yakin yang mereka bicarakan tentang dirinya.


"Aku akan menikahinya sebagai pertanggungjawabanku, bagaimanapun dia hamil anakku terlepas kami saling mencintai atau tidak!" ujar Arka menjawab orang di seberang telepon.


Aisley menutup pintu secara perlahan, dia tahu bahwa tidak mungkin Arka dengan mudah mencintainya, semua yang dilakukan Arka semata demi Janin di dalam rahimnya.


Arka menoleh saat merasa ada yang menatapnya, dia melihat ke arah pintu kamarnya, pintu yang tertutup. Mungkin hanya perasaannya saja seperti ada yang memperhatikan. Arka kembali berbicara pada lawan bicaranya diseberang telepon.


Dia sedang berbicara pada sahabatnya sejak mereka kuliah. "Jadi, kamu tetap akan menikah dengannya?" tanya Roy sahabat Arka.


"Ya," jawab Arka.


"Tidak adil jika kamu menikahinya hanya karena rasa tanggung jawab, pernikahan kalian tidak akan bertahan jika tidak ada cinta!" tutur Roy.


"Entahlah, aku memang belum sepenuhnya melupakan El, namun entah mengapa aku juga tidak ingin jauh dari Aisley!" ucap Arka menghela nafasnya.


"Itu namanya kamu mulai mencintainya!" terang Roy.


Arka hanya terdiam mendengar perkataan Roy, dia belum bisa memastikan hatinya untuk Aisley. Namun, saat ini, dia benar-benar tidak ingin kehilangan Aisley.


...💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖...


...Hai, apa kabar? Lama ya menunggu up Arka dan Aisley? 😊...


...Age baru bisa up, bab ini Age selesaikan dalam waktu 3 hari, lama banget ya? Iya, soalnya masih belum cukup kuat untuk nulis, kalau kelamaan pegang ponsel masih suka pusing 🤭...


...Alhamdulillah, operasi usus buntu Age lancar tapi ada sedikit masalah di obat, ternyata Age nggak kuat dengan anestesinya, jadi saat setelah operasi, setelah disuntik obat Age langsung mual dan muntah-muntah, sedangkan kondisi belum boleh mengangkat kepala. Jadi, ya gitu dech, tepar di ranjang rumah sakit bisa hampir 2 jam begitu terus kalau selesai di suntik obat....


...Sudah sempat protes karena kondisi selalu memburuk setiap habis di suntik obat, akhirnya dosisnya diperkecil dech. Cukup lama Age di rawat di rumah sakit, biasanya hanya butuh 3 hari untuk perawatan namun Age butuh seminggu di rumah sakit 😁...


...Karena itu, Age bosan dan jadinya mencoba menulis lagi, tapi apa daya, masih suka pusing jika terlalu lama depan ponsel....


...Semoga suka dengan cerita Arka dan Aisley ini 😊...


...Jangan lupa like, love, vote dan juga saran dan kritik nya, Age terbuka lebar menerima saran dam kritik, masih banyak yang perlu Age perbaiki dalam menulis. ...


...Salam Age Nairie...


...Salam Sehat semua .... 🥰🥰🥰😘🥰🥰😘🥰😘😘😘🥰🥰😘😘😘😘😘😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2