
Arka mengajak Elena untuk bersantai di halaman belakang rumah, berjalan mengelilingi taman yang banyak ditumbuhi berbagai macam jenis tanaman, dengan sesekali bertanya pada Elena jenis tanaman apa yang ada di sana.
Pikiran Elena sedang kacau, ia berpikir Merrik akan datang hari ini seperti di film-film, yang dengan gagah berani dan dengan gaya pahlawan tiba di waktu yang tepat untuk menggagalkan perjodohan dirinya. Namun, harapan tinggal harapan, sampai acara selesai Merrik tidak menampakan batang hidungnya. Elena pun tidak ada keinginan untuk menghubunginya walau hanya sekadar menanyakan kabar.
Arka memetik bunga kamboja berwarna kuning yang ada di sana dan menyelipkan pada telinga Elena. Arka hanya menatap Elena dari samping yang tidak menyadari perlakuannya. “Sedang melamun apa?” tanya Arka.
Elena baru tersadar saat mendengar suara Arka. “En, Ya? Maaf!” ucap Elena tidak jelas dan menundukkan kepalanya, dia sangat terlihat tidak fokus.
“Sepertinya yang kamu pikirkan begitu penting hingga tidak menyadari apa yang telah aku lakukan padamu.”
Elena bingung dengan perkataan Arka. “Apa maksudmu?” tanya Elena. Arka hanya menunjuk bunga kamboja di telinga Elena sebagai jawabannya.
“Oh, maaf. Aku sedang tidak fokus!”
“Sedang memikirkan Bastian?” tutur Arka santai.
“Bagaimana kamu tahu?” ucap Elena gugup.
“Kemarin dia datang padaku,” ucap Arka menunduk, terdiam sejenak dan kembali menatap Elena. Elena menatap Arka seolah berkata ‘Ayo lanjutkan ceritamu!’ Arka seakan mengerti tatapan Elena dan melanjutkan ceritanya. “Dia memintaku untuk membatalkan lamaran hari ini. Dia bilang kalian saling mencintai.” Arka menoleh ke depan, warna warni bunga yang indah tidak dapat menghibur hati Arka. “Dan aku menolak permintaannya. Aku hanya merasa perlu untuk berusaha mendapatkan dirimu. Aku akan mundur jika lamaranku ditolak. Namun, nyatanya kamu dan orang tuamu menerima lamaranku. Lalu untuk apa aku membatalkannya, sudah tidak ada alasan, bukan? Jika seperti yang Bastian bilang kalian saling mencintai, maka pasti kamu akan menolak lamaranku!”
“Arka, aku … sebenarnya ....” Elena tidak tahu harus berkata apa.
“Kamu hanya perlu berusaha untuk mencintaiku! Aku yakin dengan berjalannya waktu, kamu bisa mencintaiku seperti aku mencintaimu!” ujar Arka sebelum Elena melanjutkan perkataannya.
“Arka, yang di katakan Merrik benar. Kami masih saling mencintai!" ucap Elena dengan rasa bersalah.
“Lalu, kenapa dia tidak datang ke sini? Dia tahu hari ini adalah hari aku melamarmu.”
Elena hanya menundukkan kepalanya, dia tidak tahu harus berkata apa, dia juga tidak tahu mengapa Merrik tidak datang. “Aku memberikan syarat padanya!” ucap Arka memotong pikiran yang ada di otak Elena.
“Syarat?” tanya Elena.
__ADS_1
“Ya, jika ingin aku menghentikan perjodohan ini, aku meminta perusahannya menjadi miliku?”
“Apa! Kenapa seperti itu?” tanya Elena terkejut.
“Apa yang ada di otak cantikmu itu? Apa yang kamu pikirkan, El? Apa kamu akan berpikir bahwa aku serakah? Atau kah kamu sedang berpikir seberapa besar cinta Bastian padamu? Lebih besar cintanya padamu atau lebih besar cintanya pada perusahaanya?”
Elena tidak tahu harus menjawab apa, dia yakin Merrik mencintainya namun batang hidungnya tak tampak sampai saat ini. “Aku yakin dia mencintaiku!” Elena mencoba memberanikan dirinya berkata jujur pada Arka.
“Jika kau mencintainya, mengapa kamu menerima lamaranku?” tanya Arka.
“Maaf!” hanya satu kata yang bisa di keluarkan oleh Elena. Dia tahu, tidak seharusnya melibatkan Arka, mempermainkan perasaannya.
