
"Besok kita berangkat pukul lima pagi, jadi saya harap tidak ada yang terlambat." Seorang dokter yang menjadi koordinator relawan memberikan instruksi.
"Baik!" ucap lima dokter yang akan menjadi relawan termasuk Aisley dan Arsenio.
Karena besok adalah hari keberangkatan, para dokter yang akan menjadi relawan diizinkan pulang lebih cepat untuk mempersiapkan keberangkatan besok pagi.
"Mau aku antar pulang?" tawar Arsenio.
"Aku naik taxi saja!" Aisley diam sejenak. "Untuk kemarin, aku minta maaf ya."
"Tidak apa, seharusnya aku tidak bertamu," ucap Arsenio tersenyum.
Aisley pulang sendiri ke apartemennya, dia langsung merapikan kopernya, agar esok hari memudahkannya. Aisley meletakan koper tersebut di pojok ruangan, membersihkan apartemennya dan searching di internet untuk mencoba memasak.
Setelah berjibaku dengan dapur, akhirnya dua masakan sederhana jadi. Aisley meletakkan di meja makan. Entah mengapa dia tidak memakan masakannya seperti sedang menunggu seseorang orang untuk menemaninya makan.
Arka pulang lebih cepat tiga puluh menit karena ingin menjemput Aisley namun saat sampai di rumah sakit mendapatkan kabar jika Aisley sudah pulang.
"Bukankah prakteknya selesai pukul lima?" tanya Arka pada seorang perawat.
"Iya, Dokter Aisley hari ini hanya setengah hari karena besok akan pergi menjadi relawan," jawab seorang perawat.
"Apa?"
Arka terkejut mendengar penuturan dari perawat tersebut, dia baru tahu jika Aisley akan menjadi relawan selama satu tahun di negara konflik. Arka langsung mengendarai mobilnya ke apartemen Aisley, takut tiba-tiba wanitanya hilang tanpa jejak.
Dengan langkah setengah berlari, akhirnya dia sampai di apartemen Aisley, memasukan sandi yang tidak pernah diganti oleh Aisley. Dia masuk dan melihat Aisley sedang menonton tv di ruang tamu. "Sudah pulang?" tanya Aisley seolah mereka memang tinggal bersama.
Arka tidak menjawab pertanyaan Aisley, dia langsung masuk ke dalam kamar, mengedarkan matanya mencari sesuatu, matanya tertuju pada koper di sudut kamar. Aisley mengikuti langkah dan pandangan Arka. "Aku sudah masak, apa kamu mau makan?" tanya Aisley.
"Aisley ...."
"Mau atau tidak?" tanya Aisley lagi memotong perkataan Arka.
Arka menatap Aisley, dia mengangguk dan mengikuti Aisley ke dapur. Mereka duduk berhadapan. "Segini cukup?" tanya Aisley menyodorkan nasi di atas piring.
"Cukup," jawab Arka.
Aisley memberikan hasil masakannya pada Arka, mereka menikmati makan malam dengan sesekali bergurau. Arka membantu Aisley mencuci piring setelah makan. Nampak seperti pengantin baru yang bahagia.
Setelah selesai dengan perut mereka. Arka memulai percakapan. "Jangan pergi!" ucap Arka tegas.
__ADS_1
"Aku harus pergi!"
"Tidak bisakah kau mempertimbangkan diriku?" tanya Arka memelas.
"Sudah, sangat-sangat aku pertimbangkan dan aku rasa kita memang tidak bisa bersama, kita ... tidak berjodoh!"
"Siapa yang tahu berjodoh atau tidak jika kita belum mencobanya!" ucap Arka frustasi.
"Kita bukan belum mencoba, melainkan sudah gagal!" ucap Aisley.
"Sudah berapa kali aku bilang padamu bahwa aku mencintaimu! Aku tahu aku terlambat menyadarinya tapi aku benar-benar mencintaimu!" tegas Arka.
Mata Aisley mulai mengembun. "Sudah kukatakan padamu untuk melepaskan segalanya. Aku tidak apa-apa Arka, aku tidak pernah menyalahkanmu atas semua yang terjadi! Jadi, kumohon berhentilah!" Aisley selalu merasa apa yang dilakukan Arka hanyalah menebus kesalahan.
Arka berjalan semakin mendekat pada Aisley. "Sudah aku katakan berapa kali juga padamu. Aku benar-benar mencintaimu bukan karena rasa bersalah atau rasa tanggung jawab! Aku benar-benar mencintaimu Aisley!" Arka frustasi, harus bagaimana lagi membuat wanita di depannya ini percaya pada dirinya bahwa dia tulus mencintai Aisley.
"Entahlah, aku belum bisa mempercayaimu!" ucap Aisley tertunduk, sulit baginya mempercayai Arka.
Arka menarik pinggang Aisley semakin mendekatkan jarak mereka. "Tatap aku!" perintah Arka.