“Kamu tidak menolak lamaranku karena orang tuamu, bukan? Dan jika Bastian tidak bisa mempertahankan cinta kalian dan kamu tetap menikah denganku, apakah akan adil bagiku?” tanya Arka. Elena hanya bisa menatap Arka. “El, jika kamu bisa bersama dengan Bastian, pasti kamu bisa merasa sangat bahagia dengannya namun kamu akan menyakiti Ibumu dan bila kamu menikah denganku, kamu juga tidak akan rugi karena aku akan selalu mencintaimu. Tapi, apakah aku akan bahagia menikah dengan wanita yang memiliki lelaki lain di hatinya?”
“Arka!” suara Elena tercekat setelah mendengar penuturan Arka, semua yang dia katakan benar adanya. Jika dia memutuskan bersama Merrik maka orang tuanya yang akan tersakiti namun jika dia menikah dengan Arka, maka tidak hanya dirinya yang tersakiti melainkan Arka dan juga Merrik. “Apa yang harus aku lakukan?” tanya Elena memohon.
“Ikuti kata hatimu! Kamu mau menunggu keputusan Bastian atau kau yang berusaha mengejarnya. Pilihan ada di tanganmu Elena, kamu yang lebih tahu Bastian seperti apa. Terlepas dari keputusan Bastian akan melepaskan perusahaannya atau tidak, aku akan membatalkan perjodohan ini!” ujar Arka menunduk, ia sudah memutuskan menyerah mengejar Elena, dia bisa melihat di mata gadis itu tidak ada sedikitpun rasa cinta untuknya. Lebih baik ia lepaskan sebelum hatinya terluka lebih dalam.
“Ya, kamu tinggal bilang padaku kapan waktunya aku harus bilang pada orang tua kita untuk membatalkannya.”
“Aku tidak tahu harus berkata apa padamu. Aku sungguh berterima kasih padamu, kamu memang orang yang baik Arka.”
“Baik tidak cukup untuk mu mencintaiku!” lirih Arka.
“Suatu hari, kamu pasti akan menemukan wanita yang cocok untukmu!”
“Semoga.”
Elena kagum dengan pria di depannya ini, pria yang bisa menempatkan dirinya tanpa harus berambisi yang bisa merugikan dirinya. Elena berdoa di dalam hatinya agar Arka bertemu dengan wanita yang lebih baik darinya.
Sekarang saatnya dia melihat keseriusan dari Merrik, jika Merrik berjuang maka, dia juga akan berjuang.
__ADS_1
...***...
Hari senin pun tiba, Elena di izinkan untuk bekerja sampai produk baru di luncurkan, orang tuanya memberi kepercayaan bahwa Elena akan menepati janjinya untuk tidak berhubungan dengan Merrik.
Tibalah di kantor El Sunshine, dia di kejutkan dengan rumor dari para karyawan bahwa kepemilikan dari El Sunshine akan di akuisisi. Elena tidak mengira bahwa Merrik benar melakukannya.
"Apa kamu tahu, perusahaan kita akan di akuisisi oleh perusahaan milik Pak Arka?" tanya Daniar.
"Tidak." Elena tidak berniat mengatakan apapun pada Daniar.
Saat tiba Elena harus ke ruangan Merrik, ini kesempatannya untuk bertanya padanya. "Apa kamu serius memberikan semua asetmu pada Arka?"
Merrik tersenyum. "Jika itu bisa memberiku kesempatan untuk kita bersama, aku tidak akan ragu melakukannya. Aku hanya minta kamu bersabar sebentar saja, proses akuisisi tidak bisa memakan waktu singkat. Hingga peluncuran produk baru tiba, maka akan ada CEO baru."
"Apa kamu tidak sayang dengan hasil kerja kerasmu selama ini?"
"Kamu bisa melihat, aku bisa membangun perusahaan ku sendiri tanpa kesulitan, aku yakin bisa mendirikan perusahaan lagi." Merrik menundukkan kepalanya. "Yang sulit meluluhkan hati Mommy-mu," ucap Merik tersenyum. "Tapi, aku tidak akan menyerah, ku mohon tunggu aku!"
Mereka hanya melempar senyum tanpa ada kontak fisik. Elena akan menepati janjinya untuk tidak kembali pada Merrik sebelum mendapat restu.
...🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺...
...Jangan lupa like, love, vote dan komentarnya berikan banyak masukan untuk Age yach 🙏🙏🙏🙏...
...Jika suka dengan cerita ini, boleh banget loch rekomendasi kan pada kerabat, teman atau keluarga 😊😊😊...
...Kawal terus Cerita Merrik dan Elena 😊...
...Salam Age Nairie 🥰 🥰🥰...
Rekomendasi Novel teman Age hari ini, cus kepoin 👇
__ADS_1