Aisley mendongak menatap Arka. "Apa kau tidak mencintaiku?" tanya Arka pada Aisley.
Aisley hanya diam, membungkam erat mulutnya dan hanya menjawab dengan air mata. Arka hanya tersenyum dan berkata, "Kamu mencintaiku Aisley, jangan membohongi dirimu!"
Kepala Aisley dikelilingi oleh lengan Arka, jari-jari Arka meringkuk rambut panjang Aisley, dia tersenyum mengetahui Aisley mencintainya meskipun kata cinta tidak pernah keluar dari mulut Aisley. Karena lelah menangis, kini mereka meringkuk bersama di atas ranjang hanya sekadar saling memeluk dengan erat. "Aku tidak akan menghalangi mu pergi namun biarkan aku ikut denganmu!" bisik Arka di telinga Aisley.
"Kalau seperti itu aku akan semakin membencimu!" tutur Aisley.
Arka menahan tangisnya, Aisley tidak hanya akan menjadi relawan namun juga akan melanjutkan kuliahnya untuk mengambil spesialis, bukan hanya setahun mungkin mereka akan berpisah empat tahun lamanya. "Kalau begitu, menikahlah denganku dulu. Aku tidak ingin berpisah denganmu empat tahun lamanya tanpa status."
"Aku tidak akan mengikatmu, kita tidak pernah tahu bagaimana kedepannya. Jika bertemu kembali maka kita akan berjodoh," tutur Aisley.
Arka mengurai surai cokelat Aisley. "Aku yakin kamu adalah jodohku. Bukan kita bertemu lalu berjodoh. Melainkan, karena kita berjodoh maka kita dipertemukan!" tutur Arka.
"Berjodoh belum tentu selamanya bersama, ada jodoh yang memiliki jangka waktu dan kita tidak pernah tahu akan takdir kita," jelas Aisley.
"Kita memang tidak pernah tahu tentang akhir takdir kita. Namun, kita bisa berusaha untuk mendapatkan kebahagiaan." Arka menarik nafasnya. "Aku mencintaimu dan aku akan terus menunggumu!" ucap Arka.
"Jangan berjanji, aku tidak mau kamu menyesal dikemudian hari!"
"Aku tidak akan menyesal! Karena aku yakin aku sangat mencintaimu."
__ADS_1
"Mungkin kamu bisa mengatakan itu, tapi jika nanti lambat laun aku menemukan cintaku yang sesungguhnya maka kamu akan menyesal telah menungguku!"
Arka menggelengkan kepalanya. "Aku tidak akan menyesal, karena aku yakin kau pun sangat mencintaiku!"
Bibir Aisley kelu, berat baginya untuk mengatakan 'Aku pun sangat mencintaimu!' Arka mendekatkan wajah mereka, perlahan tapi pasti menyentuhkan bibirnya ke bibir manis Aisley. Ciuman yang disertai oleh air mata, tidak ada paksaan, semua mengalir begitu saja.
Mereka terlelap setelah menguras air mata, Arka hanya mendekap Aisley semalaman, tidak lebih. Mengeratkan pelukan ketidakrelaan ditinggal pergi.
...***...
Arka mengantar Aisley ke bandara, Aisley memegang erat tiket dan passport di tangannya, dia menoleh. "Arka."
"Ya," jawab Arka.
"Aku, pergi ya!"
Arka mengangkat tangannya, membelai lembut rambut Aisley, tatapan matanya lembut. "Pergilah, kumohon jaga dirimu baik-baik, kau harus ingat ada aku yang akan selalu menunggumu!"
Aisley tidak mengatakan apapun, tidak pula menganggukkan kepalanya sebagai pertanda setuju. Namun Arka tidak mempermasalahkannya, dia yakin Aisley mencintainya.
Aisley mendongak dan berjinjit, dia mencium bibir lembut Arka, ini pertama kalinya dia berinisiatif mencium Arka yang tentu sangat disambut antusias oleh Arka. Setelah ciuman panjang, Aisley mengurai jarak diantara mereka dan berbisik, "Aku mencintaimu!"
Setelah berkata, Aisley langsung berbalik badan, pergi meninggalkan Arka tanpa menoleh sekalipun. Arka hanya bisa mematung, menatap kepergian wanita yang dicintainya yang lambat laun mengecil dan hilang dari jangkauan matanya.
...💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗...
...Terimakasih masih setia dengan kisah Arka dan Aisley.🙏🙏🙏...
...Jangan lupa like, love, gift dan komentarnya yach 😊...
...Kawal hingga akhir, on the way menuju akhir kisah Arka dan Aisley 😁...
...Salam Age Nairie 🥰🥰🥰🥰...
...Salam sehat semua 😊😊😊🥰🥰...
...Karya Age juga, Komedi Romantis 👇...
...
__ADS_1
...